KOPI KERIS EMAS

KOPI KERIS EMAS Java coffee from Argopuro east Java Ina

30/05/2024

Ini KOPI KERIS EMAS asli Bondowoso

08/02/2023

Catatan Pameran 'Coffee in Culture Heritage 2'

*Nilai Kopi Lebih Tinggi dari Emas*
Oleh: Ireng Halimun

Kali pertama kopi ditemukan di Ethiopia, Afrika Timur, pada abad 9, oleh Khaldi penggembala kambing Suku Galla. Selanjutnya Suku Galla memanfaatkan kopi sebagai makanan.

Kehadiran kopi di Nusantara dibawa oleh Gubernur Belanda di Malabar, India (bibit awalnya berjenis arabika dari Yaman) lalu dibudidayakan di Kedawung (dekat Batavia/ Jakarta), Pulau Jawa, Indonesia, pada 1696.

Pada 1878 tanaman kopi arabika tersebut diserang oleh penyakit karat daun atau "hemileia vastatrix". Belanda mendatangkan jenis kopi liberika yang dianggap lebih tahan terhadap hama karat daun. Ternyata liberika pun tak bertahan lama. Pada 1907 Belanda mendatangkan lagi jenis kopi robusta. Jenis kopi inilah yang lebih bertahan dari hama karat daun.

Kepemilikan kopi saat itu bukan sekadar dapat menaikkan harkat seseorang dalam dunia bisnis, dari du­nia politik pun muncul slogan, “Jika seseorang mau menguasai suatu wilayah harus menguasai dulu bidang perkopian”. Bahkan nilai kopi dianggap lebih dari emas. Pada 1945 seluruh perkebunan kopi diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia dan menjadi satu di antara komoditas terbesar di negeri ini.

Kopi pun menjadi sarana dalam membangun koneksitas antarmanusia. Dari sanalah muncul istilah "ngopi" sambil membicarakan bisnis dan silaturahmi. Berdirilah beberapa warung kopi (coffee shop) yang kini po­puler disebut "kafe". Bahkan dalam skala dunia, warung kopi Kiva Han sudah lebih dulu muncul di Kota Konstantinopel (sekarang Istanbul) Turki, pada 1475.

Di Indonesia warung kopi bermunculan sejak zaman kolonial. Dulu kopi disajikan dengan secangkir kopi dari ceret kuno dan kini disajikan dengan secangkir "cappuccino" dari mesin "espresso". Beberapa kedai kopi saat itu adalah: 1. Warung Kopi Ake, 1921. Warung kopi yang tertua di Belitung; 2. Kedai Massa Kok Tong, 1925. Dirintis oleh Lim Tee Kee pada 29 Juni 1925; 3. Kedai Es Kopi Tak Kie, 1927. Warung kopi di kawasan Glodok, Jakarta Barat; 4. Warung Kopi Purnama, 1930. Warung kopi Purnama yang didirikan Yong A Thong, di Bandung; 5. Warung Kopi Phoenam, 1946. Didirikan Liong Thay Hiong di Makassar; dan 7. Warung Kopi Solong, 1974. Terletak di Jln T Iskandar No 13 - 14 (Ulee Kareng), Banda Aceh.

Ketika banyak ahli mengeksplorasi warna alam yang dapat dijadikan sebagai medium seni Lukis--di antara­nya dilakukan oleh R Sopandi Hasan--maka kopi tak luput dari perhatian mereka. Kopi merupakan tumbuhan yang kulitnya dapat dimanfaatkan untuk menjadi pewarna alami. Pewarna alami dari kulit biji kopi--terutama robusta yang diambil dari dataran tinggi Liwa, Lampung Barat—dapat diperoleh dengan cara diekstrak. Kemudian dibuat palet kelompok dari hasil ekstrak tanaman kopi, berupa cairan dan dilakukan pewarnaan pada kain. Di samping menggunakan metode "Eco-dye" dengan pemanfaatan limbah kulit ceri kopi sebagai pewarna alam, juga dilakukan pewarnaan dengan proses ekstraksi dan variasi mordanting yang menggunakan fiksasi tawas.

Hingga pada beberapa tahun belakangan ini, banyak pelukis (perupa) yang menggunakan cairan kopi sebagai medium dalam membuat karya seni lukisnya. Mereka dalam suatu komunitas tertentu, melakukan pelatihan yang panjang dan menggunakan teknik "aquarel" seperti pada proses penciptaan lukisan cat air.

Memang sekilas tampaknya mudah, namun tidak demikian pada kenyataannya, pelukis harus berlatih dengan serius dan konsisten pada pengerjaan detil dari objek; harus piawai dalam membuat nuansa dari pencampuran air dan medium; memperhitungkan tarik-menarik antara medium dengan bahan (taferil); dan mengemas atau melapisi dengan "vernish" atau "coating" demi keamanan dan ketahanan karya hingga ratusan tahun ke depan.

Pada Pameran "Coffe in Culture Heritage #2" yang melibatkan 30 pelukis, ini memilih pokok persoalan (subject matter) yang terkait dengan warisan budaya (culture heritage) sangatlah sinkron, karena visualisasi dari waris­an budaya sangatlah pas dengan efek yang disembulkan dari cairan kopi yang memunculkan varian warna kopi gradasi dari coklat muda, coklat, dan coklat tua, yang representatif nuansa dan suasana keduluan atau masa-masa lampau.

Karena nilai kopi dianggap lebih dari emas, para pelukis pun harus meyakini bahwa apa yang ditorehkan di atas kanvas (taferil) itu bukan sekadar cairan kopi, tetapi cairan yang bernilai tinggi melebihi nilai emas, apalagi yang dilukiskan adalah objek-objek yang hadir di masa keemasan dulu, warisan budaya (culture heritage), pelukis harus memperlakukannya dengan sikap yang lebih mulia. Diharapkan p**a, para apresian dan kolektor seni lebih menyikapi, mengapresiasi, dan memuliakan karya seni lukis kopi ini.

Ciputat Timur, 5 Februari 2023

Secangkir kopi selalu menemani saat sendiri. Ada kopi ada solusi. Java coffee asli Gunung Argopuro Bondowoso
31/12/2022

Secangkir kopi selalu menemani saat sendiri. Ada kopi ada solusi. Java coffee asli Gunung Argopuro Bondowoso

Food Bazar    Jaga kesehatan istirahat cukup dan makan yang bergizi. Semoga terhindar dr wabah covid19
25/08/2020

Food Bazar




Jaga kesehatan istirahat cukup dan makan yang bergizi. Semoga terhindar dr wabah covid19

Alhamdulillah laris.manis layanan take awayMinat jadi mitra Go Fish?call wa 081336829933
10/05/2020

Alhamdulillah laris.manis layanan take away
Minat jadi mitra Go Fish?

call wa 081336829933

24/04/2020

Bergabunglah jadi mitra Go Fish and chicken dgn investasi kecil dengan konsep syirkah syariah insya Allah barokah

wa.me/081335829933

Nikmat sehat murah

Monggo sahur dengan yang sehat dan lezat.Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT
23/04/2020

Monggo sahur dengan yang sehat dan lezat.

Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT

Soft launching Go Fish and fried chicken Pasar Bangil Pasuruan Mugi laris dan barokah
18/04/2020

Soft launching Go Fish and fried chicken Pasar Bangil Pasuruan

Mugi laris dan barokah

Address

Perumahan Sekawan Anggun A3 BCF Sidoarjo
Sidoarjo
61216

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KOPI KERIS EMAS posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to KOPI KERIS EMAS:

Share