12/03/2021
Kulkas ? Tv ? Wifi ? Bw sekalian ??😆😆
DARIPADA KURANG?
Setiap akan bepergian, saya dan Rizqa selalu punya perdebatan yang sama soal pakaian yang dibawa. Saya selalu ingin simple, tak mau membawa terlalu banyak barang. Sementara Rizqa selalu berpikir, "Daripada kurang?"
Melihat Rizqa berkemas dan mempersiapkan barang bawaan, saya selalu berfikir yang dibawanya berlebihan: Ia membawa baju pergi, baju santai, baju tidur, dan baju renang. Dikali lima karena kami berlima sekeluarga. Karena sekarang kami punya bayi, Rizqa juga membawa perlengkapan bayi.
Oh ya, jangan lupa kacamata hitam, kacamata renang, sepatu ganti, sandal kalau nanti main air, dan lainnya. Di mobil juga disediakan makanan kecil, minuman, tisu basah. Kami seolah membawa setengah isi rumah. Apapun yang diperlukan di perjalanan, sudah Mami sediakan.
"Sajadah udah, kan?" Ia masih memastikan, "Di hotel kadang nggak disediain sajadah soalnya."
"Udah." Jawab saya. "Kita kayak mau pindahan, Mi."
"Daripada kurang? Mending lebih d**g."
Kalau sudah kalimat itu yang keluar. Saya biasanya tak bisa berkata apa-apa lagi. Filosofi kami berdua memang berbeda dalam melihat sebuah rencana: Saya melihat 'lebih' sebagai suatu masalah, sementara Rizqa melihat 'kurang' sebagai masalah yang sebenarnya.
Apakah ini cara berfikir laki-laki dan perempuan pada umumnya? Entahlah. Yang jelas, menurut saya, pergi itu harus simple. Kalau ada yang nggak kita bawa, kita bisa membelinya di perjalanan. Tentu Rizqa nggak setuju, daripada kurang, mending berfikir lebih hemat dan membawa lebih dari rumah.
Di awal-awal pernikahan, soal efisiensi dan efektivitas ini sering bikin kami berantem. Saban mau pergi kami berdebat karena beda pendapat. Saya nggak mau ribet, Rizqa nggak mau repot.
Seiring berjalannya waktu, kini kami lebih menerima dan memahami satu sama lain. Kami bertemu di tengah-tengah. Membawa tidak terlalu banyak, tapi jangan sampai kurang. Itu aturannya. Menjadi dua karakter yang berbeda, bahkan bertolak belakang, dalam satu rumah tangga rasanya seru. Bila kita mampu saling mengerti.
Masalahnya, kini setelah 10 tahun menikah dan punya tiga orang anak, agak mustahil membawa sedikit barang jika bepergian untuk berlibur atau ke luar kota. Dalam pandangan saya, rasanya masih banyak banget yang dibawa, nggak simple. Membuat saya selalu tak tahan untuk protes ketika berkemas.
"Nggak kebanyakan, Mi? Kita kan mau camping?" Tanya saya.
Biasanya ia melirik dengan tatapan tajam, sambil terus tangannya sibuk berkemas. "Ini cuma bawa masing-masing dua baju, Pi. Lagian kita kan tiga hari di sana. Ini udah dikit banget." Katanya.
"Tapi kayaknya banyak banget." Timpal saya, sambil garuk-garuk kepala.
"Daripada kuraaang!?"
Ampuuuuunnnn.
FAHD PAHDEPIE
PS: Biarlah mencintaimu saja aku berlebih. Daripada kurang?