Halim Motor

Halim Motor Melayani Ecer dan grosir sparepart dan variasi motor

03/06/2022
05/03/2022
Hanfat Modish
17/02/2018

Hanfat Modish

Asbes racing
17/02/2018

Asbes racing

Cover trali
17/02/2018

Cover trali

Peninggi shock belakang.
16/02/2018

Peninggi shock belakang.

01/02/2018

Cara gampang mengetahui masalah pada mesin motor, Coba Lihat businya

Sumber : tribunotomotif.com

Sudah tahu fungsi busi kan? Walaupun kecil, kalau rusak dijamin kendaraan enggak bakal nyala.

Fungsi utama dari busi adalah memantik api di dalam ruang pembakaran motor yang berada di silinder head.

Agar mesin bisa bekerja, campuran bensin dan udara bakal dibakar oleh busi.

Khusus untuk motor-motor yang masih menggunakan karburator, untuk mengetahui sehat tidaknya mesin bisa dicek dulu dari hasil pembakarannya dengan patokan warna di elektroda busi

Jika warna elektroda kecokelatan/merah bata, tandanya pembakaran optimal.

Jika warna elektroda menghitam pertanda campuran udara dan bensin tidak seimbang karena campuran udara dan bensin lebih banyak bensinnya alias terlalu kaya yang berefek konsumsi bahan bakar meningkat, alias boros.

Lalu..........

bagaimana jika warna elektroda memutih? Nah ini tanda kalau campuran udara dan bensin lebih banyak udaranya.

Efeknya memang konsumsi bensin lebih irit, namun motor bakalan lebih cepat panas.
Kalo mesin sampai kepanasan, malah enggak bagus buat daya tahan komponen di dalam mesin.

Jangan sampai niatnya bensin irit tapi malah kudu keluar dana ekstra buat servis besar!
Ada juga kasus warna elektroda hitam dan dipenuhi oli. Ini indikasi oli masuk ke ruang bakar karena ring piston sudah jelek atau liner piston yang sudah baret. Oli yang ikutan terbakar bikin motor jadi mengebulkan asap putih.

Keempat kondisi diatas adalah hal yang paling sering ditemui jika motor digunakan sehari-hari. Tapi ternyata, indikator ini tidak berlaku untuk motor berteknologi injeksi.

Dengan catatan yang masih standar ya! Pada sistem injeksi close loop, pembakaran selalu dijaga dalam kondisi sempurna.

Karena pembakarannya sudah diatur oleh ECM, jika sensor O2 membaca hasil pembakaran terlalu kering maka ECM akan memerintahkan injektor untuk menyemprot lebih banyak, begitu p**a sebaliknya. Makanya kondisinya ruang bakar selalu ideal

Ini yang membuat penggunaan bahan bakar pada motor injeksi lebih efisien dan wajar kalau warna busi cenderung lebih putih,

Oleh karenanya, untuk melihat hasil pembakaran motor injeksi tidak bisa dengan membaca warna busi.

Harus dengan AFR meter atau diagnostic tools, yah .......

Boleh dishare....

27/01/2018
27/01/2018

Membaca Arti Kode Busi Motor

Langsung Saja
yang pertama,

1. DENSO – W24ES-U

- W: Diameter ulir busi (W-14 mm)
- 24: Tingkat panas busi, kalau nilainya semakin besar berarti bertipe lebih dingin
- E: Panjang ulir 19 mm
- S: Tipe penggunaan busi S-standar
- U : Konfigurasi gap busi

2. NGK – CPR 7HSP-9

- C: Diameter ulir busi (B : 14 mm, C : 10 mm, D : 12mm)
- P: Type rancangan busi (hanya pabrikan yg tahu kode ini)
- R: Busi dengan resistor di dalamnya (untuk mesin dengan teknology digital menggunakan busi type ini untuk menghindari terjadinya frekuensi yg dapat mengganggu pembacaan sensor digital)
- “7″: Tingkat panas busi. Kalau tambah kecil angkanya 6, 5, 4 disebut busi panas dan sebaliknya tambah besar 8, 9 diklaim sebagai busi dingin
- H: Panjang ulir busi, ada tiga jenis kode huruf yang dipakai. Kalau H = 12,7 mm , E = 19 mm dan L = 11,2 mm
- S : Type elektroda tengah. Kode lain, ada IX artinya bahan iridium dan G menunjukkan tipe busi racing. Kalau P platinum dan S standar.
- “9″ : Celah inti elektroda busi, angka 9 artinya celah busi 0,9mm dan kalau 10 celah busi 1 mm
Kode elektroda busi
- C: Copper Core Center Elektroda
- D: 2 ground Electroda
- P: Platinum Elektroda
- R: Burn off Resistor
- S: Silver electroda
- T: 3 Ground Elektroda
- V: Wide Gap 1,3 mm
- W: Wide Gap 0,9 mm
- X: Wide Gap 1,1 mm
- Y: Wide Gap 1,5 mm
- Z : Wide Gap 2,0 mm

- Busi Standar

Bahan ujung elektroda dari nikel dan diameter center electrode rata-rata 2,5 mm. Jarak tempuh busi standar sampai sekitar 20 ribu Km, ketika kondisi pembakaran normal dan tak dipengaruhi oleh faktor lain macam oli mesin dan konsumsi BBM yang berlebihan efek peningkatan spek karbu. Busi ini bawaan motor setiap diluncurkan dari pabrikan.

- Busi Platinum

Ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari platinum, jadi pengaruh panas ke metal platinum lebih kecil. Diameter center electrode 0,6 mm – 0,8 mm, jarak tempuh busi sekitar 30 ribu km. Busi ini favorit bikers penyuka touring karena kemampuannya

- Busi Iridium

Ciri khasnya ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electroda dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter center electroda 0,6 mm – 0,8 mm mm. Jarak tempuh busi sekitar 50 ribu sampai 70 ribu km. berumur lama cocok buat mesin motor besar diatas 150cc. Bisa dikatakan semi kompetisi, biasa diaplikasi buat mesin non standar

- Busi Racing

Busi yang tahan terhadap kompresi tinggi, serta temperatur mesin yang tinggi. Dipersiapkan untuk mampu mengimbangi pemakaian full throttle dan deceleration.
Busi racing tidak sama dengan busi Iridium. Diameter center electroda pun relatif kecil meruncing macam jarum. Jarak tempuh busi juga relatif pendek di 20 ribu – 30 ribu Km, untuk rpm tinggi diatas 6000 pada temperatur mesin yang tinggi.

- Busi Resistor

Logo R dengan font miring banyak yang mengira artinya racing. sebenarnya R itu artinya resistor. Busi ini dipakai untuk melindungi perangkat elektronik digital, berupa speedometer, indikator pada kendaraan yang memakainya, terhadap pengaruh gelombang radio dan sejenis nya. Maka, busi ber-kode R pada busi mesti diingat, sebagai perlindungan perangkat elektronik digital motor.

-----------------------

SHARE IYA jika manfaat

Address

Tomoni

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Halim Motor posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share