Buku Anak Fathin

Buku Anak Fathin Tersedia banyak buku bergizi untuk anak, buku yang menarik juga berisi nilai2 karakter yang baik untuk anak.

KEREEEN! Ayah Edy ternyata percaya   bisa mengambil alih tugas orang tua paling tidak 60%??!!!Kok bisaa? Iya doong. Pake...
08/10/2020

KEREEEN! Ayah Edy ternyata percaya bisa mengambil alih tugas orang tua paling tidak 60%??!!!

Kok bisaa? Iya doong. Paket ini memang lengkap banget, Bunda. Selain sebagai starter kit untuk membentuk kebiasaan hidup sehat si kecil yang pastinya sangat cocok untuk menghindarkan si kecil dari berbagai virus, Healthy Kids juga berfungsi untuk :
📍 Menumbuhkan kesadaran akan kesehatan dan kebersihan badan
📍 Memberikan pengetahuan dasar tentang daily hygiene habit
📍 Mengasah 5 area Montessori
📍 Melatih kemandirian anak
📍 Belajar bagian tubuh beserta fungsi-fungsinya
📍 Memperkaya kosakata anak lewat cerita
📍 Menstimulasi area kecerdasan bahasa multilingual lewat teks berbahasa Inggris
📍 Melatih kemampuan verbal dan pemahaman konsep cerita
📍 Melatih motorik halus lewat aktivitas dan fitur interaktif
📍 Edukasi bermuara praktik
📍 Merangsang logika dasar dan kecerdasan emosi
📍 Meningkatkan interaksi dan kedekatan emosi antara orang tua dan anak
📍 Pengenalan warna kepada anak usia dini lewat ilustrasi buku

Bunda sudah punya produknya? Jangan lupa ikutan pre-ordernya ya 😍
Periode pre oder pertama tanggal 1 – 15 Oktober 2020.😍😍⁣

Untuk info pemesanan, yuk hubungi bunda fathin ya. 😉

klik aj wa.me/6285895233293

flashsale  sampai besok tgl 7 sja nggeh tanya dulu boleh klik wa.me/6285895233293
06/10/2020

flashsale sampai besok tgl 7 sja nggeh

tanya dulu boleh klik wa.me/6285895233293

Dear ayah bunda , sering bertanya-tanya tidak mengapa Anak usia 3 hingga 6 tahun atau usia PAUD lebih s**a bermain? Kena...
16/07/2020

Dear ayah bunda , sering bertanya-tanya tidak mengapa Anak usia 3 hingga 6 tahun atau usia PAUD lebih s**a bermain? Kenapa tidak mau duduk diam belajar?

Jangam khawatir ya ayah bunda, materi pendidikan anak usia dini itu memang diarahkan untuk bermain sambil belajar. Melalui metode bermain sambil belajar ini diharapkan dapat mendukung anak untuk tumbuh serta mandiri dan memiliki kontrol atas lingkungannya.

Melalui bermain p**a, anak dapat menemukan hal baru. Mereka bisa bereksplorasi, meniru, dan mempraktikan kehidupan sehari-hari sebagai sebuah langkah dalam membangun ketrampilan untuk menolong dirinya sendiri.

Lalu bagaimana ya di situasi sekarang yang serba terbatas? Bagaimana anak-anak agar tetap bisa bermain dan juga belajar?

Tenang ayah bunda, funtastic learning ini bisa jadi alternatif solusinya.

Funtastic learning sangat bermanfaat untuk :

🌸 menumbuhkan kecintaan belajar pada anak
🌸 memperkenalkan anak pada diri sendiri
🌸 meningkatkan kemampuan observasi
🌸 meningkatkan daya konsentrasi
🌸 membiasakan tekun dan mandiri
🌸 mempererat ikatan orang tua dan anak
🌸 menstimulasi kemampuan logika/matematika, bahasa, visual, kreativitas, imajinasi dan motorik/gerak anak.

1 Paket Funtastic Learning terdiri dari:

🍄 10 jilid/tema Buku Tantangan, yang per jilidnya berisi 18 tantangan, total ada 180 tantangan.
🍄 1 Buku Panduan Orangtua
🍄 Kotak Pas
🍄 1 Set Board Game
🍄 1 Augmented Reality

Yuk fasilitasi ananda dengan permainan edukatif ini ayah bunda. ❤️😊

Ini dia produk terbaru dari Smart Cute Camera v.3 yang membuat Ayah/Bunda saat Live tadi ingin order😍😍Wah, desainnya san...
09/07/2020

Ini dia produk terbaru dari Smart Cute Camera v.3 yang membuat Ayah/Bunda saat Live tadi ingin order😍😍

Wah, desainnya sangat menarik dan fitur yang diberikan pun lebih unggul dibandung versi sebelumnya. Si kecil hobi fotografi? Yuk mulai sekarang berpindah dari kamera handphone ke Smart Cute Camera, siapa tahu, fotografi merupakan hobi yang bisa dikembangkan si kecil saat dewasa kelak!😉

Waspada Corona, Belajar dirumah dulu yuk ;)
20/03/2020

Waspada Corona, Belajar dirumah dulu yuk ;)

Dear parents, ketika anak bertanya mengapa sih kita perlu menjaga kebersihan badan dan perlu menjaga kesehatan tubuh?Ten...
20/03/2020

Dear parents, ketika anak bertanya mengapa sih kita perlu menjaga kebersihan badan dan perlu menjaga kesehatan tubuh?

Tentu mudah ya Kita menjawab dari sisi medis.

Tapi Jangan lupa ditambahkan, Ada aspek keimanan anak yang perlu Kita rawat.

Ya.

Tubuh Kita adalah amanah, titipan, pinjaman dari Allah yang sewaktu-waktu bisa diambil.

Kita bisa ajak anak berandai-andai bagaimana jika barang miliknya dipinjam oleh temannya namun sang teman tidak merawat barangnya dengan baik.

Bagaimana perasaan anak?

Nah.. dari kontemplasi sederhana itu anak2 insyaAllah lebih mudah memahami arti konsep 'amanah' 😊

Terima kasih Ensiklopedi Bocah Muslim yang sudah menyajikan ilustrasi sederhana namun sangat mudah dipahami anak-anak 😊

Semoga dengan membaca ini anak-anak Indonesia tak hanya kuat jasadnya. Tapi juga tebal imannya ya parents.. aamiin 😊

HAFIZ JUNIOR ituu emang kecil kecil menggemaskan..Kecil kecil cabe rawit.. 😁Bisa murrotal Juz 30 🌟Bisa juga kalo mau haf...
12/02/2019

HAFIZ JUNIOR ituu emang kecil kecil menggemaskan..
Kecil kecil cabe rawit.. 😁
Bisa murrotal Juz 30 🌟
Bisa juga kalo mau hafalan per surah 🌟
Bisa juga buat mengulang hafalan per ayat 🌟
Ada lagu-lagu islami dan doa-doa harian jugaa..
Bisa jadi temen main
Bisa jadi temen tidur
Bisa jadi temen jalan-jalan
Bisa masuk kantong
Bisa jd action figure islami
Apa aja dehh..
Asal jangan dimandiin aja ya adek adek.. 😋😋😚😚
Xixii..
Sekarang jg ada versi terbarunya lohh..
Setelah versi junior dokter, pilot dan superhero,
Sekarang ada versi junior polisi, koki dan artis
Waaawwww.. makin seru dan makin lengkap koleksinya yahhh.. 😍😍😍
Bisa juga langsung beli fullset nya yaa..
Bundaaa.. beliin aku Hafiz Junior yaa.. 😍😘

(-yantie, idea-)

wa : 081230997056

*KEREN NIH ILMU BARU*Tulisan yang bagus untuk pengingat diri... Makjleb dapat nya.... Menangkan dulu hati lelaki kita.. ...
23/01/2019

*KEREN NIH ILMU BARU*

Tulisan yang bagus untuk pengingat diri... Makjleb dapat nya....

Menangkan dulu hati lelaki kita..



Di sebuah acara “reality show” Indonesia, seorang lelaki botak yang juga mentalis terlihat mewawancarai bintang tamunya. Begini kalimat pembukanya “Menjadi istri yang baik atau ibu yang baik?”

Sayangnya saya tidak mengikuti acara tersebut. Sudah dua tahun terakhir ini rumah kami bebas televisi. Cuplikan acara tersebut saya temui di beranda akun media sosial seorang teman. Saya tertarik membahasnya karena kajian ini persis dengan tema yang saya dapat beberapa bulan lalu.

Kalian tahu apa jawaban pertanyaan yang awalnya membingungkan saya itu? Padahal ada satu kitab ajaib yang sudah menjelaskan secara apik jawabannya. Alquran berbicara tentang perempuan. Dia adalah kunci segalanya. Kebaikan keluarga, masyarakat, dan negara. Masih di dalam kitab yang menakjubkan itu perempuan dalam hal perannyanya dibagi menjadi empat bagian berdasar prioritas terbaiknya. Pertama, sebagai istri. Kedua, sebagai ibu. Ketiga sebagai pribadi. Terakhir, peran sosial.

Diantara keempat hal tersebut, alquran paling banyak bercerita tentang kiprah perempuan sebagai istri. Dan yang minim adalah kiprahnya dalam bidang sosial. Maka yang hari ini masih disibukkan oleh berbagai aktifitas yang manfaatnya hanya berdampak bagi dirinya sendiri sebaiknya segera berbenah. Begitu p**a para “sosialita” diminta untuk berpikir ulang tentang perannya jika menginginkan dari rahimnya lahir generasi mulia.

Perhatikan urutan dominannya baik-baik. Ketika kita coba untuk membaliknya atau menggeser letaknya sekehendak nafsu kita, maka yang terjadi adalah tumbuhnya anak-anak yang bermasalah.

Jadi ketika ditanya “Menjadi istri yang baik atau ibu yang baik?”. Maka jawabannya adalah istri yang baik. Itu adalah tingkatan peran teratas. Selesaikan dengan baik bagian ini. Berikan pengabdian istimewa untuk suami. Lalu perhatikanlah kemudian tugas perempuan sebagai ibu akan dengan mudah dijalani.

Inilah jawaban kenapa sebuah rumah yang “broken home” akan sulit sekali melahirkan anak-anak yang kokoh kepribadiannya. Karena tak lain, ia tak mendapatkan teladan itu di rumahnya. Tempat di mana kegemilangan generasi itu bermula.

Beberapa kali saya menemui kasus perempuan yang abai pada suaminya setelah hadirnya anak-anak. Mereka menganggap peran suci sebagai ibu di atas segalanya. Kemudian menuntut suami untuk paham bahwa kini sudah hadir makhluk kecil yang patut diprioritaskan dari pada suami. Ternyata ini keliru, perempuan cenderung mengikuti perasaannya untuk terus dipahami. Lihat saja betapa banyak literasi yang membahas tentang betapa peliknya peran perempuan sebagai istri dan ibu sekaligus. Bahkan lengkap dengan sajian data bahwa peran ini rawan depresi. Sampai pada kasus bunuh diri. Terus diulas gangguan psikologis yang sering sekali terjadi pada mereka.

Saya tak hendak menafikan fakta tersebut, tetapi saya ingin setiap wanita paham tentang urutan prioritas yang telah dirumuskan wahyu. Bukankah kita tak pernah ragu bahwa alquran itu adalah sebenar-benar petunjuk?

Seperti nasihat yang disampaikan ustazah saya di suatu siang ketika membahas tentang pengasuhan anak. “Sajikan pengabdian dan bakti terbaik yang bisa kita lakukan kepada suami, maka perhatikan keajaiban yang akan terjadi. Pengasuhan anak-anakpun menjadi kian mudah”.

Berapa banyak kejadian emak yang temperamen kepada anak-anaknya hanya karena masalahnya dengan suami yang belum selesai. Maka sekali lagi, perhatikan prioritas penting ini ya Mak. Menangkan dulu hati lelaki kita.

Adalah tak mudah mencari tulisan dari lelaki yang mengulas tentang ini. Jikapun ada, maka ini tema yang tak menarik. Kurang dramatis. Bagi perempuan yang kapasitas perasaannya lebih mendominasi, menganggap hal ini adalah “lebay”. Makanya kemudian mereka menjuluki suami sebagai “bayi besar”.

Saya tertarik sekali dengan pengalaman seorang teman ngaji yang ikut suaminya tugas belajar tinggal di Jeddah. Maka hal pertama yang saya tanyakan padanya waktu itu adalah “Wah.. enak ya kalau akhir pekan bisa sering-sering ke Mekkah buat umrah, terus ramadhan juga bisa iktikaf di masjidil haram”. Mengingat jarak antara kedua kota itu tak begitu jauh.

Saya sukses melongo ketika ia menjawab “Nggak juga, aku tuh gak enak mikirin ibadah sunnah, sementara yang wajib terbengkalai”.

“Maksudnya?” tanya saya bodoh.

“Iya.. hatiku nggak plong gitu kalau pergi iktikaf ataupun umrah sementara suami di sini makan minumnya gimana? yang nyiapin bajunya siapa? ininya terus itunya?”

Jleb!

Dan pikiran egois saya langsung meleleh takjub. Masya Allah..

Dialog lain yang terjadi belasan tahun silam antara saya dan dosen tingkat pertama di bangku kuliah dulu juga masih begitu melekat erat. Ketika beliau mengkhawatirkan gelar p***a sarjana dan penghasilan bulanannya berada di atas gelar dan gaji sang suami.

“Aku khawatir gelar dan penghasilan ini menghalangiku dari bakti pada suami”.

Sungguh kesadaran yang keren pada zaman di mana perempuan hari ini ribut menuntut kesetaraan gender dalam bungkus kemasan emansipasi yang salah kaprah. Dan bangga dengan kemampuan dirinya yang bisa mandiri menghasilkan sejumlah rupiah dari keringatnya sendiri. Perlahan ketundukan dan ketaatan pada suami sedikit demi sedikit tergerus. Ini keniscayaan. Hukum alam kepada mereka yang di dalam hatinya bersemayam biji kesombongan dan jauh dari majelis ilmu.

Betapa seringnya kita, eh saya maksudnya merasa segala pekerjaan melayani suami dari mulai menyiapkan hal-hal kecil itu adalah pekerjaan sepele. Dan berpikir keras mengejar amalan lainnya. Kehadiran bayi dan suami seperti penghalang antara diri kita dan ibadah yang nyaman. Bagaimana sulitnya mencari waktu untuk sekadar tenang membaca alquran tanpa interupsi ini dan itu. Bangun tahajud susah waktu si bayi bentar-bentar bangun malam minta Asi. Padahal syarat masuk surga seorang istri itu tak disebut harus tahajud atau tadarusan.

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).

Coba perhatikan lagi hadits yang luar biasa ini. Ah, semoga kita tidak termasuk istri yang “ngeyelan” sampai “ngambekan” hanya gara-gara menganggap amalan masa lajang dulu jauh melesat pencapaiannya dibanding ketika kita menjadi “emak-emak”.

Camkan lagi kata-kata terakhir dari sabda Sang Nabi tersebut, : “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”.

Ganjaran keren yang bagaimana lagi coba yang mau kita kejar?

Taubat yuk Mak.. ❤️




Assalamu'alaikum ayah bunda ☺Selamat pagi.Memiliki anak yang baik, penurut adalah hal yang diinginkan semua orang tua pa...
23/01/2019

Assalamu'alaikum ayah bunda ☺
Selamat pagi.

Memiliki anak yang baik, penurut adalah hal yang diinginkan semua orang tua pastinya, namun jangan salah jika anak itu nakal itu bisa jadi karena sebab didikan yang salah dari orang tuanya.
Semoga Ayah bunda disini mendidik anak dengan sebaik mungkin ya, hingga menghasilkan Anak yang memiliki akhlak yang mulia. Aamiin 👍☺☺
-Lia-

Bita : mamak inget kan, dulu waktu bita masih TK pernah ngajarin perbedaan mana bend  yang kecil sedang besar?Yang pake ...
08/11/2018

Bita : mamak inget kan, dulu waktu bita masih TK pernah ngajarin perbedaan mana bend yang kecil sedang besar?
Yang pake buku bahasa inggris itu loh,
Seru ya mak..

Tiba-tiba Bita inget Buku itu,
Buku apa coba?

Learning Math with Albert...
Dan itu dua tahun lalu *tutup muka*

Bayangin klo dibacain tiap hari,
Ngelotok ga tuh?

Duh jangan deh kita sampai ingkar janji kepada siapapun, karena janji itu wajib ditepati. oleh sebab itu sangat penting ...
08/11/2018

Duh jangan deh kita sampai ingkar janji kepada siapapun, karena janji itu wajib ditepati. oleh sebab itu sangat penting mengajarkan hal ini kepada anak-anak, agar kelak mereka pun menjadi pribadi yang selalu jujur dan bertanggung jawab.
jadi gimana Bunda, ingin kan wawasan anak-anak nya semakin luas ? dengan membaca buku seri Ensiklopedi Bocah Muslim InsyaAllah anak Bunda semakin cerdas dan memeiliki wawasan yang luas. mau ?? 😊

💕Hafiz Junior Chef💕Adakah di sini yang hobinya masak? Atau cita-citanya mau jadi koki terkenal kayak yang sering kita li...
08/11/2018

💕Hafiz Junior Chef💕
Adakah di sini yang hobinya masak? Atau cita-citanya mau jadi koki terkenal kayak yang sering kita lihat di TV? 😁
Naaah, Hafiz Junior Chef ini bisa jadi temenmu, lho... Bisa masak sambil dengerin murotal supaya masaknya tambah enak... 😋☺
Jangan lupa juga yaa masaknya sambil baca..., "Ya Latif, ya latif, ya latif..."
"Subhanallah, subhanallah, subhanallah...," Supaya suami & anak anak kita berkelakuan baik. 😇
Atau mau dijadiin hadiah buat kesayangan? Bisaaa banget... Hmmm... Kerrreeeennn, kan? Kalau bisa, kasih hadiah cute boneka nan bermanfaat ini buat kesayangan... 😉
Mau pesan di sini? Boleeeh....
bisa langsung klik http://bit.ly/bukuanakfathin ya 😉
-HK-

Address

Perumahan Graha Ronggolawe Blok G5 Semanding Tuban
Tuban

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Buku Anak Fathin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share