Sentra Anak

Sentra Anak Semua tentang anak

22/12/2016

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

‼ *Dicari, Lelaki ”Luqmanul Hakim!”* ‼

Oleh : *Ustadz ADRIANO RUSFI, Psi.*

_"DUHAI Ananda, usah kau sekutukan Allah. Sungguh menyekutukan Allah itu aniaya yang besar"_

👩‍👦‍👦TERBAYANG kalimat itu mengalir dari bibir lembut seorang ibu, mengajarkan tauhid pada Sang Buah Hati sambil mengusap rambutnya dengan penuh cinta. Terbayang raut wajah teduh keibuan, berbekal sayang bercampur cemas menasihati anaknya yang manja dipangkuan, agar terhindar dari murka Allah.

👳🏽Tapi tidak. Itu ternyata bukan petuah bunda. Itu ternyata adalah *nasihat seorang ayah yang sedang menjalani tanggung jawab kelelakiannya sebagai Muslim untuk mendidik anaknya.* Petuah itu mengalun dari hati seorang lelaki sejati bernama *Luqmanul Hakim*, yang sadar penuh akan titah syariah bahwa kelelakiannya bukan hanya untuk membuahi dan mencari nafkah, tapi juga sebagai pendidik.

⁉Lalu, ke mana Luqman-Luqman itu kini? Ke mana kaum lelaki dan sang Ayah ketika narkoba mengepung anak-anaknya, ketika putranya tertangkap dalam huru-hara tawuran, atau ketika putrinya positif hamil di luar nikah? Yang tampak hanyalah para ibu yang tergopoh tunggang-langgang mengemasi beribu masalah dengan kedua tangan halusnya, sementara suaminya duduk manis di beranda menikmati layanan sehabis pulang kerja. Ketika itu para ibu memang memilih untuk tergopoh, tinimbang memikul rasa pilu dihardik suami dituduh tak becus mendidik anak.

🙍🏻Tergopoh mungkin menjadi takdir seorang istri masa kini, ketika Luqman-Luqman hilang entah ke mana. Yang tersisa tinggallah para suami yang telah mendegradasi perannya sebatas pencari nafkah keluarga belaka, sedangkan peran lainnya telah didelegasikan kepada sang istri. Seakan hak seorang lelaki tersaji dari langit begitu besarnya, bahkan hak untuk mendelagasikan tanggung jawab domestik apa pun. Karena sepertinya kiprah di dunia publik terasa lebih seksi dan bergengsi.

🏦Ruang publik memang seksi. Terasa lebih lapang dan warna-warni bagi para lelaki yang memang tercipta dengan kaki panjang-panjang. Dan menjadi pencari nafkah lebih menjanjikan martabat, karena segepok uang di saku bisa membeli kepatuhan dan memaksakan ketergantungan orang-orang di rumah. Daya pikat dunia luar rumah itu menggoda, bahkan bagi kaum ibu. Karena, bisa menjadi alasan jitu untuk keluar dari kepengapan domestik yang seringkali berakhir tragis, sambil sesekali berjalan di mal-mal membeli harga diri dari uang yang dicari sendiri.

🏡Maka, tersisalah rumah-rumah sunyi dihuni para istri yang ibu rumah tangga, berteman keluh kesah yang terpaksa didengarnya sendiri. Ia mengeluh tentang anak yang keras kepala, atau pornografi yang bersembunyi di kamar tidur, atau tetangga yang gemar bergunjing, atau tentang uang belanja yang makin susut oleh inflasi. Lalu, sang suami membalasnya tak berdaya, "Gajiku hanya segitu". Ia memang hanya bisa mengeluh, karena ia tak lagi punya suami yang piawai berdiskusi tentang anak yang masih mengompol atau tentang kenapa harga bawang melambung.

❓Entah siapa yang mulanya bersalah, sehingga lelaki tak lagi menjadi Luqmanul Hakim yang cakap memimpin, mencari nafkah, menjadi suami dan menjadi ayah. Mungkin saja itu bermula ketika lelaki memutuskan untuk mendegradasikan peran tradisionalnya. Atau barangkali ketika majelis ta'lim tak menawarkan kajian kerumahtanggaan kepada kaum ayah. Sementara, buku dan seminar tentang keluarga tak menganggap laki-laki adalah pasarnya.

❓Siapakah yang bersalah ketika seorang suami tak lagi peka membaca kerling kehendak sang istri yang disiratkan dalam kata bersayap khas perempuan? Majelis Taklim angkat bahu, karena ajakannya untuk mengaji kepada para lelaki selalu ditampik atas dalih waktu yang tersita di perburuan nafkah. Lalu siapakah yang bertanggung jawab kala ayah tak lagi bisa menemani keluh anaknya yang ditikam rasa jatuh cinta dengan teman sekelas? Pengelola seminar dan penerbit buku pun geleng kepala, karena yang selama mereka tahu itu memang urusannya para ibu.

✊🏻Hanya zaman yang tahu seberapa digdayakah seorang perempuan untuk mengemasi seluruh masalah rumah tangga dengan satu tangan, karena tangan yang satu lagi disibukkan oleh pengabdiannya bagi suami tercinta. Beban berat itu hanya dapat mereka adukan kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, karena mereka tak dapat mengadu kepada suami yang telah berubah menjadi tuhan-tuhan kecil, tapi tanpa kasih sayang. Pernah mereka mengadukan hasrat untuk bersekolah lagi, tapi tuhan-tuhan kecil itu melarangnya tanpa sedikitpun empati, beralasan bahwa ibadah perempuan ada di dapur. Pernah mereka merayu untuk turut membantu mencari nafkah, namun lagi lagi tuhan-tuhan kecil itu menampiknya, mengutip firman Tuhan Yang Maha Besar bahwa perempuan harus tinggal di rumah.

Tuhan-tuhan kecil itu merasa telah mendapat mandat dari Tuhan Yang Maha Besar, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, untuk menjadi wakilNya di rumah tangga. Ya, mandat ketuhanan, namun tanpa sifat kasih dan sayang yang justru menjadi akhlaq utama Allah Subhanahu wa Ta'ala. Lalu, jadilah mereka diktator kecil yang memegang firman Tuhan di tangan kanannya, dan tangan kirinya menuding-nuding seisi rumah. Tuhan-tuhan kecil tanpa kasih-sayang ini kemudian membungkam suara-suara kebumian yang merengek dari dalam kamar, menyumpalnya dengan suara-suara langit. Tuhan-tuhan kecil ini minta ditaati secara absolut, berbekal kemampuannya memelintir dan memanipulasi firman Allah yang memang absolut itu.

Tinggallah para orang rumah yang tertindih dan tak dapat mengadu kepada siapa pun kecuali Allah. Tragis, karena mereka justru dituduh oleh orang yang Allah ciptakan sebagai teman mengadu. Dan adalah masuk akal jika tragedi yang lahir dari paradoks pada akhirnya akan berbuah keputusasaan. Dan keputusasaan yang tragis akan melahirkan tragedi-tragedi berkelanjutan. Keputusasaan yang hampa itulah yang akhirnya menakdirkan istri-istri yang bunuh diri, ibu-ibu yang membakar anaknya, atau perempuan-perempuan yang berjualan narkoba.

Tapi itu tak sepenuhnya kesalahan para lelaki. Kita, lingkungan, dan budaya patriarki kita yang feodal tak dapat cuci tangan sepenuhnya, karena kitalah yang telah mendegradasikan peran lelaki hanya sebatas pencari nafkah. Lingkunganlah yang menciptakan para suami yang rasional, namun sekaligus miskin emosional dan kepekaan batin. Budayalah yang melahirkan ayah-ayah yang besar kepala, namun kecil hati. Allah, rasulNya dan agama sama sekali tak dapat dipersalahkan dan turut bertanggung jawab. Karena titah agama teramat jelas, bahwa lelaki adalah pemimpin, suami, ayah, dan teman dalam rumah tangganya. Sedangkan mencari nafkah hanyalah alat bantu untuk menjalankan segala peran dan tanggung jawab itu.

🏡Dunia domestik memang tak mudah. Dan itulah yang membuat para suami, istri, dan anak-anak berlomba dan berpacu untuk meninggalkannya, masuk ke dunia publik yang lebih menggairahkan dan penuh penghargaan. Dunia domestik adalah dunia tanpa pujian, publikasi dan penghargaan, sehingga hanya manusia-manusia tulus yang mengidamkan ridhaNyalah yang akan sanggup bertahan di dalamnya. Dunia domestik itu rutin, monoton dan tanpa imbalan, yang modal dasarnya adalah keikhlasan. Sementara, dunia telah menyebabkan para lelaki menjadi terlalu maskulin, profesional, pragmatis, dan publikatif.

📝Padahal, nun di Madinah sana lima belas abad silam, ketika Allah menurunkan ayat-ayat khusus untuk perempuan, ketika turun ayat ayat tentang rumah tangga dan pendidikan anak, Rasulullah Saw justru mengumpulkan para lelaki di masjidnya. Beliau sampaikan isinya dan beliau jelaskan maksudnya.. Lalu pada akhirnya beiau bersabda, _*"Pulanglah kalian, dan sampaikanlah kepada istri-istri dan anak-anak perempuan kalian".*_ Beliau, Shalallahu 'alaihi wassalam, adalah suami yang menumbuk tepung, mencuci pakaian, dan tahu cara menyenangkan istri-istrinya.

*Adalah kita yang harus memulai perubahan dan melahirkan kembali Luqmanul Hakim-Luqmanul Hakim yang baru.* Khotbah-khotbah Jumat perlu membahas tentang menjadi suami. Kantor-kantor tempat lelaki mencari nafkah perlu mengadakan kajian kerumahtanggaan. Masjid-masjid pasar tempat sang ayah berdagang perlu berceramah tentang pendidikan anak. Seminar-seminar komersial dan para penerbit buku perlu peduli dengan tema lelaki dan rumah tangga.***

👳🏽Penulis adalah psikolog, konsultan pendidikan, Dewan Pakar Masjid Salman ITB, dan konsultan SDM

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Parcel makanan di hari lebaran?Itu mah biasa.Inii baru luar biasa,Parcel paket edukatif nan ekonomis.Harga jutaan kok ek...
24/06/2016

Parcel makanan di hari lebaran?
Itu mah biasa.

Inii baru luar biasa,
Parcel paket edukatif nan ekonomis.

Harga jutaan kok ekonomis?
Iya donk,
Kan ga habis sekali makan 😘
bisa dipake berkali-kali..

Parcelnya aweeetttt..😍

Mau parcel yg beda?
Pilih parcel hemat mu sekarang juga ;)

31/05/2016

Energi positif tetap saja dihembuskan sama sang ibu supervisor Arma Mareta, setelah beberapa hari ini gak bisa posting2 karena suatu alasan. Ya. Itu juga salah satu yang bikin betah jadi book advisor. Sebenernya bukan sekedar keuntungan materi, tapi ada lah tu yang lebih pokok.



Jajan awet untuk nutrisi otak dan insya Allah bisa jadi investasi dunia akhiratHayo ... apa ada buku untuk balita yang l...
26/05/2016

Jajan awet untuk nutrisi otak dan insya Allah bisa jadi investasi dunia akhirat

Hayo ... apa ada buku untuk balita yang lebih eksklusif dari Halo Balita?
Yang biasa-biasa aja sih banyak

Note;
Ada diskon menarik juga ni ayah bunda mulai tanggal 25 s.d 29 Mei 2016
Yuk mariii...

Beli dan buktikan!!!!

Semoga yang baca postingan ini, dimudahkan rejekinya sama Allah Ta'ala agar dapat memiliki koleksi buku-buku bergizi ini...
24/05/2016

Semoga yang baca postingan ini, dimudahkan rejekinya sama Allah Ta'ala agar dapat memiliki koleksi buku-buku bergizi ini dan ilmunya barokah.
Aamiin.
Yakin deh efek dari virus baca sangat berbahaya bagi ketidaktahuan dan kegelapan ilmu.
Coba dan buktikan!!!


Yakin nih bangga jadi book advisor?Alhamdulillah, 100% insya Allah bangga pake banget!!!Apalagi kalo udah banyak yang ke...
23/05/2016

Yakin nih bangga jadi book advisor?
Alhamdulillah, 100% insya Allah bangga pake banget!!!
Apalagi kalo udah banyak yang kena sama virusnya, tambah lagi... tambah terus deh bangganya :D

Hayu.... coba dan buktikan!!!



Kehadiran buku buku berkualitas sejak dini dapat menumbuhkan rasa dan pemikiran betapa pentingnya buku dan membaca saat ...
23/05/2016

Kehadiran buku buku berkualitas sejak dini dapat menumbuhkan rasa dan pemikiran betapa pentingnya buku dan membaca saat dewasa.

Para ortu dari anak anak ini berbagai macam cara mendapatkan bukunya, ada yang cash, dan sebagian besar dengan arisan.

Mari berarisan buku bermutu. ^^


Di kala e pen all product pun muncul di peredaran..Daaaan terlebih selagi harganya BELUM NAIK PLUS DITAMBAH DISKON 20%.....
22/05/2016

Di kala e pen all product pun muncul di peredaran..
Daaaan terlebih selagi harganya BELUM NAIK PLUS DITAMBAH DISKON 20%..
Apa yang akan Ayah Bunda lakukan??

AMANKAN DULU BUKU DAN E PEN ALL PRODUCT INI!




10 tahun lebih bisa berjaya dan jadi best seller, bukan suatu kebetulan.Emang karena segalanya istimewa deh, Te-O- Pe Be...
22/05/2016

10 tahun lebih bisa berjaya dan jadi best seller, bukan suatu kebetulan.
Emang karena segalanya istimewa deh, Te-O- Pe Be-Ge -Te!!!!
Paket bukunya istimewa, yang beli istimewa, yang baca istimewa. Semua... IsTiMeWa :D

Mau tau apa saja keistimewaannya?
Hayu deh gak usah sungkan tanya, biar gak sesat di persimpangan. Uwoke?

Halo ayah bunda, sila pilih dehMau anandanya anteng sama tayangan yang ada di layar TVAtau anteng sama buku bergizi yang...
22/05/2016

Halo ayah bunda, sila pilih deh
Mau anandanya
anteng sama tayangan yang ada di layar TV
Atau
anteng sama buku bergizi yang super duper kece badai begini?

Ayah bunda, ini dia ni buku untuk balita yang paling ngehits seantero jagad ortu cerdas shalih shalihaHarusnya si gak me...
22/05/2016

Ayah bunda, ini dia ni buku untuk balita yang paling ngehits seantero jagad ortu cerdas shalih shaliha

Harusnya si gak mesti pikir panjang kali lebar ya buat miliki paket bukunya ;)

ide dekorasi panggung puncak tema/pentas seni anak
19/05/2016

ide dekorasi panggung puncak tema/pentas seni anak

Address

Tasikmalaya
46261

Telephone

+6285223349457

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sentra Anak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category