12/01/2026
TETAP KAMU
Aku belajar bahwa mencintai tak selalu tentang suara, apalagi tuntutan. Kadang ia hadir dalam kesabaran yang tenang, dalam pilihan untuk tetap bertahan tanpa perlu diumumkan. Kita berjalan di jalur masing-masing, tidak saling mendesak, tidak saling mencurigai. Bukan karena lemah, tapi karena paham: yang sungguh ingin bersama tak perlu gaduh untuk membuktikan apa pun.
Ada waktu menunggu terasa panjang, sepi terasa rapat, dan rindu tak menemukan pintu. Di situlah kita belajar diam yang bermakna, diam yang menjaga hati, menahan lisan, merawat niat. Setia bukan karena dunia memuji, tapi karena Allah melihat. Dalam hening itu, doa menjadi bahasa yang paling jujur; munajat menjadi tempat kita saling menitipkan nama.
Jika akhirnya waktu memihak, kita bertemu sebagai dua jiwa yang sudah matang oleh sabar. Jika belum, kita tetap p**ang dengan hati yang utuh. Tak mengkhianati diri, tak melanggar batas. Apa pun takdirnya, satu yang tak berubah: upaya untuk tetap lurus. Dan di jalan itu, pilihanku sederhana; tetap kamu. Iya, kamu..
Magelang semilyar kenangan, 12 Januari 2026