SoloBook

SoloBook Fanspage ini dibuat dan dikelola oleh syarqi sebagai sarana untuk berbagi informasi seputar dunia buku (keagamaan) dan literasi.

Melayani penjualan buku agama maupun umum, cetak; buku, majalah, kalender, dll, dan design grafis.

5 alasan kenapa saya milih buku Sirah Nabawiyah yang versi ini? 1. Lebih ringkas dari buku buku Sirah Nabawiyah yg semis...
01/08/2024

5 alasan kenapa saya milih buku Sirah Nabawiyah yang versi ini?

1. Lebih ringkas dari buku buku Sirah Nabawiyah yg semisal. Jadi merasa "wah bisa ni dibaca sampai selesai."

2. Ditulis oleh pakar dan peneliti Siarah Nabawiyah yang diakui, yaitu Syekh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri. Penulis Sirah yang terkenal yaitu buku Rakhikum Makhtum.
O ya buku Sirah Nabawiyah versi ringkas ini ditulis oleh beliau beberapa waktu setelah menulis Rakhikum Makhtum.

3. Hanya memuat riwayat yang oleh penulisnya dinilai sahih, itupun dipilihkan, jadi kamu gak perlu lagi ragu dan bertanya tanya, "Ini sahih gak y?"

4. Ukuran bukunya friendly banget. enak dibawa ke mana mana. Seukuran buku buku novel gitu.

5. Lay out isinya juga enak dibaca, disertai infografis full colour yang menambah setetika dan memudahkan pemahaman.

30/04/2024

Bagaimana agar bisa khusyuk dalam shalat?

1. Memahami fikih shalat dengan baik, gerakan, bacaan juga makna yang terkandung di dalamnya.
2. Hadir di masjid lebih awal sebelum iqamat dikumandangkan. Karena hadir lebih awal tentu akan memberikan ketenangan, sebaliknya mengakhirkan kehadiran akan memicu ketergesaan dan kegelisahan.
3. Memukadimahi shalat wajib dengan shalat sunnah qabliyah, atau tahiyatul masjid. Karena selain sebagai penyempurna pahala juga berfungsi mengkodisikan jiwa untuk bersiap menghadap Allah dalam shalat yang wajib.
4. Mengisi waktu menunggu shalat dengan doa atau zikir.
5. Mengisi sebagian waktu malam untuk shalat sunnah, terutama di sepertiga akhir malam karena waktu waktu itu lebih dekat kepada khusyuk. Dengan demikian diharapkan pada shalat shalat yang lain Allah juga karuniakan kekhusyukan.
6. Berdoa memohon kepada Allah hati yang khusyuk.

20/04/2024

Ramadan telah berlalu.
Adakah kamu masih menemukan jejaknya di dalam bilik hatimu? Atau Ramadan sama sekali tak meninggalkan jejak dalam jiwamu?
Carilah! Carilah jejaknya segera!
Sebelum jejaknya terhapus oleh kelalaian diri dan noda dosa
Carilah jejak ramadan dalam shiyam sunahmu
Carilah jejak ramadan dalam shalat malammu
Carilah jejak ramadan dalam bacaan Qur’anmu
Carilah jejak ramadan dalam sifat dermawanmu
Carilah! Carilah dalam segala jejak kebaikan yang tetap kau pertahankan
Karena takwa tiada mengenal musim
Karena istiqamah adalah pinta yang belasan bahkan ratusan kali terulang dalam doa-doa kita
Semoga kita selalu bertakwa kapan dan di mana pun berada.

29/02/2024

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika ada orang mengatakan,
"Berdoalah kepada Allah" ?
Biasanya yang terlintas: doa = permintaan:
Ya Allah aku minta ini
Yaa Allah aku minta itu
Yaa Allah aku minta ini dan itu

Padahal doa itu gak melulu soal kita minta apa, pakai redaksi doa yang bagaimana.
Tapi doa itu artinya kita beribadah kepada Allah. Ini yang paling utama.
Maksudnya, puji pujian kita kepada Allah, shalat, tasbih, tahmid, takbir dan tahlil juga bisa disebut doa.
Bukankah ketika kita shalat, misalnya, kita berharap shalat kita diterima. Dari sisi inilah ia disebut doa.
Bahkan dalam hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam disebutkan,
“Dzikir yang paling utama adalah laa ilaaha illallah dan doa yang paling utama adalah al-hamdulillah.” (HR. Ibnu Hibban)

Mengapa bacaan tahmid disebut sebagai doa? Bukankah isinya adalah sanjungan kepada Allah?
Ibnul Qayyim menjelaskan, “Karena pujian mengandung cinta dan sanjungan. Sedangkan cinta adalah cara meminta yang paling utama. Orang yang mencintai berarti ia mengharap dan meminta apa yang dicintainya.”
Ingat kisah Nabi Yunus?
Apa doa yang beliau baca ketika berada dalam perut ikan?
Bacaan tahlil dan tasbih (Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inii kuntu minaz-zhalimin)

28/02/2024

Apa itu rezeki?

Apa saja yang manfaatnya bisa atau boleh dinikmati;
makan
pakaian
tempat tinggal
kesehatan
uang
perhiasan
ilmu
hidayah
pangkat
jabatan dll
semua adalah rezeki.
Dan uniknya, masing-masing Allah berikan jatah yang beragam dalam semua jenis rezeki itu;
Rezeki iman/hidayah bertingkat tingkat. Ada yang imannya lemah banget ada yang kuat banget, bahkan ada yang gak iman.
Ilmu, ada yang goblok banget ada yang alim banget.
Kesehatan, ada yang fit banget ada yang sakit sakitan.
Makanan ada yang mau makan apa aja keturutan ada yang mau beli beras aja kesusahan. Ada juga yang makan apa masuk. Ada yang tubuhnya gak bisa nerima jenis makanan tertentu.
Tempat tinggal juga begitu.

"Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki..." (An-Nahl: 71)

28/02/2024

“Ada manusia yang s**a harta hanya untuk kebanggaan dan menyombongkan diri. Kecintaan yang demikian itulah yang tercela. Ada p**a yang mencintai harta dengan maksud untuk ia belanjakan pada hal-hal yang baik, maka kecintaannya pada harta menjadi terpuji.” (Ibnu Katsir sebagaimana dikutip dalam Tafsir Maudhu’i)
Jadi, bukan soal s**a atau gak s**a. Tapi soal mengapa dan untuk apa.

21/02/2024

Kisah Unik
14 Hadits Seharga Satu Rumah
Pelaku utama dalam kisah kali ini adalah dua tokoh besar dalam dua bidang ilmu yang paling agung, yaitu Imam Malik dalam bidang hadits dan Hisyam bin Ammar dalam bidang ilmu Al-Quran. Tentang kemasyhuran Imam Malik dengan Al-Muwatha’nya tak ada yang menyangkal. Adapun Hisyam bin Ammar adalah satu dari dua orang periwayat qiraat dari Ibnu Amir. Hisyam lahir 153 H di Damaskus dan menjadi khatib dan imam qiraat.

Para ulama terdahulu biasanya menyebut kawasan Damaskus dan sekitarnya dengan sebutan Syam. Penduduknya atau para penuntut ilmu dan ulama yang berasal dari sana di sebut Ahlu Syam.

Konon semasa mudanya, Hisyam oleh ayahnya disuruh untuk mendengarkan hadits dari Imam Malik di Madinah. Meriwayatkan hadits dari sang imam adalah sebuah kebanggaan yang diinginkan bahkan oleh para khalifah dan pejabat negara. Untuk cita-cita mulia itu ayah Hisyam rela menjual rumahnya untuk membekali anaknya agar dapat berangkat ke Madinah dan meriwayatkan hadits dari Imam Malik.

Singkat cerita Hisyam sampai di Madinah. Ia memasuki masjid Nabawi tempat majelis Imam Malik berada. Sesampai di majelis, Hisyam menyaksikan semua orang duduk dengan khidmat, khyusuk, seperti permisalan orang Arab dahulu yang mengatakan, “Seolah ada burung yang bertengger di atas kepala mereka.” Artinya mereka seolah tak bergeming karena tak ingin burung terbang karena gerakannya. Lalu Hisyam berkata,
“Wahai Malik, bacakanlah hadits kepadaku.”

Hisyam luput menyadari bahwa ia berada di majelis Imam Malik, berada di Hijaz, bukan sedang berada di wilayah Syam. Ahlu Hijaz memiliki tradisi dan pandangan berbeda dalam pembelajaran hadits. Ahlu Hijaz berpadangan bahwa antara ‘aradh (murid membacakan hadits kepada syekh sementara syekh menyimak melalui hafalannya) dan sama’ (syekh membacakan murid menyimak) sama saja. Sementara penduduk Syam berpandangan bahwa sama’ lebih utama.

Baru saja Hisyam menyelesaikan ucapannya, ‘Bug..! Sebuah pukulan dari para penjaga majelis Imam Malik mendarat di punggungnya. Soal pukulan ini, konon, dalam majelis Imam Malik ada petugas khusus ditugaskan menjaga kondisi majelis agar para peserta mejelis tetap menjaga adab dan kemuliaan mejelis. Sebab mereka sedang mempelajari hadits-hadits Nabi SAW yang mulia. Bila ada yang dianggap mengganggu atau tidak beradab kepada manjelis, maka ia harus rela menerima pukulan dari arah yang tidak mereka sangka.

Hisyam tetap berusaha menyampaikan maksudnya, agar Imam Malik mau membacakan hadits kepadanya. Namun setiap kali ia bicara satu pukulan mendarat di badannya. Akhirnya ia berkata, “Wallahi, wahai Imam, ayah saya mengirim saya ke sini dengan menjual rumahnya agar Anda bisa membacakan hadits kepada saya. Tetapi setelah saya sampai di sini Anda memperlakukan saya seperti ini? Saya benar-benar tidak akan memaafkan Anda.”
Imam Malik lantas menghentikan pelajarannya sejenak lalu berkata, “Dengan apa saya harus menghalalkan apa yang sudah saya lakukan kepadamu?”
Hisyam menjawab, “Para penjaga Anda sudah memukul saya empat belas kali pukuluan. Maka bacakan kepada saya empat belas hadits sebagai penghalalnya.”
Imam Malik lantas membacakan empat belas hadits kepada Hisyam. Sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Imam Malik. Bahkan beliau menolak permintaan Amirul Mukminin Harus Ar-Rasyid ketika datang ke majelisnya dan meminta sang imam agar membacakan hadits untuknya.

Setelah selesai Hisayam berkata, “Tambahkan pukulan kemudian tambahkan hadits untukku.” :D
Perjanjian sudah ditunaikan. Imam Malik lantas menyuruh Hisyam beranjak dari majelisnya.

Apa pelajaran dari kisah di atas?
• Seorang penuntut ilmu yang hendak mendatangi sutu daerah sepatutnya untuk mengetahui tradisi, madzhab keilmuan, dan kebiasaan masyarakat setempat agar tidak salah bersikap.
• Memuliakan ilmu dengan menjaga adab adalah tradisi para salaf sepatutnya dijaga oleh setiap muslim terutama para penuntut ilmu.
• Karunia dan kemurahan Allah untuk Ahlul Qur’an. Hisyam adalah Ahlul Qur’an, penjaga kalam-Nya, maka Allah melunakkan hati Imam Malik untuk membacakan hadits kepadanya. Sesuatu yang tidak beliau lakukan kepada selainnya, bahkan kepada seorang khlaifah sekalipun.
• Keteladanan tentang ketawadhuan dan rasa takut seorang Imam Malik. Beliau seolah tidak ingin tersangkut masalah kezaliman kepada sesama. Maka beliau bersedia menghalalkan meski dengan cara yang tidak biasa beliau lakukan.

*Disadur dari ceramah Syekh Said Al-Kamali dengan penyesuaian redaksional dari saya.

01/02/2024

Kamu Termasuk Orang Kaya

Abdurrahman Al-Hubuli menuturkan, “Suatu ketika aku sedang bersama Abdullah bin Amr Ash, lalu datanglah tiga orang. Mereka lantas mengatakan kepada Abdullah bin Amr,
“Wahai Abu Muhammad, kami tidak punya apa-apa; tidak punya makanan, tidak punya kendaraan, tidak p**a bekal hidup.”
Abdullah bin Amr lantas berkata kepada mereka, “Apa yang kalian inginkan? Jika kalian mau kalian bisa mendatangi kami, dan kami akan memberikan apa yang Allah titipkan kepada kami untuk kalian. Jika kalian mau, kami bisa menyampaikan kebutuhan kalian kepada penguasa. Atau jika kalian mau, kalian bisa bersabar atas kondisi kalian, karena pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguh kaum fakir dari kalangan muhajirin mendahului orang-orang kaya masuk surga pada hari kiamat sepanjang 40 musim.” Mereka lantas berkata, “Jika demikian kami akan bersabar. Kami tidak akan meminta apa pun.”
Kemudian ada seseorang yang berkata, “Aku termasuk kaum fakir dari kalangan muhajirin.”
Abdullah bin Amr lantas bertanya, “Apakah kamu punya istri tempat kamu mencari ketenangan?”
Orang itu menjawab, “Ya.”
Abdullah bin Amr bertanya lagi, “Apakah kamu rumah sebagai tempat tinggal?”
Orang itu menjawab, “Punya.”
“Jika demikian kamu termasuk orang kaya.”
Orang itu berkata lagi, “Saya punya seorang pembantu.”
“Jika begitu kamu selevel dengan para raja,” pungkas Abdullah bin Amr. (HR. Muslim dan Al-Baihaqi)

Karena tidak ada kata terlambat untuk belajar.
24/11/2022

Karena tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Terjemahan plus teks arabnya, Syajaratul Ma'arif.
13/10/2022

Terjemahan plus teks arabnya, Syajaratul Ma'arif.

Jasnawi janga  lupakan sirah nabawiyah
22/05/2022

Jasnawi janga lupakan sirah nabawiyah

Address

Surakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SoloBook posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share