09/12/2017
Seorang lelaki datang kepada seorang ustadz.
"Ustadz, ibu saya itu begini dan begitu. Saya lelah diperlakukan demikian, ustadz", katanya sambil menghela nafas berkali-kali.
"Baik... ", kata sang ustadz, "Coba sekarang kamu tuliskan apa saja yang membuatmu kesal dg ibumu, apa saja kekurangan Beliau".
Maka pemuda itu pun melakukan apa yang diperintahkan sang ustadz, hingga satu halaman kertas terpenuhi tulisan.
"Nah, sekarang kamu tuliskan apa saja yang sudah ibumu lakukan untukmu, sejak kamu sekolah SD aja hingga dewasa seperti sekarang ini...".
Pemuda itu pun menuliskan...ibu saya membuatkan saya sarapan setiap pagi sejak saya sd, membantu saya mencari dasi dan topi merah putih yang tercecer, memberi uang jajan saya setiap hari,.... Dan seterusnya...dan seterusnya... Hingga Dia tak mampu lagi menuliskannya...
Tak akan sebanding apa yang kita perbuat untuk orang tua kita, pun tak sebanding kekurangan orang tua kita dibandingkan dengan apa yang telah mereka lakukan untuk kita sebagai anaknya. Maka, tak cukup kita ini merasa rendah hati pada mereka, melainkan harus rendah diri... Rendah serendah - rendahnya.
Banyak sekali kita mendengar kisah tentang ketulusan para sahabat nabi, para ulama, dan orang - orang terdahulu dalam mengasihi dan berbakti pada orang tuanya. Bagaimana Uwais al Qorni menggendong ibunya hingga ke Makkah, Abdullah bin Mas'ud yang rela bagadang semalam demi memegang minum untuk ibunya karena tak tega membangunkan, bagaimana para ulama shalaf akan menghentikan daurahnya Saat sang ibu memanggil bahkan untuk urusan sepele sekali pun. Sebab tak ada sesuatu yang sepele dalam berbakti pada orang tua.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak … ” [an-Nisâ`/4:36].
Harga 36.000
Hub..WA 082301995292