27/08/2014
Segeralah Kerjakan Kebajikan Setelah Keburukan !
Saudaraku…
Tatkala Anda terjerumus dalam kemaksiatan, segeralah iringi dia dengan kebajikan-kebajikan, kerena kebajikan dapat menghapuskan keburukan tersebut.
Dari Ibnu Mas’ud bahwa seorang laki-laki melakukan dosa kerena mencium seorang wanita (yang bukan mahromnya). Lalu ia datang kepada nabi dan memberitahukan kepada beliau, maka Allah menurunkan ayat ini,
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Huud : 114)
Maka laki-laki tersebut bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ini buatku ?”. Beliau menjawab, “ untuk umatku seluruhnya.” (HR. al-Bukhori, No. 526)
Nabi bersabda, “Dan iringilah keburukan dengan kebajikan maka kebajikan itu akan menghapuskan keburukan tersebut.” (HR. Ahmad, 5/153 dan at Tirmidzi, no.1987. ia menilainya sebagai hadits hasan shahih)
Nabi membuat perumpamaan untuk hal itu seraya bersabda, “Perumpamaan orang yang melakukan amal keburukan kemudian melakukan amal kebajikan adalah seperti seseorang yang dikurung dengan baju besi yang sempit dan mencekiknya. Kemudian ia melakukan amal kebajikan lalu terlepas satu lingkaran besi, kemudian melakukan kebajikan lainnya lalu terlepas satu lingkaran lainnya sehingga ia dapat keluar ke bumi.” (HR. ath Thabrani dari hadis Uqbah bin Amir)
(Syaikh Dr. Muhammad bin Abdullah ad-Duwaisy, Sabil an-Najah Mun Su’mi al-Ma’shiyyah, hal.31)