22/11/2024
Ready Stock Sudah Gais 😇😇
TENTANG PENGGUNAAN MANTILLA OLEH PEREMPUAN KATOLIK
Mantilla adalah tudung atau kerudung yang biasa dipakai perempuan Katolik saat perayaan Ekaristi atau upacara liturgi lain. Di masa lalu, mantilla digunakan oleh perempuan Katolik saat merayakan Ekaristi atau berdoa, untuk menghormati Yesus yang mengurbankan diri demi keselamatan umat manusia.
Tapi dalam perkembangan selanjutnya, praktik penggunaan mantilla dalam Ekaristi mulai pudar dalam Gereja Katolik. Ketika sebagian umat Katolik kembali menghidupkan lagi penggunakan busana liturgi tersebut, banyak di antara umat Katolik yang merasa aneh dan menganggapnya sesuatu yang baru.
Berikut ini adalah sejumlah penjelasan mengenai mantilla.
*Pernah diatur dalam hukum Gereja
Penggunaan mantilla pernah diwajibkan dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1262. Tapi dalam perkembangan selanjutnya, terutama dijiwai oleh semangat pembaruan yang digaungkan oleh Konsili Vatikan II, dalam KHK yang dipegang oleh umat Katolik sekarang tidak dicantumkan lagi aturan tentang mantilla.
*Gereja tidak mengatur, tapi juga tidak melarang
Benar bahwa Gereja Katolik tidak mengatur lagi tentang pemakaian mantilla dalam aturan tertulis. Tapi, Gereja Katolik juga tidak melarang anggota Gereja, khususnya kaum perempuan, untuk mengenakan mantilla saat menghadiri perayaan Ekaristi atau berdoa.
*Dasar Kitab Suci
Umat yang memegang tradisi pemakaian mantilla merujuk surat pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus, 11: 4-10 sebagai dasar ajaran tentang mantilla. Dalam perikop tersebut dijelaskan bahwa dalam hal berdoa, dalam upacara liturgi, hendaknya berpakaian sesuai dengan budaya yang baik, yang berlaku pada masa itu, di mana perempuan hendaknya menggunakan tudung kepala sebagai tanda ketaatan kepada Sang Kepala, yakni Kristus.
*Simbol kesucian dan ketaatan
Mantilla adalah simbol kesucian dan ketaatan. Kesucian diartikan sebagai kemurnian, kesederhanaan, atau kerendahan hati. Dalam konteks liturgi, mantilla menjadi simbol kesucian, kemurnian. Dalam tradisi Gereja Barat penggunaan mantilla masih terus dipraktikan hingga hari ini.
*Mantilla hanya simbol
Mantilla hanya simbol atau salah satu busana liturgi. Karena itu, simbol tersebut harus juga tercermin dalam ucapan dan tindakan, dalam membangun persaudaraan sejati antarsesama. Itulah mantilla yang sesungguhnya. Ketika simbol hanya menjadi simbol dan tidak berbicara dalam hidup, maka ia menjadi simbol yang mati.
Inilah sejumlah penjelasan tentang penggunaan mantilla dalam Gereja Katolik.
Silakan BACA dan SHARE agar informasi ini diketahui oleh sesama umat Katolik.
===========+++===========
Silakan baca juga :
http://www.katolisitas.org/wanita-harus-memakai-tutup-kepala-saat-ibadah-1-kor-113-15/