29/06/2021
*SIFAT SIFAT ANAK DALAM AL-QUR'AN*
Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an menyifati anak-anak dengan tiga hal;
1). Sebagai penyejuk mata (qurrata a’yun)[1],
2). Sebagai fitnah (cobaan)[2] bahkan
3). Sebagai musuh bagi orang tuanya.[3]
Ketiga sifat itu ditentukan oleh bagaimana perilaku anak.
Karena perilaku anak banyak dipengaruhi oleh pendidikan yang diterimanya maka orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi penyejuk mata dan penolongnya di dunia maupun akhirat perlu memperhatikan pendidikan anak-anaknya.
Allah swt. menjelaskan kewajiban ini dalam surat At Tahrîm ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”[4]
Diriwayatkan bahwa ketika ayat ini turun, Umar bin al-Khattab r.a berkata:
يا رسول الله، نقي أنفسنا، فكيف لنا بأهلينا؟
“Wahai Rasulullah, kami sudah menjaga diri kami, bagaimana cara menjaga keluarga kami ?”
Rasulullah saw. menjawab:
تنهونهم عما نهاكم الله عنه، وتأمرونهم بما أمركم الله به
“kalian larang mereka mengerjakan apa yang kalian dilarang Allah mengerjakannya dan kalian perintahkan mereka melakukan apa yang Allah perintahkan kalian mengerjakannya.”[5]
Oleh karena itulah ‘Amr bin Utbah berkata kepada guru anaknya:
ليكن أول إصلاحك لولدي إصلاحك نفسك، فإنّ عيونهم معقودة بعينك، فالحسن عندهم ما صنعت، والقبيح عندهم ما تركت…
“Hendaklah yang pertama engkau lakukan dalam memperbaiki anakku adalah memperbaiki dirimu sendiri, karena sesungguhnya pandangan matanya terikat dengan dirimu, yang baik baginya adalah apa yang engkau lakukan dan yang buruk baginya adalah apa yang engkau tinggalkan.”[6]
Allaahu A’lam.
[1] QS. Al Furqan: 74
[2] QS. At Taghâbun: 15
[3] QS. At Taghâbun: 14
[5] Abdurrahman bin Muhammad al Qummas, Al-Hâwî Fi Tafsîr al-Qur’ân al-Karîm (UEA: Maktabah Syamilah, 2009), Juz 311, hlm. 62; Al Qurthuby, Al-Jâmi’ Li Ahkâm al-Qur’ân (Kairo: Dâr al-Kutub al-Mishriyah, 1964), Juz 18, hlm. 196.
[6] Ibn ’Abd Rabbih al-Andalusi, Al-’Aqd al-Farîd, Cet. I. (Beirut: Dâr al-Kutub al-Ilmiyyah, 1404), juz 2, hlm. 272; Abdullâh Nâshih Ulwân, Tarbiyatu Al-Awlâd Fî al-Islâm, Juz 2, hlm. 637.
tulisan ini jika bermanfaat,
berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran
📲 via WhatsApp
🔗https://bit.ly/Member-TN
📲 via Telegram
🔗https://t.me/TN_TASQ
Semoga informasi ini bermanfaat.
Business Account