26/07/2017
TRIBUNNEWS.COM - Seorang nenek yang tinggal di Guangzhou, Tiongkok pergi ke bank untuk menarik uangnya.
Dilansir dari epoctimes, saat berhadapan tepat di depan teller, si nenek menyerahkan kartu ATM-nya, dan mengatakan jika ia ingin mengambil sejumlah uang.
βNona, tolong ambilkan 500 Yuan (1 juta rupiah), terima kasih,β ujarnya.
Namun si teller perempuan bukannya membantunya, malah menjawab dengan nada ketus seperti ini.
βPengambilan tunai di bawah 5000 Yuan (sekitar 10 juta) bisa ambil di ATM,β kata teller.
Terkejut mendengar jawaban itu, Nenek ini tetap mencoba tenang dan bertanya kembali.
"Mengapa tidak bisa diambil disini?" tanya si nenek.
Dengan masih wajah yang ogah-ogahan, si teller menjawab singkat jika itu sudah peraturan bank.
βIni peraturan bank, kalau tidak ada hal lain, nenek ke ATM saja, masih banyak yang antri di belakang,β katanya.
Si teller perempuan itu lantas mengembalikan kartu ATM si nenek.
Nenek itu diam saja, kemudian kartu ATM-nya diserahkan lagi pada teller sambil berkata,
βKalau begitu, tolong ambilkan semua uang tabungan saya! Terima kasih!" ujarnya dengan nada tegas.
Muka teller bank seketika berubah, dan langsung berdiri membungkukkan badan sambil berkata pada si nenek,
βMaaf ya nek sebelumnya, total tabungan nenek ada 200 juta Yuan (400 miliar),"
"Kami tidak memiliki uang tunai sebanyak itu di bank.β
βMaaf ya nek, nenek sebelumnya harus memberitahu dulu waktu pengambilan uang, baru bisa kami siapkanβ lanjut teller bank.
Kemudian si Nenek mengatakan berapa jumlah uang yang bisa diambil sekarang.
"Berapa maksimalnya uang tunai yang bisa saya ambil?β tanya si nenek.
Teller : βNenek bisa ambil dibawah 300.000 yuan(600 juta).β
βTerima kasih, ya sudah tolong ambilkan 600 juta saja,β kata nenek.
Dengan rasa hormat, teller bank segera mengambil 600 juta untuk si nenek. Setelah nenek menerima uangnya, lalu ia mengambil satu juta dari tumpukan uang tunai di tangannya.
Kemudian berkata pada teller, βNona, tolong tabungkan 599 juta ini ke rekening saya, terima kasih,β urainya
Raut wajah teller bank seketika berubah, serba salah dan kikuk di hadapan si nenek.
Pesan yang disampaikan dalam kisah dia atas adalah janganlah memandang nasabah atau teman atau orang asing sekali pun dengan sebelah mata (hina).
Suatu ketika mungkin saja orang hina di mata Anda itu bisa membantumu. Jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya yang sederhana.
(M Krisnariansyah)
Tribunnews.com menyajikan berita terkini Indonesia, daerah, olahraga, sepakbola, seleb dan lifestyle