Bintang kecil handmade

Bintang kecil handmade Unique with handmade product.. Souvenir, accesories and gift.. O81 313 513 885

28/11/2016

Berikan mainan terbaik utk putra putri tercinta 😍😘

21/10/2016


Dapet dari salah satu status teman di FB

Kalau kamu lagi loyo karena penghasilan dari online lagi turun...
Coba kamu keluar rumah dah... lalu jalan2...

Lihatlah yang dikiri kanan, akan ada aja kamu temui...

- Tukang becak yang lagi melamun nungguin penumpang...
- Pedagang yang teriak2 biar orang mampir ke dagangannya...
-Pemilik toko-toko berdiri depan pintu, menunggu pembeli...
Dan kamu juga akan menemui...
- Buruh yang ngos-ngosan sambil mengangkat bawaan yang gak ringan...
- Pemulung yang bersimbah peluh karena udah jalan berkilo2 meter memunguti sampah...

Saat itulah kamu baru menyadari...
- Kamu masih lebih enak, kerja dirumah masih dapet orderan...
Sedangkan ada orang lain, yang menghabiskan waktu menunggu orderan datang...
- Disaat kamu masih bs selonjoran ditempat tidur, kalau ngantuk tinggal tidur, tapi kamu masih dapet penghasilan ratusan ribu bahkan jutaan rupiah...

Sedangkan ada orang lain, yang sampai ngos-ngosan dan bersimbah peluh untuk mendapatkan puluhan ribu...
Ternyata kamu itu lebih BERUNTUNG kawan... banyakin aja BERSYUKUR 👍

Do not always say "there is still time" or "later". Do it right away, use your time wisely
19/10/2016

Do not always say "there is still time" or "later". Do it right away, use your time wisely

19/10/2016
GANGGUAN PENYERTA PADA DISLEKSIAKasus disleksia cukup sering beriringan dengan gangguan perilaku lain.Sekitar 30% kasus ...
19/10/2016

GANGGUAN PENYERTA PADA DISLEKSIA

Kasus disleksia cukup sering beriringan dengan gangguan perilaku lain.

Sekitar 30% kasus disleksia disertai dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) atau yang lebih dikenal sebagai Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Gejala ADHD yang utama adalah anak yang tidak bisa diam, tidak mampu menumpukan perhatian dalam waktu yang sesuai usianya dan bersikap impulsif (berbuat sesuatu tanpa pertimbangan, sekalipun mencederai orang lain maupun diri sendiri).

ADHD sendiri seringkali beriringan dengan gangguan perilaku lain yaitu Oppositional Defiant Disorder dan Conduct Disorder, yakni individu yang banyak menentang, membangkang, bahkan melawan aturan aturan sosial.

Semakin banyak gangguan penyerta yang dimiliki seorang anak disleksia, semakin kompleks p**a gejala klinisnya, dan membutuhkan tata kelola yang seksama dari profesional.

Kasus disleksia berat yang tidak kunjung mendapatkan intervensi yang tepat sampai usia 9 tahun biasanya tetap menyandang kesulitan yang bermakna di sepanjang hidupnya.

dr. Kristiantini Dewi, Sp. A
Ketua Asosiasi Disleksia Indonesia

Sumber: FB Komunitas Terapis Perilaku Bandung

" CUMA EMAK YANG TAHU"Saat emak baru saja memejamkan mata,pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya.Dalam keadaan meng...
10/10/2016

" CUMA EMAK YANG TAHU"

Saat emak baru saja memejamkan mata,
pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya.
Dalam keadaan mengantuk, anak pun harus digendong sepenuh cinta.
Bagaimana rasanya...?
_Cuma emak yang tahu rasanya....._

Saat lapar melanda
terbayang makanan enak di atas meja.
Ketika suapan pertama, anak pup dicelana.
Bagaimana rasanya...?
_Cuma emak yang tahu rasanya....._

Saat badan sudah lelah tak ada tenaga, ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada, mumpung anak-anak sedang anteng dikamarnya.
Belum sempat sabunan, anak sudah menangis berantem rebutan boneka.
Kacaulah acara mandi emak. Langsung handukan walau daki masih menempel dibadannya.
Bagaimana rasanya?
_Cuma emak yang tahu rasanya.....,_

Saat emak ingin beribadah dengan khusuknya.....,
anak-anak mulai mencari perhatian.
Menarik-narik mukena, mengacak-ngacak lemari baju mumpung emak tak berdaya,
loncat sana loncat sini, punggung emak jadi pelana.
Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa.
Bagaimana rasanya?
_Cuma emak yang tahu rasanya...._

Aaah.....,
dibalik kerepotan itu semua, namun ada jua syurga didalamnya.

Cuma emak yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan,
Pelukan anak,
Ucapan cinta anak yang tampak sederhana dihadapan orang, namun berubah menjadi intan permata dimata emak.

Itulah mengapa....?
Saat anak bahagia, emak menangis,
Anak berprestasi, emak menangis,
Anak tidur lelap, emak menangis,
Anak pergi jauh, emak menangis,
Anak menikah, emak menangis,
Anak wisuda TK saja, emak menangis,
Anak tampil dipanggung, emak menangis.....

Aah....., inikah tangis bahagia yang tak akan dapat dimiliki siapapun jua.

Jika engkau tak mengalaminya sendiri sebagai emak,
mungkinkah ini bagian dari surga milikNya yang diberikan kepada seluruh emak, sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa...?

Dan akhirnya, saya percaya dimana ada kerasnya perjuangan emak didalam rumah..,
maka disitu akan hadir cahaya surga yang menemani emak, yang tak kalah indahnya...

Jika hari ini engkau menangis karena repotnya mengasuh anak, maka akan ada hari dimana engkau akan tersenyum paling manis, karena kebaikan yang hadir bersamanya...

*Salam buat seluruh emak-emak...*
*Dimanapun berada....*

Indar Parawansa ( Menteri Sosial)

INI DIA! 4 MANFAAT BERMAIN PUZZLE UNTUK ANAKPermainan puzzle selain menyenangkan bagi anak, ternyata memiliki banyak man...
10/10/2016

INI DIA! 4 MANFAAT BERMAIN PUZZLE UNTUK ANAK
Permainan puzzle selain menyenangkan bagi anak, ternyata memiliki banyak manfaat yang baik bagi pertumbuhan otak balita Anda. Permainan ini juga akan membuat anak tertantang untuk menyelesaikan masalah, dan manfaat lainnya yang tidak dia sadari. Ketahui berbagai keuntungan yang bisa didapatkan anak dari bermain puzzle yang dikutip dari Parents Zone, berikut ini:

1. Melatih Memecahkan Masalah
Salah satu manfaat utama dari permainan puzzle adalah meningkatkan kemampuan anak untuk memecahkan masalah. Permainan ini membantu balit untuk berpikir secara berbeda agar dapat menyelesaikan potongan demi potongan puzzle. Selain itu, puzzle juga dapat membantu anak mencapai tujuan dan memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan, sehingga membuatnya ingin menyelesaikan lebih banyak puzzle lagi. Hal ini juga akan membuat anak lebih tertarik untuk belajar di sekolah.

2. Mengembangkan Kordinasi Mata dan Tangan
Puzzle bagi balita hadir dengan bermacam bentuk, warna dan juga gambar. Hal ini dibuat untuk membantu anak Anda meningkatkan kordinasi antara tangan dan mata mereka. Anak akan dilatih untuk meletakkan potongan puzzle dengan bentuk yang berbeda pada tempat yang tepat. Cara ini dapat membuat anak belajar melibatkan gerakan dan konsentrasi serta mengenali apa yang terlihat pada waktu bersamaan.

3. Pengembangan Keterampilan Motorik
Anak-anak diharuskan mengambil sesuatu, membuat garis dan memindahkan barang tanpa membuatnya rusak, hal ini berarti meningkatkan keterampilan motorik mereka. Bukan hanya melatih gerakan dasar, puzzle juga akan membantu anak mengontrol gerakan dan meletakkan sesuatu sesuai tempatnya. Pengembangan keterampilan motorik ini juga akan melatih anak melakukan hal-hal dasar seperti menulis dan makan dengan baik.

4. Pengembangan Keterampilan Kognitif
Ketika bermain puzzle, anak akan mengenal bentuk dan ukuran serta warna berbeda pada objek. Hal ini akan membantu anak belajar untuk meletakkan segala sesuatu secara bersamaan dan harmonis, yang secara otomatis membuat keterampilan kognitif anak terlatih. Permainan ini juga akan membantu anak dengan dasar-dasar yang diperlukan untuk sekolah dan kehidupannya nanti, termasuk alfabet, berhitung dan mengenal nama-nama objek.

Album ini berisi testimoni dari semua sahabat bintang yang pernah membeli dan memakai produk handmade karya bintang keci...
10/10/2016

Album ini berisi testimoni dari semua sahabat bintang yang pernah membeli dan memakai produk handmade karya bintang kecil.. (^.^) terimksih banyak yaa

Sederhana namun asyik. Aktivitas ini melatih keterampilan motorik halus balita. Otot tangan dan jemari yang kuat serta l...
10/10/2016

Sederhana namun asyik. Aktivitas ini melatih keterampilan motorik halus balita. Otot tangan dan jemari yang kuat serta lentur membuat anak pintar menulis dan menggambar.

Anak-anak usia prasekolah butuh persiapan dasar yang matang sebelum bersekolah. Persiapan dasar, yang bisa dilakukan melalui permainan, antara lain melenturkan otot-otot tangan agar mampu memainkan gerakan rumit. Yaitu, gerakan-gerakan halus yang harus dikuasainya untuk melakukan kegiatan akademik seperti menulis dan menggambar. Aktivitas-aktivitas apa sajakah itu?

Menggunting kertas. Kegiatan memegang dan menggerakkan gunting melatih otot-otot yang sama yang akan digunakan untuk menulis. Anda perlu mencermati cara balita memegang gunting. Posisi gunting yang benar adalah, ibu jari dan jari tengah berada di dalam lubang gunting, jari telunjuk berada di bagian luar lubang gunting untuk menstabilkan gerak gunting. Sementara, jari keempat dan kelima menekuk ke arah telapak tangan. Beri anak keleluasaan melakukan kegiatan ini.

Melipat kertas. Keterampilan membuat origami baru akan dikuasai sungguh-sungguh saat anak berusia enam tahun. Tetapi latihan dapat dimulai sejak anak berusia tiga tahun.

Untuk anak-anak usia prasekolah, Anda bisa melatihnya membentuk persegi panjang atau segitiga dari selembar kertas berbentuk bujur sangkar. Bila anak sudah mahir membuat lipatan sederhana, Anda bisa melatihnya melipat bentuk amplop.

Latihan melipat kertas akan memperkuat otot-otot telapak dan jari tangan anak, yaitu saat anak melipat dan menekan lipatan itu. Kekuatan bagian telapak dan jari dibutuhkan untuk memegang dan menggerakkan pensil.

Memutar koin. Memegang uang logam pada posisi berdiri, kemudian memutarnya hingga menghasilkan putaran yang baik sangat dis**ai anak. Anak usia kira-kira empat tahun mulai dapat melakukannya, meski kadangkala jarinya masih terpeleset. Kegiatan ini melatih kelenturan otot kecil pada jari tangan, seperti digunakan saat membuat huruf-huruf menggunakan pensil.

Menyambung titik-titik. Ajak anak melatih keterampilan motoriknya dengan menyambung titik-titik kecil membentuk sebuah gambar. Keterampilan ini dibutuhkannya untuk menulis.

Anak-anak usia prasekolah gemar melakukan kegiatan ini. Tapi jangan paksa dia menyelesaikan seluruh latihannya bila mereka mengatakan,Udah akh, capek, pegal. Ini karena kekuatan otot lengan bagian atas mereka memang masih terbatas.

Melukis karton. Buatlah beberapa pola gambar pada karton, kemudian minta anakmembuat gambar serupa dengan gambar yang Anda buat. Bisa juga Anda membuat pola gambar dengan titik-titik yang besar. Usahakan titik-titik itu arahnya bervariasi, dari samping kiri ke arah atas, dari atas ke bawah dan dari bawah ke arah samping. Mintalah anak menyambung titik-titik itu.

Kegiatan ini untuk mengembangkan keterampilan visual-motor anak yang akan digunakannya bila ia perlu membuat sebuah gambar besar. Misalnya, disain ruang atau taman.

Meronce. Untuk bisa meronce sedotan warna warni menjadi seuntai kalung, dibutuhkan kelenturan otot pada jari tangan. Seperti pada kegiatan menjahit, kegiatan ini mengandalkan kekuatan otot ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Cara anak memegang benang untuk dimasukkan ke dalam lubang sedotan sama dengan ketika ia memegang pensil untuk menulis.

Gambar tempel. Menempel stiker dapat dilakukan anak sejak ia berusia satu tahun. Pada usia ini, anak cenderung menempelkan stiker di tempat kosong. Ajak anak menempel stiker di atas sebuah pola yang berbentuk sama dengan bentuk stiker. Kegiatan ini lebih rumit karena anak harus mengerahkan kemampuan visual, imajinasi dan motorik halusnya. Kegiatan merekatkan gambar tempel ini melatih aspek visual-motor dan melibatkan imajinasi yang diperlukan anak dalam kegiatan menggambar.

Mie lilin. Permainan ini diminati sepanjang zaman. Dari lilin aneka warna, anak dapat menciptakan berbagai bentuk. Awalnya, Anda dapat menunjukkan bagaimana memperlakukan lilin itu menjadi bentuk-bentuk yang punya makna.

Fungsi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia DiniHurlock mencatat beberapa alasan tentang fungsi perkembangan motorik bag...
09/10/2016

Fungsi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini

Hurlock mencatat beberapa alasan tentang fungsi perkembangan motorik bagi konstelasi perkembangan individu, yaitu:
Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memper-oleh perasaan senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat- alat mainan lainnya.

Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi helpessness (tidak berdaya) pada bulan-bulan pertama kehidupannya, ke kondisi yang independence (bebas, tidak bergantung). Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjang perkembangan self confidence (rasa percaya diri).

Melalui keterampilan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah (school adjustment). Pada usia pra sekolah (taman kanak-kanak) atau usia kelas awal sekolah dasar, anak sudah dapat dilatih menggambar, melukis, baris berbaris, dan persiapan menulis,.

Ciri-ciri anak temper tantrum:1. S**a cemberut dan mudah marahAnak temper tantrum biasanya menunjukkan sikap s**a cember...
09/10/2016

Ciri-ciri anak temper tantrum:

1. S**a cemberut dan mudah marah

Anak temper tantrum biasanya menunjukkan sikap s**a cemberut dan mudah marah saat sedang bermain dengan teman-temannya.

2. Mengamuk

Si anak akan mengamuk jika keinginanya itu tidak dituruti oleh orangtuanya. Selain itu, si anak juga akan memukul-mukulkan tangan atau kepalanya, membanting seluruh perabotan rumah, dan merengek. Perilakunya itu juga bisa ditunjukannya saat dirinya dan Anda berada di mal.

3. Menyakiti dirinya sendiri

Anak dengan temper tantrum memiliki kelemahan dalam mengendalikan emosinya sehingga meluapkannya dalam bentuk kemarahan secara berlebihan. Saking marahnya, anak temper tantrum ini sering menyakiti dirinya sendiri atau merusak barang-barang di sekitarnya. Selain itu, mereka juga bisa menjerit-jerit hingga keinginannya itu dipenuhi oleh orangtuanya.

Perkembangan emosi yang terhambat tentu akan mempengaruhi perkembangan aspek anak lainnya, seperti perkembangan fisik, psikis, dan intelektual. Hal tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan orangtua si anak. Lalu, bagaimana cara menghadapi anak temper tantrum ini?

Cara menghadapi anak temper tantrum:

1. Memberikan peraturan yang jelas

Anak membutuhkan kejelasan akan apa yang boleh dan tak boleh dilakukannya. Anak belum memiliki logika seperti orang dewasa. Daya pikirnya masih berada dalam proses tumbuh kembang. Untuk itu, kejelasan akan peraturan menjadi patokan utama bagi perilaku anak. Misalnya, Anda memberi peraturan tak boleh makan es krim sebelum makan nasi.

2. Membiarkannya jika sedang mengamuk

Jika anak sudah memperlihatkan sikap mengamuknya, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membiarkannya. Ketika dirinya marah secara berlebihan, anak sering menunggu respons orang-orang di sekitarnya sebagai bentuk perhatian yang ditunjukkan kepadanya. Jika respons itu muncul, maka biasanya anak akan menjadi-jadi agar hal yang diinginkannya segera terwujud. Namun, Anda harus bersikap tegas dan jangan terus-menerus menuruti keinginannya.

3. Jangan ikut emosi

Biasanya, orangtua akan ikut-ikut emosi manakala anaknya sedang mengamuk. Orangtua bisa memukul, mencubit, dan lain sebagainya. Namun, cara itu bukanlah solusi yang tepat untuk menghadapinya. Anak-anak bukannya akan belajar mengatasi kemarahannya, tapi malah semakin menganggap orangtuanya jahat. Untuk itu, Anda disarankan tetap tenang saat menghadapinya.

4. Ajari anak untuk mengatasinya

Jangan turuti semua hal yang diinginkannya pada saat itu juga. Membiarkannya dan bersikap cuek merupakan salah satu cara untuk membuatnya tahu bahwa kemarahannya tak bisa membeli keinginannya. Katakan padanya bahwa hanya anak-anak yang menyampaikan keinginan dengan cara yang baiklah yang akan mendapatkan keinginannya dari Anda. Bukan dengan mengamuk, guling-gulingan, dan menjerit. Sikap yang Anda tunjukkan ini akan membuatnya berlatih lebih disiplin.

5. Ajak si anak untuk menenangkan diri

Anda bisa siapkan sebuah kursi yang disebut sebagai kursi diam. Saat mengamuk, dudukkan anak di sana dan menyuruhnya agar tak boleh ke mana-mana sampai dirinya tenang. Selain itu, Anda juga bisa menyuruhnya untuk masuk ke kamarnyua sendiri dan menenangkan diri. Katakan padanya bahwa si anak boleh keluar jika dirinya sudah kembali tenang.

Itulah ciri anak temper tantrum dan cara menghadapinya. Sebagai orangtua, Anda harus bisa tetap sabar menghadapinya. Anda harus bisa menenangkan si anak, seperti memeluknya, memperhatikannya, dan sering berkomunikasi dengannya. Dengan begitu, si anak akan merasa nyaman dan jadi bisa lebih terbuka pada Anda. (NR)

Address

Subang
Subang
41261

Opening Hours

Monday 09:00 - 19:00
Tuesday 09:00 - 19:00
Wednesday 09:00 - 19:00
Thursday 09:00 - 19:00
Friday 09:00 - 19:00

Telephone

+82129300506

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bintang kecil handmade posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Bintang kecil handmade:

Share