12/07/2024
Alkisah, hiduplah 2 orang anak muda yang saling bersahabat. Katakanlah namanya Imron dan Ahmad. Mereka kemana-mana bersama. Makan bersama. Tidur bersama. Pokoknya, akrab banget.
Seiring berjalannya waktu, mereka terpisahkan karena sesuatu hal. Alhasil, Imron dan Ahmad gak ketemuan dalam kurun waktu cukup lama.
Imron ternyata sekarang bekerja di salah satu perusahaan multinasional di Jakarta. Ia berposisi sebagai Manager. Sementara Ahmad, tak jelas kabarnya.
Suatu ketika, saat di perjalanan, Imron istirahat di salah mesjid di daerah puncak Bogor. Tak sengaja, ia melihat sosok yang penampakkannya mirip Ahmad.
Imron pun menyambanginya. Ahmad yang sedang bersih2 mesjid, disapa oleh sahabat lamanya tersebut,
I: "Hai Ahmad. Kamu Ahmad ya?"
A: "Iya. Kamu imron kan ya? Wah, udah lama banget kita gak ketemu... Makin sukses ya kamu"
I: "Ah, biasa aja mad. Alhamdulillah... Kamu sekarang marbot di mesjid ini?"
A: "Ya gitu deh... Hehe"
I: "Kalau kamu mau, di tempatku ada lowongan pekerjaan. Nanti kamu bisa kerja disana. Kamu kan pinter banget Mad.. Sayang klo cuma jadi marbot"
A: "Ah, bisa aja kamu ron.. Oh ya, yaudah kamu sholat dulu sana. Nanti ngobrolnya kita lanjut ya"
Imron pun masuk ke dalam mesjid dan menunaikan sholat.
Selepas sholat, ia melihat ada bapak tua berpakaian rapi sedang membaca Al-Qu'ran dengan penuh wewangian, ia pun menyapa,
I: "Assalamu'alaikum pak..."
B: "Wa'alaikumussalam..."
I: "Oh ya pak maaf ganggu waktunya. Bapak sepertinya pemilik mesjid ini ya? Bapak kenal sama Ahmad? Saya mau minta izin soalnya mau ngajak dia kerja di tempat Saya..
B: "Ahmad yang mana ya?"
I: "Itu lho pak, yang marbot di mesjid ini..."
B: "Ooh pak Haji Ahmad?"
I: "Bukan pak, yang tadi lagi beres2 di luar mesjid lho pak..."
B: "Iya pak Haji Ahmad?"
I: "Bukan pak, yang barusan ketemu sama Saya di luar itu lho.."
B: "Iya, itu Pak Haji Ahmad. Beliau yang punya mesjid ini. Beliau membangunnya sendiri dengan kerja keras dan jerih payahnya. Di mesjid ini, justru saya lah marbotnya. Cuma pak Haji Ahmad selalu bilang bahwa Saya baiknya memakmurkan masjid saja dengan Al-Qur'an. Yang seharusnya jadi pekerjaaan saya malah sering dia kerjakan sendiri. Katanya, bahagia kalau bisa membersihkan masjid..."
I: "MasyaAllah..." (Sambil terkaget)
B: "Mas tahu hotel yang di depan mesjid? Nah, itu punya Pak Ahmad juga. Cuma pak Ahmad gak mau kelihatan bahwa dirinya orang kaya. Justru hidup dia sederhana banget. Orang yang baru kenal beliau, pasti ngiranya orang gak mampu. Padahal dia pengusaha sukses yang sangat rendah hati..."
So?
Silakan simpulkan sendiri.
Semoga menginspirasi... 😊