17/06/2024
Baru di Maktabah Nusantara!
Sinopsis buku:
Bagaimana kita beriman, sementara kita belum bersaksi. Bagaimana kita bersaksi, sementara kita belum melihat. Bagaimana kita mengingat Allah, sementara kita belum kenal. Bagaimana kita mengenal-Nya, sementara kita belum melihat-Nya. Bagaimana kita melihat-Nya, sementara kita belum tahu. Bagaimana kita tahu, sementara kita belum belajar. Tahu dan/atau berilmu adalah kunci yang membedakan antar manusia dengan manusia lainnya.
Ilmu mempunyai kedudukan yang sangat mulia di Islam, martabat terluhur dan kebanggan terbesar. Dengan ilmu, kita insya Allah sampai pada pengesaan Tuhan semesta alam dan membenarkan para nabi dan rasul-Nya.
Dan buku ini membawa kita untuk lebih tahu, mengungkap rahasia ilmu-ilmu itu, tahapan-tahapan inti dan pengalaman-pengalaman penting yang susah dibahasakan dalam menemukan hakikat Allah. Namun oleh penulis buku ini, Syekh Abdul Qadir al-Jailani (1078-1166), mampu dibahasakan dengan enak dan masuk akal.
Ditulis 1000 tahun lalu, kitab Sirrul Asror ini juga merupakan kitab pengantar untuk memahami kitab-kitab Syekh Abdul Qadir lainnya, seorang wali yang dikenal sebagai pemimpin para wali (Sulthanul Auliya). Kelebihan lain buku ini dibanding buku-buku terjemahan lainnya adalah detail terjemahan dan bagan-bagan informatif pada setiap babnya.
Istilah-istilah tasawuf yang sulit pada naskah aslinya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang lebih mudah dipahami dengan tetap mempertahankan keasliannya. Semoga kitab Sirrul Asror ini semakin menambah ketakwaan kita kepada Allah Swt.
Selamat membaca!
Hard cover
Kertas krim bookpaper
244 m/s
Saiz: 16 × 23.6 cm
https://s.shopee.com.my/5AXPBAmsNm