02/06/2026
“INI BUKAN PINJAMAN!”
(TELADAN KEDERMAWANAN YUNAN NASUTION DAN NADIMAH TANJUNG)
Dulu, di masa sulit tahun 1958, sebagaimana yang diungkap dalam majalah Harmonis (1971), seorang rekan pernah berkunjung ke rumah Pak Yunan di Grogol dengan kantong yang benar-benar kosong.
Tanpa bertanya dua kali, sang istri, Ibu Nadimah Tandjung, dengan lembut bertanya, "Barangkali ada yang perlu saya bantu?". Tanpa banyak bicara, Ibu Nadimah menyodorkan sebuah amplop yang isinya cukup untuk biaya hidup sebulan.
Saat rekan tersebut ingin menggantinya di kemudian hari, Ibu Nadimah dengan tulus berkata, "Saya tidak merasa pernah memberi pinjaman!".
Kisah serupa terulang pada Pak Yunan. Saat dimintai tolong, beliau tak pernah pelit. Namun, setiap kali uang tersebut dikembalikan, Pak Yunan selalu menolak dengan kalimat yang sama: "Ini bukan pinjaman!".
Pak Yunan mungkin terlihat bersahaja −sering naik bus umum dan pulang-pergi tanpa mobil pribadi− namun hatinya jauh lebih kaya daripada yang diduga orang.
Yunan dan Ibu Nadimah mengajarkan banyak pelajaran berharga, di antaranya: memberi bukanlah tentang seberapa banyak harta yang kita punya, melainkan seberapa tulus tangan kita berbagi di saat orang lain membutuhkan.
Sebuah teladan tentang bagaimana perjuangan tidak hanya dilakukan dengan pena dan mimbar, tetapi juga dengan kerendahan hati dan tangan yang terbuka.