12/05/2013
AYAH BUNDA, TOLONG AKUUUUUUU!!!!!!
Pernahkah kita merenungkan apa yang sudah kita berikan dan lakukan pada buah hati kita? Apakah kita merasa sudah memberikan yang terbaik sehingga lalai dan tidak aware terhadap informasi yang masuk pada buah hati kita?
Ayah Bunda,
Otak bayi dan balita dibawah 3 tahun selalu berada dalam kondisi alfa, hal ini menyebabkan si jenius kita menyerap seluruh informasi yang masuk tanpa difilter, masuk mentah-mentah. Pada usia ini bayi dan balita kita juga belum memiliki perangkat untuk memilah mana yang benar dan mana yang buruk.
Ayah Bunda,
Informasi masuk ke otak bayi dan balita bisa dari mana saja, termasuk akses yang kita berikan secara sadar dan sengaja, misalnya:
TELEVISI
Televisi merupakan media komunikasi satu arah yang mampu mempengaruhi alam bawah sadar karena pesannya yang berulang (misalnya iklan). Televisi juga mampu menanamkan pembentukan perilaku secara tidak sadar karena kemasan komunikasinya yang menarik. Banyak dari kita membiarkan bayi dan balita menonton televisi tanpa pengawasan Ayah Bunda. Hal ini berbahaya loh yahbun, karena bayi dan balita kita akan melalap habis setiap audio dan visual dan menyerapnya ke dalam otak.
GAME
Sadar atau tidak Ayah Bunda kadang membiarkan anak bermain game tanpa pengawasan, alasannya agar Ayah Bunda bisa leluasa melakukan kegiatan tanpa diganggu. Sering sekali kita temukan balita kita mengendalikan sendiri gadget yang penuh berisi game. Salah memberikan jenis game pada anak dapat merusak amygdalanya loh YahBun, hal ini berdampak terjadi penanaman opini dan perilaku bahwa apa yang dilakukan tokoh dalam game itu benar, bayangkan bagaimana jika buah hati kita bermain menyakiti binatang (efek violence di Talking Tom), membunuh binatang (ant smasher), bahkan ada game dengan adegan bunuh membunuh segala, Nauzubillaah yaa YahBun.
VIDEO (FILM) ANAK
Loh, bayi dan balitaku kan nonton video anak, edukatif lagi, masa salah? Hehehe...tenang dulu YahBun, video anak memang sepertinya aman. Karena bentuknya yang animasi maka sebagian besar orang tua menganggap itu memang tontonannya anak-anak. Namun mari kita lebih kritis dan menganalisa lebih dalam lagi, banyak sekali video dan film anak yang memberikan masukan tidak semestinya bagi buah hati kita. Misalnya saja adegan bullying, kekerasan dan pornografi. Loh, masa sih? Oke mari kita lihat contohnya yaa YahBun.
- Apakah balita kita tertawa melihat adegan binatang saling ngejahatin temennya di film Doong Doong, Gazoon, Larva, Shaun The Sheep, Tom & Jerry? Wah YahBun, itu kan Bullying yah? Kok diketawain sih, gimana coba kalau anak kita jadi pembully atau terbully? ga mau kan yahBun?
- Apakah balita kita gemes waktu tokoh2 kartun saling ngeledek dan berujung pada pemukulan tokoh lain di film Tom & Jerry, Shaun The Sheep, Bernard Bear? Wah YahBun bukankan itu violence? Aduuh ngeri deh bun kalo buah hati kita sampai ikutan.
- Apakah balita kita tertawa ketika Shinchan melakukan hal-hal seperti membuka celananya dan menunjukkan pantatnya? Ketika Shinchan menggoda wanita dewasa? Ketika SpongeBob atau Mr. Krabs bicara sambil tidak pakai baju? Aduuuhhh YahBun, bukankan ini pornografi? Kalau buah hati kita mencontoh bagaimana?
Sebagian besar film-film tersebut masih tayang hingga saat ini yaa Yahbun. Maka sebaiknya kita mengawasi tontonan si cerdas yaa YahBun. Tapi, anakku nontonnya Dora The Explorer, Barney, Elmo / Sesame Street, kan Bagus itu, edukatif. Yakin YahBun? Jika YahBun mau meluangkan waktu sedikit meriset acara-acara tersebut maka YahBun bisa loh menemukan hal-hal diluar perkiraan YahBun.
Waaah YahBun, apa yang sudah kita berikan yaa pada buah hati kita??? Y_Y (Nangis Bombay) kadang kita sebagai Ayah Bunda lalai dan kurang memperhatikan asupan informasi apa yang sudah kita berikan pada bayi dan balita kita tercinta.
Mari perbanyak kegiatan bersama bayi dan balita kita, kurangi TV, kurangi Gadget, kurangi Video. Mari kita menolong buah hati kita terhindar dari perilaku bullying, violence dan pornografi. Jiwanya menjerit meminta pertolongan Ayah Bundanya.