05/06/2022
APA SAJA YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI ASI ???
Proses keluarnya Air Susu Ibu (ASI) sangat dipengaruhi oleh banyak faktor.
Menurut dokter spesialis anak dan konselor laktasi dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, unsur yang sangat berpengaruh dalam produksi ASI adalah hormonal yaitu prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin berperan dalam proses produksi ASI.
Hormon ini diproduksi oleh kelenjar pituitari, berada di dalam otak yang berpengaruh terhadap berbagai fungsi fisiologis tubuh.
Prosesnya, saat bayi menyusu, rangsangan sensorik akan dikirim ke otak, lalu direspon otak dengan mengeluarkan hormon prolaktin yang akan kembali menuju payudara melalui aliran darah serta merangsang sel-sel pembuat ASI untuk memproduksi ASI. Nah, jumlah hormon prolaktin yang diproduksi oleh pituitari dipengaruhi oleh jumlah nutrisi yang dikonsumsi ibu. Selain itu juga dipengaruhi oleh frekuensi hisapan bayi, semakin sering frekuensinya maka hormon yang diproduksipun semakin banyak. Hormon lain yagn terkait pada proses keluarnya ASI adalah oksitosin. Hormon ini berperan untuk merangsang keluarnya ASI. Dalam istilah lain, hormon oksitosin seringpula disebut hormon cinta. Pasalnya, dipengaruhi oleh suasana hati sang ibu. Prosesnya, rangsangan dari isapan bayi saat menyusu akan diteruskan menuju hipotalamus yang memproduksi hormon oksitosin. Selanjutnya hormon oksitosin akan memacu otot-oto halus di sekitar sel-sel pembuat ASI untuk mengeluarkan ASI. Otot-otot tersebut akan berkontraksi dan mengeluarkan ASI. Proses ini disebut let down reflect (refleks keluarnya ASI).
Ibu menyusui penting untuk menjaga suasana hati dan jiwa agar dalam kondisi baik dan bahagia. Bila ibu dalam kondisi lelah atau stres, produksi hormone oksitosin bisa terhambat. Ujung-ujungnya menghambat proses keluarnya ASI. Nah, selain kedua hormon tersebut, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi produksi ASI di antaranya adalah:
1. Asupan makanan Makanan yang dikonsumsi ibu memengaruhi produksi ASI. Bila makanan yang disantap mengandung gizi seimbang dan teratur, diharapkan kelenjar pembuat ASI dapat bekerja optimal. Maka penuhi kebutuhan kalori, protein, lemak, dan vitamin serta mineral yang cukup. Kemudian, ada bebeberapa makanan yang sebaiknya dihindari kala ibu menyusui di antaranya makanan yang banyak mengandung gula dan lemak. Lalu, makanan yang merangsang seperti cabe, jahe, merica, kopi. Lalu, makanan yang membuat kembung seperti kol, sawi, daun bawang.
2. Kondisi psikis Tak kalah penting adalah kondisi psikis ibu. Keadaan emosi sangat memengaruhi refleks pengaliran susu. Pasalnya, refleks ini mengontrol perintah yang dikirim oleh hipotalamus pada kelenjar bawah otak. Bila ibu sedang dalam kondisi stres, cemas, khawatir, tegang, dan sebagainya, air susu tidak akan turun dari alveoli menuju puting. Umumnya kejadian ini berlangsung apda hari-hari pertama menyusui dimana refleks pengaliran susu belum sepenuhnya berfungsi. Nah, refleks pengaliran susu dapat berfungsi baik bila ibu merasa rileks dan tenang, tidak tegang ataupun cemas. Karena itu, pasti ibu tak kelelahan, tenang, dan istirahat cukup. Peran keluarga, dalam hal ini suami juga penting untuk menjaga kondisi psikis istri agar tetap merasa tenang, menciptakan suasana yang nyaman.
3. Perawatan payudara Sebaiknya perawatan payudara dilakukan saat ibu masih dalam masa kehamilan. Kenapa? Karena perawatan yang benar akan memperlancar produksi ASI. Ya, merangsang payudara akan mempengaruhi hypopise untuk mengeluarkan hormon progesteron, estrogen dan oksitosin lebih banyak lagi. Hormon oksitosin akan menimbulkan kontraksi pada sel-sel lain sekitar alveoli (lubang-lubang kecil di paru-paru) sehingga air susu mengalir turun ke arah puting. Alhasil, bisa diisap bayi.
4. Frekuensi bayi menyusu Semakin ibu sering menyusui bayi, maka produksi ASI juga semakin banyak. Pastikan frekuensi bayi menyusu secara langsung maupun memerah/memompa ASI. Bila ibu jarang menyusui atau berlangsung sebentar maka hisapan anak berkurang. Efeknya, pengeluaran ASI berkurang. Seperti kita tahu, bila mulut bayi menyentuh puting ibu, refleks mengisapnya segera bekerja.
5. Bayi kurang bisa menghisap ASI Adakalanya bayi kurang bisa menghisap ASI dengan efektif. Beberapa faktor yang memengaruhi proses menghisap ini antara lain perlekatan yang kurang sempurna dan struktur mulut dan rahang yang kurang baik.Hisapan bayi yang efektif akan mengoptimalkan rangsangan ke otak yang akan memerintahkan untuk memproduksi hormon prolaktin dan oksitosin.
6 .Pengaruh obat-obatan Obat-obatan yang dikonsumsi mengandung hormon memengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin yang berfungsi dalam pembentukan dan pengeluaran ASI. Apabila hormon-hormon ini terganggu, otomatis memengaruhi pembentukan dan pengeluaran ASI.
7. Alat KB Penggunaan alat kontrasepsi pada ibu yang menyusui dapat memengaruhi jumlah produksi ASI. Karena itu, hendaknya diperhatikan dengan baik pemakaian alat KB yang tepat.
Ibu Menyusui penting untuk menjaga suasana hati dan jiwa agar tetap dalam kondisi tenang dan bahagia.
Suasana Hati yang Bahagia dan fikiran yang tenang akan menstimulasi otak untuk menghasilkan hormon Prolaktin dan Oksitosin yang semakin banyak sehingga dapat merangsang keluarnya ASI.
Sebalik nya, Bila ibu dalam kondisi lelah atau stres, maka produksi hormon oksitosin bisa terhambat. Ujung-ujungnya menghambat proses keluarnya ASI.
maka sebaik nya hindari kondisi tersebut dengan melakukan beberapa cara di bawah ini :
1. Tarik napas dalam, dengarkan napas Anda, coba relaks dan lupakan tekanan yang ada karena bayi Anda jauh lebih berharga daripada tekanan apa pun.
2. Cuci Muka atau Mandi Dengan Air Hangat
3. Dengarkan Musik kesukaan atau makan makanan yang di inginkan
4. Pendampingan oleh suami dan Keluarga
UNTUK CARA MEMPERBANYAK ASI
SELENGKAP NYA BISADI BACA DI :
https://asmiltea.my.id/asimil2