Kode fam

Kode fam Prinsip Toko Kami : Kepuasan Anda, Kebahagiaan Kami

JAKARTA, investor.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN masih memiliki outlook yang baik dalam jangka panjan...
18/09/2020

JAKARTA, investor.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN masih memiliki outlook yang baik dalam jangka panjang. Hal itu didukung oleh tingginya spread margin distribusi gas di atas US$ 2 per million metric british thermal unit (MMBTU) atau lebih tinggi dari perkiraan semula. Sedangkan pendistribusian dan transmisi gas PGN juga diharapkan meningkat dalam jangka panjang, seiring dengan proyeksi perbaikan ekonomi nasional. Hal itu mendorong CGS-CIMB Sekuritas Indonesia dan Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PGAS. Dua sekuritas tersebut menilai, penurunan harga PGAS bisa menjadi kesempatan terbaik bagi para investor untuk mengakumulasi saham BUMN distribusi gas ini. Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Michael Audie Benas dan Aurelia Barus mengungkapkan, pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta berpotensi menekan EBITDA dan laba bersih PGN.

Artikel ini telah tayang di Investor.id dengan judul "Momentum Akumulasi Saham PGN"

Read more at: http://brt.st/6NIk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga crude palm oil (CPO) alias minyak sawit mentah diyakini akan memberi sentimen pos...
15/09/2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga crude palm oil (CPO) alias minyak sawit mentah diyakini akan memberi sentimen positif bagi harga saham emiten perkebunan alias agrikultur.

Asal tahu saja, harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) kembali mencetak rekor. Mengutip data Bloomberg, Senin (14/9) harga CPO kontrak pengiriman Oktober 2020 di Bursa Malaysia Derivatif naik 3,32% mencetak rekor tertinggi ke RM 2.902 per ton. 

Namun, di tengah kenaikan harga CPO tersebut, indeks saham agrikultur masih mengalami penurunan 21,91% sejak awal tahun hingga perdagangan Senin (14/9). 

Analis Philip Sekuritas Michael Filbery menjelaskan pada kondisi saat ini, saham-saham subsektor agrikultur masih layak dikoleksi karena sejalan dengan kondisi harga CPO di sepanjang tahun ini yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. 

Peningkatan harga CPO didukung rata-rata produksi dan stok CPO yang lebih rendah di tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. 

"Hal ini masih dapat mengimbangi penurunan permintaan dari negara-negara tujuan ekspor," jelas Michael kepada Kontan, Selasa (15/9). 

Asal tahu saja, ekspor CPO Malaysia periode Januari-Agustus 2020 telah mengalami penurunan 21,7% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. 

Di sektor agrikultur, Michael merekomendasikan beli saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Sebab AALI mampu mencetak kenaikan kinerja penjualan hingga paruh pertama tahun ini 6,5% secara tahunan (yoy), meskipun terdapat penurunan produksi dan penjualan. 

AALI menunjukkan progres replanting yang cukup baik sehingga umur rata-rata tanaman menjadi lebih muda dibandingkan peers.

Michael masih menyukai LSIP karena kestabilan produksi dan extraction rate di tengah tantangan cuaca panas. LSIP juga mencatatkan laba bersih  yang naik signifikan hingga 855% yoy di tengah penurunan penjualan, didukung oleh kenaikan harga CPO dan efisiensi operasional.

Michael memberikan target harga bagi saham AALI di level Rp 14.700 dan LSIP di harga Rp 1.410. Adapun pada penutupan perdagangan Selasa (15/9) harga AALI berada pada level Rp 10.925 dan

(kontan.co.id)

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten jamu dan farmasi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mengumumkan jadwal pe...
09/09/2020

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten jamu dan farmasi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mengumumkan jadwal pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham atau stock split.

Melalui pengumuman perseroan di harian Bisnis Indonesia edisi Selasa (8/9/2020), emiten berkode saham SIDO tersebut menyatakan akan memulai perdagangan saham dengan nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi pada Senin (14/9/2020) mendatang.

Adapun, perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai akan berlangsung dua hari setelahnya yakni Rabu (16/9/2020).

Sementara, akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan pada akhir pekan ini, Jumat (11/9/2020).

Manajemen menjelaskan, sehubungan dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Kamis (27/9/2020) lalu, pemegang saham menyetujui aksi korporasi tersebut dengan perubahan nilai nominal saham Rp100 per saham menjadi Rp50 per saham.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Direktur Keuangan Sido Muncul Leonard menyampaikan sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan stock split dengan rasio 1:2.

“Kita pecah dari satu menjadi dua, dari 15 miliar (jumlah saham yang beredar) menjadi 30 miliar,” kata Leonard dalam paparan publik perseroan yang difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia, Kamis (27/8/2020).

Lebih lanjut, Leonard menyampaikan tujuan perseroan melakukan stock split adalah untuk meningkatkan likuiditas.

“Tujuannya adalah meningkatkan likuiditas supaya banyak investor ritel lainnya bisa investasi di SIDO,” sambungnya.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham SIDO pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (8/9/2020) berada di level Rp1.410. Andaikata, harga saham SIDO masih berada di rentang harga tersebut hingga tiga hari ke depan, harga saham SIDO setelah stock split akan berada di level harga Rp700-an.

------------------------------
Koleksi ah ...

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 pemerintah mengalokasikan dana sebesa...
06/09/2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 19,7 triliun untuk lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 118/PMK/06/2020 tentang Investasi Pemerintah dalam Rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Beleid ini berlaku mulai tanggal 2 September 2020. 

PMK 118/2020 ini merupakan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2020 tentang Perubahan astas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Serta Penyelamatan Ekonomi Nasional.

Sehingga, melalui PP 23 Tahun 2020, pemerintah mengalokasikan anggaran investasi pemerintah dalam program PEN 2020 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 yang merubah postur ABPN tahun ini akibat pandemi.

Dengan payung hukum tersebut, pemerintah telah menyepakati ada lima BUMN yang mendapatkan dana segar. Pertama, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sebesar Rp 8,5 triliun. Kedua, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) senilai Rp 3 triliun. Ketiga, PT Perkebunan Nusantara (Persero) sebesar Rp 4 triliun. Keempat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Rp 3,5 triliun, Kelima, PT Perum Perumnas (Persero) yakni Rp 700 miliar.

Nah, dalam PMK 118/2020, investasi pemerintah dalam program PEN dilaksanakan dengan mempertimbangkan lima penilaian terhadap lima BUMN tersebut. 

Pertama, pengaruh atau dampak terhadap hajat hidup masyarakat. Kedua, eksposur terhadap sistem keuangan.

Ketiga, peran calon penerima investasi. Keempat, kepemilikan pemerintah dalam BUMN calon penerima investasi. Kelima, total aset yang dimiliki BUMN.

---------------------------------
GOOD NEWS, BAD PERFORMANCE

Klo lihat chart nya udah cukup tinggi, sepertinya kurang recomended buat swing buy ..

  Masih mungkin untuk terbang ...
24/08/2020


Masih mungkin untuk terbang ...

TOWRcheck it ...
23/07/2020

TOWR
check it ...

Inspirasi pagi ... Kira2 naik gak ya klo dpt sentimen positif ini ... BBRI(the jakarta post)
16/06/2020

Inspirasi pagi ...
Kira2 naik gak ya klo dpt sentimen positif ini ...
BBRI

(the jakarta post)

Aksi profit taking para investor hari ini tidak pandang bulu, seluruh indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia (...
10/06/2020

Aksi profit taking para investor hari ini tidak pandang bulu, seluruh indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau berada di zona merah.

Nasib yang serupa juga terjadi pada Badan Usaha Milik Negara, terpantau mayoritas perusahaan berpelat merah ini diperdagangkan di zona merah juga. Indeks IDXBUMN20 yaitu indeks dengan konstituen 20 BUMN di Indonesia terpantau anjlok 4,31%.

(berita online CNBC, 10 Juni 2020)

duh .. warning buat yg penya REKSADANA di simas fund .... mimin udah lama lepas tuh reksadana ... mimin udah collect WIK...
26/05/2020

duh .. warning buat yg penya REKSADANA di simas fund .... mimin udah lama lepas tuh reksadana ...

mimin udah collect WIKA dr kemaren dan BBRI udah collect bertahap semoga segera meroket

😁😁😁

yg udah dpt THR dah perhitungkan blm buat apa ... keep saving for better future ..
20/05/2020

yg udah dpt THR dah perhitungkan blm buat apa ...
keep saving for better future ..

inspirasi pagi ...
19/05/2020

inspirasi pagi ...



Address

Surakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kode fam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kode fam:

Share