Gallery Buku Ananda

Gallery Buku Ananda Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Gallery Buku Ananda, Comic Bookstore, Jln. Pandegiling Gang 1 No. 31A Tegalsari, Surabaya.

Menumbuhkan minat baca pada anak dari sejak dini, akan memperbanyak pengetahuan mereka tentang banyak hal.Dengan membaca...
22/07/2020

Menumbuhkan minat baca pada anak dari sejak dini, akan memperbanyak pengetahuan mereka tentang banyak hal.

Dengan membaca buku akan menambah kosakata anak, meningkatkan keterampilan komunikasi, mengenalkan konsep baru, melatih kemampuan berpikir logis, melatih konsentrasi, siap menghadapi kehidupan nyata, membentuk pola pikir dan perilaku, membangun bonding dengan ortu dan yang pasti menumbuhkan minat baca pada anak.

Little Abid merupakan paket buku balita yang kontennya lengkap dan juga menarik. Ia boardbook, bahasanya ringan namun berkualitas.

Mau anak cerdas dan Sholeh? "LITTLE ABID" solusinya 😍




Mendidik anak bukanlah hal mudah, terutama mendidik anak perempuan yang akan dekat dengan Moms hingga dewasa nanti.Ada s...
04/07/2020

Mendidik anak bukanlah hal mudah, terutama mendidik anak perempuan yang akan dekat dengan Moms hingga dewasa nanti.

Ada saja anak menjadi pemberontak dan menjaga jarak dengan Moms ketika beranjak dewasa.

"Tips Dekat dengan Anak Perempuan"

Namun, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan agar anak perempuan bisa tetap dekat dengan Moms hingga dewasa nanti. Apa saja? Yuk kita cari tahu Moms!

1. Luangkan Waktu yang Sama dengan Saudara Lainnya

Setiap anak butuh perhatian. Jadi, jika punya lebih dari satu anak, Moms harus bisa membagi waktu dengan mereka semua.

Bukan sekadar durasi kebersamaan, tapi juga kualitas kebersamaan. Percuma jika menghabiskan banyak waktu bersama, tapi tidak menimbulkan kesan apapun.

Berikan motivasi, berbagi cerita, atau sekadar ngobrol bisa jadi cara untuk mendekatkan diri dengan Si Kecil.

Ketika semakin nyaman dengan Moms, dia akan bisa lebih banyak bercerita dan terbuka.

Karena sudah menaruh kepercayaan pada Moms, ketika dewasa nanti, dia akan tetap dekat dengan Moms.

2. Beri Kesempatan untuk Menjadi Diri Sendiri

Banyak orang tua yang s**a sekali mengatur. Bahkan, ketika anak mulai beranjak remaja, orang tua masih s**a mengatur-ngatur.

Padahal, di usia itu, anak-anak butuh kebebasan. Semakin anak diatur, semakin jauh juga dia dari orang tua.

Nah, sebaiknya Moms memberikannya kesempatan untuk menjadi diri sendiri.

Dukung semua pilihannya. Tapi, ingat juga untuk memberinya mas**an dengan lembut jika ada hal yang dirasa kurang pantas.

3. Mendorong Anak untuk Bisa Mengungkapkan Isi Hati dan Pikiran

Ketika beranjak dewasa, banyak anak memilih untuk bercerita kepada teman dan sahabat ketimbang kepada ibunya.

Nah, agar hal itu tidak terjadi, biasanya anak untuk mengungkapkan isi hati dan pikirannya kepada Moms.

Moms juga perlu mendorong anak untuk melakukan hal tersebut. Misalnya dengan bertanya atau memancingnya dengan cerita.

Tapi ingat, jangan dengan paksaan ya Moms. anak malah jadi semakin tidak berani mengungkapkan isi hati dan pikiran.

4. Jadi Orang Tua yang Berpikiran Terbuka

Banyak anak yang justru enggan dekat dengan ibu mereka karena punya pemikiran yang berbeda.

Agar hal itu terjadi, Moms perlu jadi orang tua yang berpikiran terbuka.

Moms harus bisa menerima segala jenis pemikiran meskipun tidak semuanya harus disetujui.

Minimal, Moms mendengarkan dulu pendapat Si Kecil. Jangan sampai, belum berpendapat saja, Si Kecil sudah Moms ceramahi. Dia akan makin sungkan dengan Moms.

5. Mendorong Anak untuk Punya Mimpi

Setiap anak harus punya mimpi. Moms bisa bantu Si Kecil untuk membangun mimpinya.

Dengan begitu, Moms bisa terus mendorong dan mengikuti proses Si Kecil menggapai mimpinya.

Ketika dewasa nanti, dia akan selalu ingat bahwa Moms selalu ada ketika dia berusaha menggapai mimpinya.

Itulah beberapa hal yang bisa Moms lakukan kepada Si Kecil agar dia tumbuh jadi anak yang dekat dengan Moms.

Sumber:ibupedia.com

SMART HAFIZ vs SMART RESSA Setelah tadi bahas Smart Ressa bnyak banget yang nginbox maupun wa nanya perbedaan Smart Hafi...
22/06/2020

SMART HAFIZ vs SMART RESSA

Setelah tadi bahas Smart Ressa bnyak banget yang nginbox maupun wa nanya perbedaan Smart Hafiz dengan Smart Ressa

Kalau dilihat memang hampir sama sih ya... 2-2 nya ada monitornya, dilengkapi microphone jg, bisa buat karaokean, dan juga sama-sama bisa terhubung ke SCC (Super Cute Camera)...

Trus apa d**g bedanya? 😁

Nah.. bun, biarpun sekilas sama tapi sebenarnya jauh berbeda yaa...

Pertama, desain body nya... Jelas2 terlihat beda banget kan?😁

Yang kedua, fitur-fitur nya...
Untuk SH lebih mengacu ke konten islami, sedangkan SR mengacu ke konten umum.

Dan untuk penggunaan bahasa,
2-2 nya SH maupun SR memang sama2 mengusung 3 bahasa. Bedanyaaaa, di SH menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Sedangkan di SR menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

Jadi....
Intinyaaaa...
SH itu pinternya menonjol di ilmu pengetahuan agama (mengaji & ilmu pengetahuan islam)
Sedangkan SR pinternya di ilmu pengetahuan umum dan juga sains

Naaah kan... Kelihatan sekarang bedanyaa...

Jadi buuun...
Kalau saya ditanya pendapat, lebih baik pilih yang mana, ya saya ambil 2-2 nya...
Kan memang bedaaa...

Dari perbedaan itulah, keduanya SH maupun SR bisa saling melengkapi, saling berkolaborasi menemani hari-hari putra dan putri bunda untuk membantu membentuk mereka menjadi pribadi yang cerdas secara spiritual maupun intelektual... 😍🥰🥰




16/06/2020

"Cara Tepat Mendidik Anak Usia 3 Tahun Agar Aktif dan Cerdas Sejak Dini "

Perkembangan dan pertumbuhan si Kecil memang selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh Papa dan Mama. Pasalnya, perkembangan dan pertumbuhan si Kecil hanya terjadi satu kali dan tidak dapat diulang. si Kecil saat ini sudah memasuki usia 3 tahun dan sudah memiliki beberapa perkembangan baru seperti sudah bisa menyebut namanya sendiri, bisa belajar menghitung, dan menggambar.

Hal-hal di atas adalah tahap perkembangan yang umumnya terjadi pada anak usia 3 tahun ke atas, walaupun memang tiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda. Memasuki usia 3 tahun, pola asuh dan mendidik anak pun harus disesuaikan dengan usianya agar si Kecil bisa cerdas, aktif, dan mandiri. Beberapa cara mendidik anak usia 3 tahun yang tepat adalah dengan cara:

* Mengajarkan Anak untuk Mengendalikan Emosinya

Cara mendidik anak usia 3 tahun yang pertama adalah dengan cara mengajarkan si Kecil untuk mengendalikan emosinya. Memasuki usia 3 tahun si Kecil sudah bisa mengekspresikan apa yang ia rasakan dan terkadang si Kecil akan mengeluarkan ledakan emosi yang lebih dikenal dengan nama tantrum. Mama tidak perlu khawatir karena tantrum adalah sebuah hal yang normal dalam tahap perkembangan si Kecil.

Tahapan emosi si Kecil belum berkembang dengan baik, jadi si Kecil belum bisa membedakan mana cara yang benar untuk mengekspresikan perasaannya. Nah, jika si Kecil memiliki intensitas tantrum yang tinggi, ada beberapa cara yang Mama bisa lakukan seperti menghabiskan waktu bersama ketika si Kecil dalam keadaan tenang, berikan asupan nutrisi yang sehat dan seimbang, berikan waktu dan perhatian yang cukup kepada si Kecil serta beri pengertian bagaimana cara mengendalikan emosinya. Hal-hal di atas akan sangat membantu si Kecil dalam mengendalikan emosinya.

* Ajarkan Kedisiplinan

Pada Usia 3 tahun si Kecil sudah dapat membedakan benda yang ia miliki dengan benda orang lain. Cara mendidik anak usia 3 tahun adalah dengan cara mengajarkannya si Kecil kedisiplinan. Mama bisa mulai mengajarkan si Kecil untuk merapikan mainannya sendiri ketika selesai digunakan, mulai mengajarkan si Kecil untuk dapat makan sendiri menggunakan alat makan sederhana, dan memberikan jadwal tidur.

Hal-hal di atas terlihat sederhana, namun mengajarkan kedisiplinan sejak dini dapat membuat anak Mama berperilaku dengan baik sesuai dengan ajaran yang sudah diajarkan Mama.

* Ajarkan Berbagi dengan Orang Lain

Cara mendidik anak usia 3 tahun yang tidak kalah pentingnya adalah dengan cara mengajarkan si Kecil berbagi dengan orang lain. Pada usia 3 sampai 4 tahun si Kecil sudah memiliki empati dan mulai memikirkan perasaan orang di sekitarnya. Terlebih, si Kecil akan ikut bersedih jika temannya sedih.

Mama bisa mengajarkan si Kecil untuk berbagi dengan temannya dengan cara sederhana seperti ketika Mama memberikan si Kecil biskuit bawakan dengan porsi lebih dan bimbing si Kecil untuk membagi biskuitnya kepada teman-temannya.

Selain itu, Mama juga bisa mengajarkan si Kecil untuk meminjamkan mainannya jika sudah selesai dipakai kepada temannya. Menanamkan kebiasaan berbagai sejak kecil akan membuat si Kecil peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

Itulah 3 cara mendidik anak usia 3 tahun yang wajib ayah dan bunda ketahui.

Sumber:nutriclub.co.id

Hai hai emak2 kece.. Sudah tau belum? Produk yang satu ini HALAL lhoProduk Medina secara resmi telah tersertifikasi HALA...
13/06/2020

Hai hai emak2 kece.. Sudah tau belum? Produk yang satu ini HALAL lho

Produk Medina secara resmi telah tersertifikasi HALAL Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan akan terus konsisten menjaga kehalalan produk.
Jaminan halal yang ditawarkan Medina dimulai dari pemilihan bahan baku, Proses produksi, hingga distribusi yang tidak terkontaminasi material nonhalal seperti alkohol, tidak terkena darah, rambut, ketombe, Najis, dan hewan yang tidak diperbolehkan dalam memenuhi syarat halal dari MUI. Pabrik dan fasilitas juga bersih dari bangkai hewan apapun

Selain produknya yg udah dijamin halal, warna serta variasi nya jga cantik banget.. Ayo bunda tunggu apalagi buat dapetin produk keren ini. Husssttt.. Mumpung ada promo loh.. Segera hubungi wa 083846944116 utk info dan pemesanan. 🤩🤩🤩


Bunda apakah ada yg mengalami hal ini, Saat sedang asyik bermain dengan teman-temannya, apakah si Kecil selalu menangis ...
12/06/2020

Bunda apakah ada yg mengalami hal ini, Saat sedang asyik bermain dengan teman-temannya, apakah si Kecil selalu menangis karena hal-hal yang sepele? Jika ya, tak bisa dipungkiri ini juga bisa membuat orang tua resah.
Dikutip dari Parents, anak-anak secara alami memiliki sifat sensitif, terutama jika apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapannya. Menurut pakar psikologi Linda Dunlap, PhD, anak-anak yang seperti ini cenderung lebih berbelas kasih, lembut, dan kreatif.

"Mereka hanya perlu sedikit bimbingan dari orang tua untuk membantu mengelola emosinya, terutama di luar rumah," ujar Dunlap.

Oleh sebab itu, hindari justru terpancing emosi dan membentak saat anak menangis di tempat umum ya, Bunda. Menurut konselor orang tua sekaligus penulis The Big Book of Parenting Solutions, Michele Borba, Ed.D, ini akan membuatnya menangis semakin keras.

"Anak usia prasekolah cenderung hipersensitif dan sangat pandai membaca emosi orang tua. Jika orang tua tegang, anak justru semakin panik. Tenangkan anak dan minta ia untuk menarik napas dalam," imbuh Borba.

Sementara itu, dilansir Psychology Today, menangis sebenarnya adalah respons normal terhadap perasaan yang sedih. Namun ketika anak belum bisa mengungkapkan rasa kecewanya dengan tepat, menangis kerap menjadi pilihan.

Apa yang bisa dilakukan Bunda saat menghadapi anak yang mudah menangis? Salah satunya yakni tetap tenang dan tarik napas. Setelah itu, mintalah anak untuk melakukannya juga.

Setelah itu, alihkan perhatian anak dari hal yang membuatnya menangis dengan menghitung mundur. Bisa juga dengan menghitung benda-benda yang ada di sekitarnya. Strategi lainnya, ajak anak istirahat sejenak guna mendapatkan kembali kendali dirinya. Berikan minum jika perlu.

Nah, sudah siap mengendalikan emosi diri sendiri dan juga emosi si Kecil, Bunda?

Sumber: haibunda.com

Selamat datang bulan Juni 🤗
09/06/2020

Selamat datang bulan Juni 🤗

23/01/2019
(Kupas Tuntas Kolik Pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya) Beberapa bayi mengalami kondisi yang disebut kol...
15/12/2018

(Kupas Tuntas Kolik Pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya)

Beberapa bayi mengalami kondisi yang disebut kolik, yang menyebabkan mereka sering menangis meskipun orangtua sudah melakukan segala cara untuk menenangkan buah hatinya. Selain tangisan yang tak kunjung berhenti, bayi juga tidak dapat makan atau tidur. Nah, sebenarnya apa sebab kolik pada bayi dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya di bawah ini.

~Gejala dan tanda bayi Anda mengalami kolik

Dokter biasanya menentukan apakah bayi Anda memiliki kolik atau tidak berdasarkan pada tiga faktor berikut ini.

1.Menangis terus setidaknya selama 3 jam
2.Menangis terus-menerus setidaknya 3 kali dalam seminggu
3.Kedua kondisi di atas terjadi setidaknya 3 minggu berturut-turut

Selain itu, kolik pada bayi juga dapat didiagnosis berdasarkan pengamatan berbagai tanda dan gejala lainnya:

-Bayi Anda sering menangis tanpa alasan yang jelas (seperti popok yang kotor, merasa lapar, atau ingin tidur).
-Heboh menangis pada jam-jam tertentu yang sama setiap hari (misalnya pada siang hari, sore hari, atau malam hari).
-Bayi Anda lebih sering buang air besar, buang angin, atau mengeluarkan air liur.
-Bayi Anda tidak dapat tidur atau makan seperti biasanya akibat menangis, atau tidur secara tiba-tiba dan bangun teriak-teriak.

~Apa penyebab kolik pada bayi?

Sampai saat ini, para ahli belum bisa membuktikan penyebab pasti dari kolik. Namun, kemungkinan penyebab kolik pada bayi antara lain:

1.Stimulasi atau rangsangan berlebihan pada indra bayi (misalnya tidak nyaman dengan bahan pakaiannya atau ada suara-suara yang mengganggu).
2.Sistem pencernaan yang belum matang. Karena sistem pencernaan bayi masih belum berkembang, makanan mungkin tidak tercerna dengan baik, yang menyebabkan rasa tidak nyaman dari gas dalam usus.
3.Asam lambung yang naik ke atas (refluks asam lambung pada bayi).Alergi makanan atau sensitivitas. Beberapa ahli percaya bahwa protein susu dapat menyebabkan alergi pada bayi yang diberi susu formula (juga dikenal sebagai intoleransi laktosa). Faktor lainnya (yang jarang terjadi) yang menyebabkan bayi kolik adalah reaksi terhadap makanan tertentu yang dimakan ibu menyusui.

~Bagaimana cara mengatasi kolik pada bayi?

Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mengatasi kondisi bayi Anda:

1.Biarkan bayi beristirahat. Bila ada orang yang berkunjung ke rumah untuk menengok bayi Anda, pastikan buah hati Anda sudah cukup istirahat dan tidak dibangunkan kalau memang sedang tidur. Jika bayi Anda terlalu sering dikelilingi oleh banyak orang dan mainan, lama-lama ia akan merasa tidak nyaman karena kelima indranya akan terangsang secara berlebihan.
2.Ciptakan suasana yang nyaman. Agar bayi Anda rileks dan berhenti menangis, redupkan lampu kamar dan ruangan, bicaralah dengan suara yang lembut (atau tidak berbicara sama sekali) dan hindari suara-suara berisik yang bisa mengganggu bayi.
3.Gend**g bayi dan timang pelan-pelan.Bayi Anda mungkin merasa kembung, sehingga Anda perlu membuat bayi sendawa.
4.Ciptakan white noise. Beberapa bayi senang mendengarkan white noise yang berasal dari penyedot debu atau AC karena suara tersebut mengingatkan bayi akan rahim ibu. Membeli mesinwhite noise atau mengunduh aplikasi yang mengeluarkan white noise adalah cara yang baik untuk membuat bayi merasa lebih nyaman.

Sumber : hellosehat.com

Address

Jln. Pandegiling Gang 1 No. 31A Tegalsari
Surabaya

Telephone

082330093817

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gallery Buku Ananda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share