26/11/2016
HATI-HATI ATAS MAKANANMU
Berhati-hatilah terhadap apa yang bakal masuk ke dalam perut kita, juga perut istri dan anak-anak kita. Sebab, makanan yang tidak halal memberi dampak besar dalam diri dan jiwa. Banyak orang tua mengeluh, begitu susahnya memperbaiki suluk diri pribadi dan anak-anaknya. Atau bingung terhadap perkembangan jiwa dan ruhaninya yang memprihatinkan. Tentu banyak sebab yg melatarinya. Dan salah satu diantaranya adalah faktor makanan.
Sahl al-Tusturi rahimahullah berkata:
" من أكل الحرام عصت جوارحه شاء أم أبى، علم أو لم يعلم، ومن كانت طعمته حلالاً أطاعته جوارحه، ووُّفِّقت للخيرات " إحياء علوم الدين.
"Siapa yang makan makanan haram, maka anggota tubuhnya (mudah) bermaksiat, baik ia kehendaki maupun tidak, dia ketahui ataupun tidak. Sebaliknya, siapa yang makanannya dari sumber halal, niscaya anggota tubuhnya (mudah) melakukan ketaatan, serta diberkahi pada kebaikan yang banyak". (Al-Ghazali, Ihya' Ulumud Dien, 2/91).
Bahkan lebih fatal lagi, ternyata makanan tidak halal menjadi petaka bagi kehidupan akhirat. Daging yang tumbuh dari makanan haram, maka neraka yg lebih utama baginya. Demikian p**a, makanan haram adalah sebab doa tidak dikabulkan, seperti disebutkan dalam sebuah riwayat sahih tentang seorang yang telah lusuh berdebu kemudian bedoa. Tapi doanya mentah. Sebab makanan, minuman dan pakaian yg dia pakai berasal dari sumber haram.
Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah berkata:
" أكل الحرام وشربه ولبسه والتغذي به سبب موجب لعدم إجابة الدعاء " جامع العلوم والحكم.
"Makanan, minuman, pakaian, dan gizi yang haram merupakan sebab tidak terkabulnya permohonan do'a". (Ibnu Rajab al-Hambali, Jami' al-Ulum wa al-Hikam, 1/107).
Wallahu A'lam.