Kedai Pataba

Kedai Pataba Kini Pataba semakin melebarkan sayapnya dengan membuka toko buku online. Di sini dijual berbagai macam buku menarik. Happy reading booklover....

KAMPUNG YANG PANTANG MENYERAHKampung yang Pantang Menyerah menceritakan tentang perjuangan Nup, salah satu warga Kampung...
19/02/2024

KAMPUNG YANG PANTANG MENYERAH

Kampung yang Pantang Menyerah menceritakan tentang perjuangan Nup, salah satu warga Kampung Kong Hoa, bersama warga lain dan kampung-kampung di sekitarnya bertahan hidup di pedalaman hutan untuk melarikan diri dari orang-orang Prancis dan Jepang.

Selama bertahun-tahun, kerja keras yang tak henti-hentinya, serangan orang-orang Prancis, maupun ketiadaan garam tak dapat melemahkan rakyat Kampung Kong Hoa. Mereka mengeretakkan gigi-giginya dan pikul seluruh nasib buruk mereka. Mereka telah menanamkan kepercayaan akan kedatangan pas**an-pas**an Bok Ho dengan kader-kadernya.

Novel ini dianggap sebagai salah sebuah di antara bunga-bunga idaman kesusasteraan Vietnam. Novel ini dianugerahi Hadiah Pertama untuk Kesusasteraan tahun 1954-1955, oleh Himpunan Penulis dan Seniman Vietnam.

Dalam karya ini penulis membikin jelas dan dengan perantaraannya, pembaca akan menginsafi, bahwa tak sebuah kekuatan pun di bumi ini yang dapat menundukkan rakyat, yang secara gigih berjuang untuk penyatuan nasionalnya dan untuk perdamaian.

Penulis: NGUYEN NGOK
Penerjemah: WALUJADI TOER
Penyunting: BENEE SANTOSO
Penerbit: PATABA PRESS
Bahasa: Indonesia
Cetakan pertama: 1955
Cetakan kedua: Desember, 2022
Tebal buku: xiv + 226 halaman | bookpaper
Ukuran: 14 x 20,5 cm | soft cover
ISBN: 978-602-5604-02-7
Berat: 250 gram
Harga normal: Rp 90.000
Diskon 10% jadi Rp 81.000 (belum termasuk ongkos kirim)

Info & Pemesanan
LINE ->
WA -> 08995675895 (Jangan SMS/Telp)
Shopee: shopee.co.id/kedaipataba
Tokopedia: tokopedia.com/kedaipataba

#

Kisah di Balik Bumi ManusiaBumi Manusia adalah karya monumental yang penuh drama. Bukan hanya isi novelnya. Mulai dari p...
19/02/2024

Kisah di Balik Bumi Manusia

Bumi Manusia adalah karya monumental yang penuh drama. Bukan hanya isi novelnya. Mulai dari penulisan, penyelamatan naskah, hingga proses penerbitannya juga tak kalah dramatisnya. Berdarah-darah dan sangat melelahkan, menguras tangis berlumur dendam. Hampir tak ada novel yang memiliki perjalanan berliku dan penuh luka seperti Bumi Manusia.

Buku ini membongkar perjalanan panjang novel Bumi Manusia. Mulai dari kisah Pramoedya Ananta Toer sebagai ibu kandung novel tersebut, yang harus bertaruh nyawa demi melahirkannya. Juga siasat gila untuk membawa naskah ini ke luar dari Buru ke Jakarta, dari pulau neraka menuju ibukota. Buku ini membedah perjuangan Pram sebagai pribumi yang inferior untuk menjadi pribadi yang mandiri dan kuat. Yang berjuang atas nama kemanusiaan dan keadilan hingga malah menjadi korban kepentingan sesama anak bangsa, berujung tragis di pengasingan.

Dikemas dengan gaya milenial dan kekinian, memang buku ini ditujukan untuk pembaca muda namun tetap nyaman menjadi konsumsi segala usia yang ingin mengetahui "Bumi Pramoedya" yakni bumi kemanusiaan di mana asas kebenaran, keadilan, dan kebangsaan harus ditegakkan.

Penulis: Agus Wahyudi
Penerbit: Media Pressindo, 2019
Bahasa: Indonesia
Tebal buku: xviii + 190 halaman | bookpaper
Ukuran: 14 x 20 cm | soft cover
ISBN: 978-602-5752-61-2
Berat: 200 gram
Harga normal Rp 65.000
Diskon 5% jadi 61.750 (Belum termasuk ongkos kirim)

Info & Pemesanan
LINE ->
WA -> 08995675895
Shopee: shopee.co.id/kedaipataba
Tokopedia: tokopedia.com/kedaipataba

MATA GELAP“Aduh! Adinda! Sungguhpun tiada sedikit kecintaanku kepadamu, biarpun adinda jadi perjalannanku yang membawak ...
19/02/2024

MATA GELAP

“Aduh! Adinda! Sungguhpun tiada sedikit kecintaanku kepadamu, biarpun adinda jadi perjalannanku yang membawak diriku ke liang kubur, itulah tiada sekali-kali takut bagai kandamu, asalkan maksud kita bisa kesampaian.”

Mata Gelap sebagai novel yang awal belum langsung berbicara tentang kecenderungan zaman waktu itu. Namun semua itu tidak meniadakan arti penting novel Mata Gelap sebagai catatan sejarah tentang fakta praktik pergundikan yang dilakukan luas oleh kaum kolonial beserta imbasnya terhadap kaum kelas menengah yang tidak berbuat apa pun dalam kaitan apa yang dinamakan “bangsa” yang sedang diperjuangkan oleh sebagian orang yang “sadar”.

Buku ini seolah merupakan isyarat bahwa Marco adalah voorloper (pelopor) dari suatu drama, dan bahwa untuk selanjutnya Marco akan menulis tentang masalah yang lebih maton (signifikan). Dari buku ini pun sudah kelihatan bahwa dengan bahasanya yang kuat dan kemampuannya melukiskan suasana ia adalah penulis yang maju pada zamannya.

Penulis: MAS MARCO KARTODIKROMO
Penyunting: KOESALAH SOEBAGYO TOER
Penerbit: PATABA PRESS
Bahasa: Indonesia
Cetakan pertama: Juni, 1914
Cetakan kedua: Desember, 2015
Cetakan ketiga: Juli, 2021
Tebal buku: xii + 188 halaman | bookpaper
Ukuran: 13 x 19 cm | soft cover
ISBN: 978-602-5604-56-0
Berat: 200 gram
Harga normal: Rp 65.000
Diskon 10% jadi Rp 58.500 (Belum termasuk ongkos kirim)

Info & Pemesanan
LINE ->
WA -> 08995675895
Shopee: shopee.co.id/kedaipataba
Tokopedia: tokopedia.com/kedaipataba

CINTA PERTAMA“Dapatkah kau rasakan betapa aku mencintaimu? Aku tidak pernah bisa mengalami begitu banyak kegembiraan, se...
19/02/2024

CINTA PERTAMA

“Dapatkah kau rasakan betapa aku mencintaimu? Aku tidak pernah bisa mengalami begitu banyak kegembiraan, sebanyak seperti yang aku rasakan ketika denganmu. Ini sungguh benar: percayalah! Tidak pernah aku mencintai dengan begitu penuh rasa kasih, dengan begitu penuh kelembutan, juga dengan begitu senang hati. Dengan perasaan takjub, bersamamu, aku merasa baik-baik saja...”

“Spontanitas yang Maxim Gorky perlihatkan menghajar saya sebagai sesuatu yang sangat unik.” - Stefan Zweig

“Cinta Pertama merupakan sebuah novel yang kompak dan padat…. menghadirkan satu fase hidup Gorky yang signifikan memengaruhi perjalanan hidup Gorky baik sebagai penulis maupun aktivis politik…. Cinta Pertama merupakan sebuah memoar seorang penulis besar, sebuah memoar yang menghadirkan satu bagian penting Revolusi Bolshevik melalui jiwa-jiwa sebagian aktor-aktornya dan pelbagai konteks yang memungkinkan dan dimungkinkannya.” - Hikmat Gumelar

“Inilah karya Maxim Gorky yang banyak dipuji orang karena keindahan dan melankolitasnya. Penuh dengan data yang jarang ditemukan orang. Sebuah karya yang berkiblat pada kepincangan sosial pada umumnya.” - Soesilo Toer

Penulis: MAXIM GORKY
Penerjemah: LADINATA
Penyunting: SOESILO TOER
Penerbit: PATABA PRESS
Bahasa: Indonesia
Cetakan pertama: Maret, 2017
Cetakan kedua: November, 2017
Cetakan ketiga: Juli, 2021
Tebal buku: xviii + 122 halaman | bookpaper
Ukuran: 14 x 21 cm | soft cover
ISBN: 978-602-60211-8-2
Berat: 120 gram
Harga normal: Rp 65.000
Diskon 10% jadi Rp 58.500 (Belum termasuk ongkos kirim)

Info & Pemesanan
LINE ->
WA -> 08995675895
Shopee: shopee.co.id/kedaipataba
Tokopedia: tokopedia.com/kedaipataba

PERJUANGAN SEBUAH LEMBAGA PENDIDIKANSetelah lulus Stovia pada tahun 1911, Soetomo bekerja sebagai dokter di berbagai dae...
18/02/2024

PERJUANGAN SEBUAH LEMBAGA PENDIDIKAN

Setelah lulus Stovia pada tahun 1911, Soetomo bekerja sebagai dokter di berbagai daerah di Jawa, salah satunya di Blora pada tahun 1917. Ketika bekerja di Blora itulah Dokter Soetomo mendirikan Instituut Boedi Oetomo atas dorongan Bupati Blora, Raden Mas Said Tirtonegoro yang juga merupakan anggota Volksraad.

Setahun berselang, Dokter Soetomo meninggalkan Blora untuk berdinas di Baturaja. Instituut Boedi Oetomo di Blora lesu. Melalui seruan lisan maupun tulisan Bupati Blora memanggil siapa saja yang sanggup membenahi dan mengurus sekolahan itu yang akan dijamin dari kantongnya sendiri.

Seorang nasionalis muda, guru HIS Rembang, Mastoer, menyediakan diri dengan mengorbankan pekerjaannya sebagai guru negeri, dan pindah ke Blora pada tahun 1922. Di bawah pimpinan Mastoer, Instituut Boedi Oetomo berkembang pesat dan pada masa jayanya mempunyai filial di Kecamatan Kunduran (Blora), Jatirogo (Rembang), dan di Kalitidu (Bojonegoro), yang disebut F.I.B.O. (Filiaal Instituut Boedi Oetomo).

Buku ini merupakan pandangan Soesilo Toer berkait sepak terjang sebuah lembaga pendidikan di Blora dengan segala s**a dukanya dalam dunia pendidikan sejak zaman Hindia Belanda, Penjajahan Jepang, Kemerdekaan, Revolusi, hingga tahun 90-an. Buku ini hadir untuk melengkapi buku Mastoer Bapak Kami sekaligus juga sebagai monumen untuk mengingatkan kita akan nama “yang dilupakan” dan “yang terlupakan”: Mastoer dan Instituut Boedi Oetomo.

Penulis: SOESILO TOER
Penyunting: BENEE SANTOSO
Penerbit: PATABA PRESS
Bahasa: Indonesia
Cetakan pertama: Juni 2022
Tebal buku: ###ii + 120 halaman | bookpaper
Ukuran: 14 x 20,5 cm | soft cover
ISBN: 978-602-5604-64-5
Berat: 170 gram
Harga normal: Rp 60.000
Diskon 10% jadi Rp 54.000 (Belum termasuk ongkos kirim)

Info & pemesanan
Line ->
wa -> 08995675895 (jangan sms/telp)
Shopee: shopee.co.id/kedaipataba
Tokopedia: tokopedia.com/kedaipataba

Ajal dan Cintasejak biji-bijian di sawah ladang belum matangsejak hewan-hewan piaraan masih beliabahkan kita telah mengi...
18/02/2024

Ajal dan Cinta

sejak biji-bijian di sawah ladang belum matang
sejak hewan-hewan piaraan masih belia
bahkan kita telah mengikat janji:
tentang kepastian ajal dan cinta
kebahagiaan dan kesedihan
kejayaan dan keruntuhan

semua kita catat untuk
kita wariskan pada anak cucu
*
Ajal dan Cinta menjadi semacam ruang renung seorang Hery Santosa, antroplog yang terus gelisah. Tentang kata purba yang senantiasa bergema setiap perjalanan manusia.

Penulis: Hery Santoso
Penerbit: Interlude, 2021
Bahasa: Indonesia
Tebal buku: x + 74 halaman | bookpaper
Ukuran: 13 x 19 cm | soft cover
ISBN: 978-623-7676-97-3
Berat: 150 gram
Harga: Rp 45.000 (Belum termasuk ongkos kirim)

Info & Pemesanan
LINE ->
WA -> 08995675895 (Jangan SMS/Telp)
Shopee: shopee.co.id/kedaipataba
Tokopedia: tokopedia.com/kedaipataba

ANAK DIGUL BERNAMA DARMAN“Kalau nanti kamu sampai di Jawa, kalau kamu cari pekerjaan, carilah yang paling susah.”“Kenapa...
18/02/2024

ANAK DIGUL BERNAMA DARMAN

“Kalau nanti kamu sampai di Jawa, kalau kamu cari pekerjaan, carilah yang paling susah.”
“Kenapa begitu, Pak?”
“Ya supaya kamu mengerti apa artinya eksploitasi!”

Itulah pesan sang ayah kepada Darman. Dan pesan itu benar-benar Darman lakukan. Kenyataan pahit sejak umur enam tahun ketika harus ikut dibuang ke Digul adalah tempaan pertama yang membuat Darman menjadi kebal terhadap berbagai macam penderitaan.

Di Digul Darman justru dapat berkenalan dengan tokoh-tokoh nasional pendiri Republik seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan tokoh-tokoh PKI lain yang terlibat dalam Pemberontakan 1926. Di Digul Darman mendapatkan pendidikan formal, pendidikan partai, sekaligus pendidikan hidup. Dia melewati berbagai ujian dan cobaan secara tabah dan kuat. Segala macam pekerjaan dia jalani mulai dari pelaut, operator stasiun radio, loper koran, kader partai, petani, pedagang, tukang kebun, jaga malam, penyiar radio, pegawai, buruh, sampai anggota DPRD. Semua pengalaman yang begitu kaya dan luar biasa tentang sejarah Indonesia, di mana dia ikut ambil bagian di dalamnya, dia dongengkan dalam buku ini.

“Sebuah dongeng yang sangat menarik tentang sejarah yang pernah benar-benar terjadi di Nusantara. Buku ini adalah kesaksian sejarah dari pelaku sejarah langsung. Menguak sisi yang belum banyak diketahui umum; dari yang menjijikkan, mengerikan, mengenaskan, sampai aneh, romantis, mengharukan, lucu, dan bahkan menggelikan…” – Soesilo Toer

Penulis: KOESALAH SOEBAGYO TOER
Penyunting: SOESILO TOER
Penerbit: PATABA PRESS
Bahasa: Indonesia
Cetakan pertama: Juni 2022
Tebal buku: xiv + 374 halaman | bookpaper
Ukuran: 14 x 20,5 cm | soft cover
ISBN: 978-602-61434-2-6
Berat: 360 gram
Harga normal: Rp 120.000
Diskon 15% jadi Rp 102.000 (Belum termasuk ongkos kirim)

Info & Pemesanan
LINE ->
WA -> 08995675895 (Jangan SMS/Telp)
Shopee: shopee.co.id/kedaipataba
Tokopedia: tokopedia.com/kedaipataba

AKU HADIR DI HARI INIHR. BANDAHARO, penyair angkatan Pujangga Baru, lahir di Medan pada tahun 1917.Salah satu puisi Band...
17/02/2024

AKU HADIR DI HARI INI

HR. BANDAHARO, penyair angkatan Pujangga Baru, lahir di Medan pada tahun 1917.

Salah satu puisi Bandaharo yang sangat terkenal adalah “tak seorang berniat pulang, walau mati menanti”. Puisi ini menjadi sajak wajib pada lomba-lomba deklamasi di tahun enam puluhan. Bandaharo adalah Redaksi Harian Rakyat Minggu, salah seorang Pengurus Pusat Lekra.

Ia ditahan sejak tahun 1965 di Jakarta dan kemudian dibuang ke Pulau Buru sampai tahun 1979.

Ia menghembuskan napas terakhir di Jakarta dengan meninggalkan 4 anak dan seorang istri serta sejumlah puisi yang belum sempat dipublikasikannya.

Penulis: Hr. Bandaharo
Penyuntingr: Putu Oka Sukanta, Bilven
Penerbit: Ultimus, 2010
Bahasa: Indonesia
Tebal buku: viii + 180 halaman | hvs
Ukuran: 14 x 20 cm | soft cover
ISBN: 978-602-8331-18-0
Berat: 300 gram
Harga: Rp 35.000 (Belum termasuk ongkos kirim)

Info & Pemesanan
LINE ->
WA -> 08995675895
Shopee: shopee.co.id/kedaipataba
Tokopedia: tokopedia.com/kedaipataba

**anta

PIKNIK YANG MENYENANGKAN Ziarah/piknik puisi Hasta Indriyana adalah piknik ke ruang terrestrial-selestial bangunan omahn...
17/02/2024

PIKNIK YANG MENYENANGKAN

Ziarah/piknik puisi Hasta Indriyana adalah piknik ke ruang terrestrial-selestial bangunan omahnya (rumahnya) sendiri di Gunungkidul. Rumah (omah) yang dipenuhi cinta, kata Hasta: “ikat-ikat jagung di lelangit”, “padi di lumbung”, dan ‘tumpukan kayu-kayu”. Barangkali puisi-puisi seperti “Mahoni”, “Akasia”, juga “Jati” mengajak para pembaca untuk piknik ke kerahasiaan diri-manusia yang amat wreksa: wreksa mahoni, wreksa akasia, wreksa jati. Para wreksa menemani dan menjaga kehidupan manusia. “Kang Marto, Kang Ijan, Mbah Karsan, di sebuah Gubug Tengah Sawah” adalah gambaran hubungan emosionalnya dengan para golongan dukut (akar rumput yang petani). Sementara Kali Progo, Kali Oya, Kali Code, dan Kali Winanga merupakan gambaran omah-alamnya yang lebih luas lagi. Piknik ke ‘Pura’: sering sebuah pura (omah) pura-pura kita sadari keberadaannya, sementara pura dan gapura adalah bagian dari diri manusia ke manapun ia piknik-mengembara.

Hasta mengembalikan makna "puisi" kepada akar katanya, yaitu "poesis": mencipta, membuat. Puisi baginya adalah alat merekam, tetapi rekaman tersebut tidak sekadar menghasilkan "puisi dokumenter" yang secara jurnalistik mencatat ketidakadilan dan kekerasan dalam kehidupan bernegara, dan mengaburkan batas pemisah antara puisi dengan dokumen-dokumen perekam peristiwa "nyata". - Prof. Sylvia Tiwon, Ph. D

Penulis: Hasta Indriyana
Penerbit: Interlude, 2017
Bahasa: Indonesia
Tebal buku: xvi + 122 halaman
Ukuran: 14 x 21 cm | soft cover
ISBN: 978-602-214870-6-8
Berat: 200 gram
Harga: Rp 44.000 (Belum termasuk ongkos kirim)

Info & Pemesanan
LINE ->
WA -> 08995675895 (Jangan SMS/Telp)
Shopee: shopee.co.id/kedaipataba
Tokopedia: tokopedia.com/kedaipataba

ORANG SALEMBA“Jangan takut masuk penjara, karena penjara hanya akan membikinmu lebih kuat!”Tidak seorang pun tahanan G30...
17/02/2024

ORANG SALEMBA

“Jangan takut masuk penjara, karena penjara hanya akan membikinmu lebih kuat!”

Tidak seorang pun tahanan G30S tahu, kapan akan dilepaskan, walau sebagian terbesar dari mereka tahu seratus persen, tidak ada sangkut paut dirinya dengan G30S, apalagi dengan pembunuhan jenderal-jenderal. Jadi tahanan pun sudah untung, tidak dibunuh sampai mati, seperti jutaan (konon) rekannya.

Namun yang dinamakan untung dalam hal ini sangat nisbi. Sebab, maut selalu mengintai dari segala penjuru. Tempat penahanan, makanan, dan jaminan kesehatan demikian buruk, hingga cepat atau lambat keadaan itu akan mengakibatkan cacat tetap atau kematian.

Di sinilah naluri mereka berbicara. Dengan cara apa pun mereka berusaha mempertahankan hidupnya. Mereka ingin kembali menjadi orang bebas. Mereka ingin menyaksikan perubahan politik yang menguntungkan terjadi. Mereka ingin melihat Soeharto jatuh, jenderal yang menjadi biang keladi segala bencana yang menimpa mereka.

Untuk itu mereka secara tabah menjaga kesehatan, mendalami ilmu kesehatan, dan cara-cara merawat kesehatan.

Humor dan optimisme menghindarkan para tahanan dari bermacam penyakit fisik maupun psikis. Memang benar, ada saja tahanan yang gagal melakukan itu, namun faktanya sebagian besar mereka akhirnya oleh penguasa Orde Baru sempat terpaksa dilepas ke masyarakat.

Dalam buku kecil ini dicatat sebagian situasi humor yang sempat disantap para tahanan G30S atau mereka ciptakan di kalangan mereka, khususnya yang meringkuk di Penjara Salemba antara 1968-1978.

Penulis: KOESALAH SOEBAGYO TOER
Penyunting: BENEE SANTOSO
Penerbit: PATABA PRESS
Bahasa: Indonesia
Cetakan pertama: Juni 2022
Tebal buku: x + 194 halaman | bookpaper
Ukuran: 14 x 20,5 cm | soft cover
ISBN: 978-602-61434-3-3
Berat: 240 gram
Harga normal: Rp 70.000
Diskon 15% jadi Rp 59.500 (Belum termasuk ongkos kirim)

Info & pemesanan
line ->
wa -> 08995675895 (jangan sms/telp)
shopee: shopee.co.id/kedaipataba
tokopedia: tokopedia.com/kedaipataba

PENGUMUMAN PENGUMUMAN. x  hadir di Semarang dalam event Jateng Book Fair 2024. Kunjungi stand kami dan dapatkan buku den...
16/02/2024

PENGUMUMAN PENGUMUMAN.

x hadir di Semarang dalam event Jateng Book Fair 2024. Kunjungi stand kami dan dapatkan buku dengan harga diskon. Kamu juga bisa dapatkan paket buku murah yang tersedia. Kamu sudah bisa bawa pulang 4 jumlah buku, cukup dengan bayar sebesar Rp 100.000.

Ayo kapan lagi, kunjungi stand kami pada 16-26 Februari 2024 di halaman Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Sampai jumpa!

MASYARAKAT, HUTAN, DAN NEGARA: Setengah Abad Perhutanan Sosial di Indonesia (1970-2020)Setelah menempuh masa kurang lebi...
15/02/2024

MASYARAKAT, HUTAN, DAN NEGARA: Setengah Abad Perhutanan Sosial di Indonesia (1970-2020)

Setelah menempuh masa kurang lebih setengah abad sejak kemunculannya yang pertama pada dekade 1970-an (antara lain ditandai dengan diselenggarakannya Kongres Kehutanan Dunia VIII di Jakarta yang mengangkat tema Forest for People), gagasan perhutanan sosial yang membawa misi keadilan dan keberlanjutan dalam pengelolaan hutan, mulai tidak lagi dipandang sebagai isu kehutanan marginal yang bersifat kontrapembangunan. Sebaliknya, perhutanan sosial justru dianggap sebagai alternatif solusi bagi kerusakan hutan yang diwariskan oleh era kejayaan kayu yang terjadi pada dekade 1980-1990. Melalui perhutanan sosial diharapkan masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan bisa sejahtera dan hutan yang dikelola pun bisa lestari.

Penulis: Hery Santoso dan Edi Purwanto
Penerbit: Interlude, 2021
Bahasa: Indonesia
Tebal buku: xiv + 192 halaman | bookpaper
Ukuran: 15 x 23 cm | soft cover
ISBN: 978-623-6470-08-5
Berat: 300 gram
Harga normal: Rp 110.000
Diskon 10% jadi Rp 99.000 (belum termasuk ongkos kirim)

Info & Pemesanan
LINE ->
WA -> 08995675895 (Jangan SMS/Telp)
Shopee: shopee.co.id/kedaipataba
Tokopedia: tokopedia.com/kedaipataba

Address

7FG3+9M2, Ngrangsang, Selomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten
Sleman

Opening Hours

Monday 09:00 - 18:00
Tuesday 09:00 - 18:00
Wednesday 09:00 - 18:00
Thursday 09:00 - 18:00
Friday 09:00 - 18:00

Telephone

+628995675895

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kedai Pataba posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kedai Pataba:

Share

Category