21/08/2017
Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Dari Jabir bin Abdullah, Rosulullah bersabda:
ﺃﻓﻀﻞ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﺸﺮ
"Hari yang paling utama di dunia adalah hari sepuluh Dzulhijjah." (Shohihul Jami’)
Karena besarnya keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini, Allah Ta’ala sampai bersumpah dengannya
dalam firman-Nya:
ﻭﻟﻴﺎﻝ ﻋﺸﺮ
"Dan demi malam yang sepuluh." (Qs. al-Fajr: 2)
Yaitu: sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah, menurut pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Katsir dan Ibnu Rajab [serta menjadi pendapat mayoritas ulama].
Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani berkata, “Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar), yaitu: shalat, puasa, sedekah dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain.”Amalan-Amalan di Bulan Dzulhijjah.
Berikut ini diantara amalan-amalan yang sangat diutamakan untuk dilakukan di sepuluh hari awal Dzulhijjah:
1. Haji
Dzulhijjah dinamakan Dzulhijjah karena di bulan inilah
dilaksanakannya ibadah haji
ﻭﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺣﺞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻣﻦ ﺍﺳﺘﻄﺎﻉ ﺇﻟﻴﻪ ﺳﺒﻴﻠﺎ ﻭﻣﻦ ﻛﻔﺮ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻏﻨﻲ ﻋﻦ
ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Alloh, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitulloh. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Alloh Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Ali Imron: 97]
2. Memperbanyak amal sholeh
Dari Ibnu Abbas ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ, Rosululloh ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
bersabda:
ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻓﻴﻬﻦ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﺸﺮ ، ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ: ﻳﺎ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻟﺎ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ؟ ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ:
»ﻭﻟﺎ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ، ﺇﻟﺎ ﺭﺟﻞ ﺧﺮﺝ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﻭﻣﺎﻟﻪ ﻓﻠﻢ ﻳﺮﺟﻊ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺑﺸﻲﺀ
“Tiada hari-hari yang amalan sholeh di dalamnya lebih dicintai oleh Alloh daripada sepuluh hari pertama bulan
Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rosululloh, tidak p**a jihad di jalan Alloh?" Rosululloh shollallohu alaihi wasallam menjawab: "Tidak juga jihad di jalan Alloh, kecuali seorang yang berangkat dengan jiwa dan hartanya
kemudian tidak ada yang kembali sedikit pun. " [HR a-Bukhori. Lafadz ini dari riwayat at-Tirmidzi]. Dan amal sholeh dalam hadits ini umum mencakup puasa, sholat, dzikir, membaca al-Qur'an, bersedekah.
3. Tidak memotong atau mencabut rambut, kulit dan kuku bagi yang akan berkurban Dari Ummu Salamah, Rosululloh ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda:
“Jika telah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia
mengambil rambut dan kulitnya sedikitpun.” [HR. Muslim no. 1977]
Hukum ini khusus bagi orang yang berniat ingin berkurban, adapun yang selainnya tidak dilarang.
4. Memperbanyak Sedekah
Sedekah secara umum hukumnya sunnah, dan nilai kesunnahannya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah
ini semakin kuat.
Allah berfirman, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang
menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa
yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah (2): 261)
5. Memperbanyak Takbir
Ibnu Umar dan Abu Huroiroh ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ keluar ke pasar pada 10 hari (pertama) Dzulhijjah sambil bertakbir dan
orang-orangpun bertakbir dengan takbir mereka berdua.” [Diriwayatkan al-Bukhori secara mu’allaq. Dishohihkan al-Albani dalam al-Irwa’ no. 651]
6. Puasa Arofah Pada Tanggal 9 Dzulhijjah
Dari hadits Abu Qotadah al-Anshori, bahwa Rosululloh ﺻﻠﻰﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ditanya tentang puasa Arofah, beliau
menjawab: “Puasa Arofah menggugurkan dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” [HR. Muslim no.1162, Ahmad no. 22621, an-Nasa’i dalam al-Kubro no.2826]
7. Sholat Iedul Adha
Ali bin Abi Tholib ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ berkata:
ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺃﻥ ﺗﺨﺮﺝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﻣﺎﺷﻴﺎ
“Termasuk perbuatan sunnah, kamu keluar mendatangi sholat ied dengan berjalan kaki”. [HR.At-Tirmidzy dalam As-Sunan (2/410); dihasankan al-Albani dalam Shohih Sunan at-Tirmidzi (530)] Abu ‘Isa At-Tirmidzy- berkata dalam Sunan At-Tirmidzy (2/410), “Hadits ini di amalkan di sisi para ahli ilmu. Mereka menganjurkan seseorang keluar menuju ied dengan berjalan kaki”.
8. Berkurban
Berkurban adalah ibadah kepada Allah dengan menyembelih seekor kambing atau sepertujuh onta atau sapi pada hari Idul Adha dan tiga Hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah). Hukumnya sunnah mu'akkadah menurut jumhur ulama. Ibadah kurban bukan kewajiban sekali seumur hidup, tetapi sunnah yang dianjurkan setiap tahun jika dirinya mampu, bahkan Rasulullah saw ketika di Madinah beliau selalu berkurban setiap tahunnya.
Dari Abu Huroiroh ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ, Rosululloh ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
bersabda:
ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺳﻌﺔ، ﻭﻟﻢ ﻳﻀﺢ، ﻓﻠﺎ ﻳﻘﺮﺑﻦ ﻣﺼﻠﺎﻧﺎ
“Barangsiapa memiliki kelapangan (rizki) tapi tidak berkurban, janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” [HR. Ibnu Majah Dihasankan oleh al-Albani dalam Takhrij Musykilatul Faqr no. 102]
9. Tidak berpuasa pada hari raya Iedul Adha dan Hari Tasyriq
Dari Abu Huroiroh ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ berkata:
«ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻧﻬﻰ ﻋﻦ ﺻﻴﺎﻡ ﻳﻮﻣﻴﻦ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺄﺿﺤﻰ، ﻭﻳﻮﻡ
ﺍﻟﻔﻄﺮ»
“Bahwa Rosululloh melarang puasa pada 2 hari: hari raya Idul Adha dan Idul Fithri.” [HR. Muslim no. 139, Malik 1/376, Ahmad no. 10634, Ibnu Hibban no. 3598]
ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﺘﺸﺮﻳﻖ ﺃﻳﺎﻡ ﺃﻛﻞ ﻭﺷﺮﺏ
"Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum." (HR.Muslim no. 1141).
PENUTUP
Demikianlah beberapa syi’ar Islam di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, maka hendaknya kita mengagungkan syi’ar-syi’ar tersebut.
ﻭﻣﻦ ﻳﻌﻈﻢ ﺷﻌﺎﺋﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻣﻦ ﺗﻘﻮﻯ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ
“Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu menunjukkan ketakwaan hati.” [Al-Hajj:32]
Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam
*Maroji’: Fiqhul-Islam wa Adillatuh karya Prof. DR. Wahbah
Zuhayli, dll