14/12/2018
📚 Fedah Pagi Hari ini :
*AGAMA ITU BUKAN BERDASARKAN AKAL, TETAPI HARUS BERDASARKAN DALIL*
❀ *قـــال الشيخ محمد ناصر الدين الألبانـﮯ*
*ـ رحمــﮧُ اللَّـﮧُ تعالـــﮯـ*
*"الدين ليس بالعقل ولا بالعاطفة، إنما باتباع أحڪام الله في كتابه، وأحكام رسوله في سنته وفي حديثه".*
*📔(سلسلۃ الهـدى والنور 530).*
*As-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani* rohimahulloh berkata :
_"Agama itu bukanlah berdasarkan AKAL dan bukan p**a berdasarkan PERASAAN._
_Tetapi agama itu hanyalah berdasarkan ITTIBA' (sikap mengikuti dan tunduk) kepada hukum-hukum Alloh di dalam Kitab-Nya (Al-Qur'an) dan hukum-hukum Rosul-Nya di dalam Sunnah-nya dan Hadits-Hadits-nya (yang shohih)."_
[ *SILSILAH AL-HUDA WA AN-NUUR*, hal. 530 ]
*CATATAN :*
1. Ya, beragama Islam itu hendaknya dibangun di atas sikap *ITTIBA'* (mengikuti dan tunduk) terhadap dalil-dalil syari'at, yaitu *Al-Qur'an dan As-Sunnah*.
Bukan berdasarkan *akal pikiran kita semata*, bukan berdasarkan *perasaan*, bukan p**a berdasarkan *hawa nafsu kita*, apalagi berdasarkan *adat istiadat di masyarakat.*
Intinya, beragama Islam itu hanyalah berdasarkan "wahyu" dari Alloh ta'ala, yg berupa Al-Qur'an dan As-Sunnah", bukan yg lainnya.
2. Dalil-dalil yg menunjukkan hal tsb sangat banyak.
Berikut ini *dalil dari Al-Qur'an*, diantaranya sbb : Alloh ta'ala berfirman :
ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ
_"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Robb-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya)."_ (QS Al-A'rof : 3)
*Keterangan* : Yg datang dari Robb-mu, yaitu "yg diturunkan oleh Alloh kpd Nabi Muhammad shollallohu alaihi was sallam, berupa Al-Qur'an dan As-Sunnah."
Alloh ta'ala jg berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
_“Hai orang-orang yang beriman, *janganlah kamu mendahului Alloh dan Rosul-Nya*, dan bertaqwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. "_ [Al-Hujurat : 1]
*Keterangan :* "Jangan mendahului Alloh dan Rosul-Nya", yaitu jangan kamu beribadah atau melakukan suatu amal ketaatan, kecuali dgn apa yg diperintahkan keduanya. Jika tdk ada perintah keduanya, jangan kamu mengamalkannya."
Alloh ta'ala jg berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
_“Hai orang-arang yang beriman, taatilah Alloh dan taatilah Rosul(Nya), dan ulil amri di antara kamu._
_Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang !sesuatu, *maka kembalikanlah ia kepada Alloh (yakni kepada Al-Qur ‘an) dan Rosul (yakni sunnahnya)*, jika kamu benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."_
[An-Nisa' : 59].
*Keterangan* : Ketika terjadi perselisihan/perbedaan pendapat, dikembalikan dalilnya kpd Al-Qur'an dan As-Sunnah. Bukan kpd pendapat orang2 atau tokoh tertentu. Artinya, harus kembali dan tunduk kepada dalil2 syar'i.
Juga dlm firman Alloh ta'ala :
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
_“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, *ikutilah aku*(yakni Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam). Niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. “Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."_
[Ali lmran : 31]
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ
_“Katakanlah : “Taatilah Alloh dan Rosul-Nya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang kafir."_ [Ali lmran : 32]
*Keterangan* : Bukti cinta seseorang kpd Alloh, adalah dgn ITTIBA' (mengikuti) tuntunan dan syari'at Rosul-Nya dlm beragama ini, bukan dgn bid'ah2 dan tata cara ibadah sesuai hawa nafsunya sendiri.
Demikian juga dalam firman-Nya :
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
_“Dan barangsiapa *menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya*, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, maka *Kami biarkan dia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu*, dan Kami masukkan dia ke dalam jahanam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat
kembali."_ [An-Nisa’ : 115]
*Keterangan* : Siapa saja yg berani menyimpang dari jalan/sunnahnya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, dan mengikuti selain jalan yg ditempuh kaum muslimin (yakni Al-Qur'an dan As-Sunnah), tentu dia akan tersesat dari Al-Haq (kebenaran)
Alloh ta'ala jg berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ
_"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan amal-amalmu."_ (Muhammad: 33)
Dia juga berfirman :
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِن تَوَلَّوا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُم مَّا حُمِّلْتُمْ وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
_“Katakanlah: “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul." Dan jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan sejelas-jelasnya."_ (QS. An Nur: 54)
*Keterangan* : Wajibnya mentaati Alloh dan Rosul-Nya, dan haramnya menyimpang dari syari'at keduanya.
Alloh ta'ala jg berfirman :
قُلْ إِنَّمَآ أُنذِرُكُم بِٱلْوَحْىِ وَلَا يَسْمَعُ ٱلصُّمُّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا مَا يُنذَرُونَ
_"Katakanlah (hai Muhammad) : "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian *dengan wahyu*. Dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan."_ (QS Al-Anbiya' : 45)
*Keterangan* : Bahwa Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam, berdakwah berdasarkan wahyu, dan yg disampaikan beliau adalah wahyu, bukan berdasarkan akal.
Dan masih banyak dalil2 lainnya yg menunjukkan hal tsb.
3. Adapun dalil2 dari As-Sunnah (hadits2 Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam) jg sangat banyak, diantaranya :
Dlm hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu, Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قيل ومن يأبى يا رسول الله؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى
_"“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan (untuk memasukinya). Ada seseorang yang bertanya : "Siapakah orang-orang yang enggan tersebut, wahai Rasulullah ?" Beliau bersabda : *“Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku, sungguh dia adalah orang yang enggan masuk surga.*"_
Nabi shollallohu alaihi wa sallam juga pernah bersabda :
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ , لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا , مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي
_“Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman tangan-Nya, seandainya Musa (alahis salam) masih hidup, maka tidak ada keluasan baginya (dlm menyampaikan/mengamalkan agama ini), kecuali dia harus mengikutiku (yakni mengikuti syari'at Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam)."_
[HR *Abdur Razzaq* dalam *Mushonnaf*-nya 6/Fl 3, *lbnu Abi Syaibah* dalam *Mushonnaf*-nya 9/47, *Ahmad* dalam *Musnad*-nya 3/387, dan *lbnu Abdil Barr* dalam *Jami’ Bayan Ilmi* (2/805), Syaikh Al-Albani berkata dalam *Irwa’* (6/34) : “Hasan”]
3. Dalam hadits *Ali bin Abi Tholib* rodhiyallohu anhu, beliau pernah berkata :
لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ
_“Seandainya agama itu berdasarkan logika (akal), maka tentu bagian bawah khuf (sepatu) lebih pantas untuk diusap daripada bagian atasnya. Tetapi sungguh, aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas khufnya (sepatunya).”_
(HR. *Abu Daud* no. 162. sanadnya Shohih)
Demikianlah, dalil2 tsb di atas menunjukkan kpd kita, *bahwa beragama Islam itu harus mengikuti dalil-dalil syari'at, serta tunduk patuh kepada ketentuan dalil2 tsb*, bukan beragama dengan seenaknya sendiri.
Beragama itu bukan mengikuti akal, perasaan, adat istiadat masyarakat, mengikuti budaya lokal, tradisi nenek moyang dsb.
Semoga, nasehat yg ringkas tsb di atas bermanfaat bg kita semuanya, barokallohu fiikum.....
*Sabtu pagi yg sejuk, 7 Robi'uts Tsani 1440 H / 15 Desember 2018 M*
Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.