HIJAB BOLAK BALIK

HIJAB BOLAK BALIK Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from HIJAB BOLAK BALIK, Shopping & retail, CILEDUG, Tangerang.

Jilbab segi4 umama bahan polister harga 25rb
27/02/2017

Jilbab segi4 umama bahan polister harga 25rb

18/02/2017
Pasmina instan 2 lubangSimple dan praktis.tanpa jarum pentul. Tinggal slup...Pengen pakai pasmina tp ribet dililit2 sana...
18/02/2017

Pasmina instan 2 lubang
Simple dan praktis.tanpa jarum pentul. Tinggal slup...
Pengen pakai pasmina tp ribet dililit2 sana sini... pake jarum pentul tp takut kena baby... yuk pakai ini...

Harga 50.000
Bahan boble pop

17/02/2017
07/02/2017

_*DAGANG*_


Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memiliki produk, katakanlah keripik ubi. Untuk dapat masuk ke sebuah supermarket besar, produk ini harus melewati sekian uji-saring ketat, dari kualitas hingga kemasan. Dan akhirnya iapun diterima, terpampang agak tersembunyi di salah satu sudut raknya.

Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah konsinyasi; tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang laku. Laporan bisa diambil sekaligus sisa barang. Lalu pembayaran tunai baru akan diterima secepat-cepatnya sebulan kemudian.

Total empat bulan.

Tapi kalau si pemilik usaha amat kecil ubi ini pada saat menyetorkan dagangannya hendak beli beras atau gula di supermarket itu, bisakah ia minta dihitung nanti dari hasil dagangannya? Tidak. Dia harus membayar tunai. Saat itu juga.

Inilah tata ekonomi, di mana orang miskin membiayai orang kaya. Pemilik usaha kecil itulah yang menopang bisnis para pemodal besar supermarket.

Maka kita selalu bahagia pergi ke pasar tradisional, karena kita akan menemukan nilai-nilai yang amat mahal. Saking mahalnya, 500 orang terkaya di dunia versi Forbes bersekutupun takkan sanggup membelinya.

Tempo hari, terlihat di Pasar Prawirotaman Yogyakarta, seorang ibu penjual bawang merah dan putih yang asyik mengupasi sebagian dagangan yang sudah keriput kulitnya. Tak banyak yang disandingnya, hanya setampah kecil sahaja.

Lalu seorang lelaki yang lebih muda, sambil tersenyum ke sana kemari menjajakan pisang satu lirang saja, yang dilihat keadaannya memang hanya akan bagus kalau dimakan hari ini segera. Besok tidak.

Dan tetap asyik dengan pisaunya, sang ibu mendongak, lalu berkata dengan tawa ringan yang memamerkan giginya, "Tolong pisangnya gantungkan di cantelan motorku itu ya Dik, ini uangnya ambil ke sini."

"Ya Mbak, lima ribu saja buat Njenengan."

Maka ketika si Mas usai menaruh pisang itu, sang ibu menyumpalkan tiga uang lima ribuan ke tas plastik si Mas yang berisi jajanan ketika dia mendekat.

Semula lelaki itu tak menyadarinya, tapi setelah berjalan beberapa langkah dia kembali. "Weh, kebanyakan Mbak", katanya.

"Tidak apa-apa, buat jajan anakmu lho Dik. Lagipula pisang segini banyak ya ndak mungkin 5000 to."

"Ndak. Memang segitu harganya Mbak. Jajannya juga sudah ada kok ini." Lalu uang itu dikembalikannya. Tak mau kalah, Si Ibu segera menyusul Si Mas yang berlari. Memasukkan lagi uang lebihan 10.000 itu ke tas plastiknya. Si Mas tersenyum geleng-geleng kepala. Lalu dengan penuh kesopanan, dia pamit pergi.

Siang hari ketika si Ibu hendak pulang, seorang pedagang bakso menghampirinya. "Ini mbak, baksonya."

"Lho saya tidak pesan itu?"

"Lha tadi Mase penjual pisang yang memesankan itu. Terus dia bilang diracik sama ngasihkannya nanti saja kalau Njenengan mau pulang."

"O Allah... Rejeki. Sembah nuwun Gustiiii..."

Adakah engkau temukan di tempat belanjamu orang saling berrebut untuk membahagiakan sesamanya seperti ini? Ah, mungkin sesekali kau perlu pergi ke pasar yang kaulihat becek dan sumpek itu. Sebab di sana ada yang tak dapat kaubeli dengan harta, tapi dapat kaurasakan mengaliri hatimu dengan sejuta haru dan makna.
*Semoga bermanfaat

_*DAGANG*_Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memil...
16/01/2017

_*DAGANG*_


Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memiliki produk, katakanlah keripik ubi. Untuk dapat masuk ke sebuah supermarket besar, produk ini harus melewati sekian uji-saring ketat, dari kualitas hingga kemasan. Dan akhirnya iapun diterima, terpampang agak tersembunyi di salah satu sudut raknya.

Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah konsinyasi; tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang laku. Laporan bisa diambil sekaligus sisa barang. Lalu pembayaran tunai baru akan diterima secepat-cepatnya sebulan kemudian.

Total empat bulan.

Tapi kalau si pemilik usaha amat kecil ubi ini pada saat menyetorkan dagangannya hendak beli beras atau gula di supermarket itu, bisakah ia minta dihitung nanti dari hasil dagangannya? Tidak. Dia harus membayar tunai. Saat itu juga.

Inilah tata ekonomi, di mana orang miskin membiayai orang kaya. Pemilik usaha kecil itulah yang menopang bisnis para pemodal besar supermarket.

Maka kita selalu bahagia pergi ke pasar tradisional, karena kita akan menemukan nilai-nilai yang amat mahal. Saking mahalnya, 500 orang terkaya di dunia versi Forbes bersekutupun takkan sanggup membelinya.

Tempo hari, terlihat di Pasar Prawirotaman Yogyakarta, seorang ibu penjual bawang merah dan putih yang asyik mengupasi sebagian dagangan yang sudah keriput kulitnya. Tak banyak yang disandingnya, hanya setampah kecil sahaja.

Lalu seorang lelaki yang lebih muda, sambil tersenyum ke sana kemari menjajakan pisang satu lirang saja, yang dilihat keadaannya memang hanya akan bagus kalau dimakan hari ini segera. Besok tidak.

Dan tetap asyik dengan pisaunya, sang ibu mendongak, lalu berkata dengan tawa ringan yang memamerkan giginya, "Tolong pisangnya gantungkan di cantelan motorku itu ya Dik, ini uangnya ambil ke sini."

"Ya Mbak, lima ribu saja buat Njenengan."

Maka ketika si Mas usai menaruh pisang itu, sang ibu menyumpalkan tiga uang lima ribuan ke tas plastik si Mas yang berisi jajanan ketika dia mendekat.

Semula lelaki itu tak menyadarinya, tapi setelah berjalan beberapa langkah dia kembali. "Weh, kebanyakan Mbak", katanya.

"Tidak apa-apa, buat jajan anakmu lho Dik. Lagipula pisang segini banyak ya ndak mungkin 5000 to."

"Ndak. Memang segitu harganya Mbak. Jajannya juga sudah ada kok ini." Lalu uang itu dikembalikannya. Tak mau kalah, Si Ibu segera menyusul Si Mas yang berlari. Memasukkan lagi uang lebihan 10.000 itu ke tas plastiknya. Si Mas tersenyum geleng-geleng kepala. Lalu dengan penuh kesopanan, dia pamit pergi.

Siang hari ketika si Ibu hendak pulang, seorang pedagang bakso menghampirinya. "Ini mbak, baksonya."

"Lho saya tidak pesan itu?"

"Lha tadi Mase penjual pisang yang memesankan itu. Terus dia bilang diracik sama ngasihkannya nanti saja kalau Njenengan mau pulang."

"O Allah... Rejeki. Sembah nuwun Gustiiii..."

Adakah engkau temukan di tempat belanjamu orang saling berrebut untuk membahagiakan sesamanya seperti ini? Ah, mungkin sesekali kau perlu pergi ke pasar yang kaulihat becek dan sumpek itu. Sebab di sana ada yang tak dapat kaubeli dengan harta, tapi dapat kaurasakan mengaliri hatimu dengan sejuta haru dan makna.
*Semoga bermanfaat

🌸🌸 Bergo Syiria Jumbo 🌸🌸 Tampil syari'i tanpa ribet✅Bahan Hyget Sutra✅Lembut dan Adem✅All size fit to XL      Panjang De...
16/01/2017

🌸🌸 Bergo Syiria Jumbo 🌸🌸

Tampil syari'i tanpa ribet

✅Bahan Hyget Sutra
✅Lembut dan Adem

✅All size fit to XL
Panjang Depan : 80 cm
Panjang Belakang : 110 cm

➡Harga : 60.000

🌸 HANDSHOCK MUSLIMAH🌸✅Handshock akhwat dengan bahan spandek korean yang adem dan nyaman dipakai untuk menutupi aurat tan...
11/01/2017

🌸 HANDSHOCK MUSLIMAH🌸

✅Handshock akhwat dengan bahan spandek korean yang adem dan nyaman dipakai untuk menutupi aurat tangan.

✅Panjang (setelah ditarik) = 30-40 cm

✅Harga = 20.000
Beli 3 = 17.000

*UNTUK TEMAN2 YG PUNYA USAHA**REJEKI MU BUKAN DARI CUSTOMER MU*Koq bisa mba ? kalo gk ada yg cusomer trus siapa mau beli...
10/01/2017

*UNTUK TEMAN2 YG PUNYA USAHA*

*REJEKI MU BUKAN DARI CUSTOMER MU*

Koq bisa mba ? kalo gk ada yg cusomer trus siapa mau beli ?

Sahabatku....
Rizki mu itu bukan dari pembelimu, resellermu, pelangganmu...
Rizki mu itu dari Allah
Allah lah yg membolak balikkan hati mereka para pembeli untuk membeli ke kita, mereka itu hanya perantara saja, perantara rizki kita yg lewat melalui mereka

Jadi jangan sedih ,kecewa dan marah kalo ada yg php
di php customer ,curhat di fb, nangis bombay di pojokan, nyerah....

di php ya cari lagi, banyakin customernya

Hai kamu...
yg omsetnya em em an
yg penghasilannya jutaan ,bahkan puluhan juta...
jangan sombong ,jangan takabur...
omset mu em em itu karena atas ijin Allah...
penghasilan mu jutaan itu karena rizki dari Allah
jaringanmu berkembang pesat, bisnismu maju dan berkembang itu juga atas ijin Allah

Allah yg mengijinkan dan meridhoi usaha, ikhtiar dan doa mu

bukan karena usahamu sendiri, tapi karena Allah yg menggerakkan semuanya..
jadi kenapa harus sombong dan takabur ?

Bersyukurlah dan rendah hati lah
Jadilah seorang pebisnis / pengusaha yg low profile, s**a berbagi dan tidak pelit ilmu , itu akan lebih dicintai dan dikenang dengan baik ....

Jadikan bisnismu ,kerjamu, usaha dan ikhtiar mu ibadah, karena Allah semata...
bukan sekedar mengejar dunia
Genggamlah dunia ditanganmu,bukan di hati mu

Selamat menjemput rizki, semoga Allah meridhoi usaha & ikhtiar kita, dan menjadikannya sebagai amal ibadah kita ... aamiin

Semangat 💪😊



(Novita LaVietaButiQ)
Kapten GForce

Address

CILEDUG
Tangerang
15154

Telephone

+6285697257167

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HIJAB BOLAK BALIK posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share