18/08/2020
RUMUS KEHIDUPAN..............................................................................
Terdamparlah di persisiran keinginan...
Penyaksian mungkin cuma seusia gerhana...
Tidak ubah seperti titisan embun...
Jernihannya dicumbui kekeringan...
Dek kerana sapaan ujian bayu nan bertiup...
Hari ini...
Kita tidak ubah seperti segenggam pasir..
Tidak teguh di dalam penyatuan...
Walaupun ramai tahu dari telapak yang sama...
Zahir cuma terlihat dari bekas yang satu...
Hari ini kita mudahnya berderai haluan...
Kembali menjamah daki duniawi....
Mengapa senang benar membakar hati?
Tega mencanang bagi menajamkan benci...
Cubalah pejamkan mata berkedip-kedip ini...
Jalarkan serumpun pedoman...
Bertanyalah dari mana,kenapa dan ke mana?
Mudah-mudahan tunjang tiada bergoncang...
Kembali berpaut pada tiang keimanan...
Ketahuilah oleh kita bersama...
Bila sampai perintah..luputlah cerita maruah...
Di saat berkeliaran keganasan belantara...
Ke mana lagi usul kita mahu di bawa lari ?
Berlindung dari desakkan sembah...
Andai salah tafsiri pasti dilaknat...
Saat itu tergantung mencari jalan p**ang...
Meraba-raba menempuhi jalan gelita...
Setelah layu sejambak bunga melur...
Selepas keringnya renjisan air mawar...
Bersurailah sudah para pemberi hadiah...
Terpahatlah kini satu gelaran arwah...
Tiada lagi khabar perbahasan cerita maruah..
Sesekali terdengar desiran dalam sejarah...
Kita akan tetap dihantar pergi...
Bertunang dengan kesakitan...
Berjodohan dengan mati...
Tertanggallah sudah kepalsuan...
Kemegahan dan panjang angan-angan...
Kini sunyi mendakap satu pencarian...
Atau keredhaan membelai keindahan alam...
Alam baru di sana itu...sebentar saja lagi...
...............................................................................
(ARMA0169)