10/01/2021
5 Strategi Ampuh Agar Anak Mau Belajar
Orang tua mana yang tak senang melihat anak rajin belajar? Tapi jangankan rajin atau memiliki inisiatif belajar secara mandiri, beberapa anak ada yang justru tidak mau belajar meski sudah berulang kali diingatkan.
Bila Anda menghadapi masalah seperti ini, jangan hanya mengeluh atau marah, Moms! Anda perlu membantu dan memotivasi anak sampai tumbuh minat belajarnya. Berikut beberapa strategi efektif yang bisa Anda coba.
Strategi 1 - Ciptakan lingkungan belajar yang positif
Biarkan anak Anda tahu bahwa cinta dan dukungan Anda untuknya tidak bersyarat, dan tidak terikat pada bagaimana prestasinya di sekolah. Jadi, ciptakan lingkungan yang hangat, tunjukkan kalau Anda mau memahami kesulitannya dan terus beri dorongan.
Anak juga mendambakan penghargaan atas usaha atau kerja kerasnya. Karena itu, sorotilah setiap pencapaian dan kemajuan anak Anda dengan menggunakan penguatan positif untuk membangun motivasi diri.
Pendekatan ini jauh lebih efektif daripada menghukum anak atas kegagalannya. Juga, hindari menggunakan hadiah atau iming-iming untuk membuat anak melakukan apa yang Anda ingin dia lakukan. Memberi anak nasihat panjang dan menggunakan ancaman juga tidak akan membantu, Moms! Lebih baik, beri anak motivasi untuk berusaha lebih keras.
Yang juga tak kalah penting, hindari membandingkan kinerja akademik anak Anda dengan teman sekolah, saudara kandung, atau anggota keluarga lainnya. Ini hanya akan menurunkan minat belajar anak dan membuatnya merasa putus asa.
trategi 2 - Berikan kontrol dan pilihan
Buatlah rencana atau jadwal belajar untuk diikuti anak Anda. Tetapi akan lebih bijaksana kalau saat membuat rencana tersebut Anda melibatkan anak juga.
Mulailah dengan mengizinkannya untuk membuat pilihan sederhana seperti memilih meja dan kursi untuk area belajarnya, menentukan bagian dari rumah tempat dia ingin belajar, dan subjek mana yang harus dipelajari lebih dulu.
Biarkan anak mengambil keputusan yang lebih kompleks seiring berjalannya waktu, seperti berapa banyak waktu yang harus dia habiskan untuk mempelajari subjek tertentu, melakukan pekerjaan rumah dan revisi, menonton TV atau bermain dan sebagainya.
Strategi ini akan membantu membangun kemandirian dan kesadaran diri anak, serta memberi keterampilan belajar yang akan dibutuhkannya sepanjang hidupnya. Ini juga akan menunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda mempercayai keterampilan dan kemampuan pengambilan keputusannya.
Strategi 3 - Ketahui di mana kelemahan anak
Setiap anak belajar dengan kecepatan yang berbeda. Berusaha untuk memenuhi harapan yang tinggi dari orang tua adalah salah satu penyebab paling umum anak mengalami stres dan kurangnya motivasi belajar pada anak.
Jadi berusahalah memahami tekanan yang mungkin dirasakan anak Anda, Moms. Dengarkan dengan penuh perhatian pada apa yang dikatakan anak Anda dan jelaskan kepadanya bahwa ia dapat menceritakan masalah atau kesulitan-kesulitannya pada Anda.
Tinjau pekerjaan rumah anak dan kinerjanya dalam tes dari waktu ke waktu. Tanyakan padanya apakah ada topik atau subjek yang menurutnya sulit dimengerti. Bila perlu, Anda juga dapat berbicara dengan guru di sekolah untuk mencari tahu tentang kekuatan dan kelemahan anak.
Ini penting agar Anda bisa memahami jenis bantuan apa yang dibutuhkan anak Anda dan segera memberikannya.
Strategi 4 - Bantu anak, tetapi jangan berlebihan
Ketika Anda duduk bersama anak Anda untuk membantunya belajar, jangan melulu memberikan instruksi apalagi memperbaiki kesalahan anak begitu Anda menemukannya. Sebaliknya, beri dukungan dan dorong anak untuk menemukan kesalahannya dan perbaiki kesalahannya sendiri. Anda dapat memberi bantuan hanya setelah anak mencoba sekuat tenaga atau memberi usaha terbaiknya.
Dan, ketika Anda memberikan instruksi, ingatlah untuk memecah konsep atau topik yang sulit menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana dan spesifik.
Tidak hanya itu, cobalah memahami minat dan preferensi anak Anda. Jika anak Anda s**a belajar sendiri misalnya, berikan dia ruang yang dia butuhkan. Jika dia lebih s**a ditemani, tetaplah berada di dekatnya tetapi lakukan sesuatu atau teruskan pekerjaan Anda. Membaca buku bacaan Anda sendiri misalnya.
Biarkan anak tahu bahwa Anda ada di sana untuk menemani belajar dan membantunya mengatasi masalah, bukan untuk mengerjakan PR-nya.
Strategi 5 - Beri contoh, jadilah teladan
Anak-anak akan lebih mudah belajar bila melihat orang dewasa lain melakukannya, terutama orang tua dan anggota keluarga mereka. Jadi jika Anda ingin memotivasi anak untuk belajar, bantulah dia mempelajari kebiasaan yang benar dengan memberi contoh.
Hindari menunda atau mengeluh tentang pekerjaan Anda sendiri di depan anak-anak Anda dan tunjukkan rasa percaya diri ketika berhadapan dengan tantangan. Anda akan terkejut betapa cepatnya si kecil mengikuti sikap ini!