Mendidik Dengan Buku

Mendidik Dengan Buku Sedia Buku Anak, Murah ada, Premium ada

09/02/2020

Ikutan mewek bacanya, semoga menjadi inspirasi buat yang lain juga 😭😭❤️

Catatan Inspirasi

Penulis: Ana Yuliana
Judul: Bolu Pisang dan Es Krim

"Ma, kakak ranking satu, mana janji mama mau beliin es krim," rengek Dika putra sulungku. Sejak p**ang sekolah ia selalu saja menagih janjiku. Mana kutahu bila si sulung yang baru kelas dua SD akan meraih ranking satu, pikirku saat berjanji paling dia hanya akan masuk sepuluh besar saja seperti biasa.

"Sabar ya, Nak, tunggu ibu gajian tanggal satu," janjiku, padahal aku pun tahu tanggal satu nanti upah menjadi buruh cuci separuhnya akan habis menyicil hutang pengobatan ketika almarhum suami sakit dulu.

Dika cemberut. Aku tahu dia kecewa. Tak banyak pinta anak ini sebenarnya, hanya sebuah es krim ketika ia ranking satu. Tapi bagiku itu barang mahal.

Ah seandainya saja Dika ranking dua atau tak usahlah ranking sekalian, ia pasti tak sekecewa ini.

Keterpurukan hidupku bermulai ketika suami yang tiap hari bekerja sebagai buruh bangunan kecelakaan dan lumpuh. Tiap Minggu harus bolak balik kontrol ke rumah sakit, walau pakai BPJS namun kerepotan ini tetap membutuhkan biaya hingga hutang pun menumpuk.

Ketika suami akhirnya pergi selamanya, hutang-piutang pun berdatangan meminta haknya untuk dilunasi.

Aku pasrah. Memohon kepada si pemberi hutang agar memberi kelonggaran dengan mencicil.

Bukan tak mau bekerja lebih giat lagi, namun selain Dika, aku memiliki Anita putri bungsuku yang masih berusia dua tahun. Tak semua orang mau menerima pekerja rumah tangga yang membawa balita.

Sejak itu aku melakukan kerja apapun, mulai dari buruh cuci, hingga upahan membuat kue. Kebetulan kata orang-orang bolu pisang buatanku enak.

(Mbak, bisa buatin bolu pisang?) Sebuah pesan masuk.

Aku bersorak. Alhamdulillah tak sia-sia mengisi pulsa data beberapa hari yang lalu dan mengaktifkan WA ku. Ada pesanan masuk.

(Bisa Mbak, mau berapa loyang?)

(2 loyang, ngambilnya habis Zuhur bisa?)

(Bisa Mbak.) Aku menyanggupi.

(Tapi bolu pisangnya jangan pakai gula ya, biar manisnya ngambil dari pisangnya saja. Anakku alergi gula.)

(Siap, Mbak. Otw dibuat.)

(Berapa harganya?)

(50.000 Mbak.)

(40.000 saja ya, kan gak pakai gula.)

Aku menelan ludah. Ya Tuhan, padahal dalam tiap loyangnya aku hanya mengambil untung 20.000.

(Ya sudah karena Mbak ngambil dua, aku kasih.)

(Oke, tapi aku gak bisa ngambil ke rumah ya, Mbak. Aku mau pergi liburan, jadi jam 1 aku tunggu di depan SMP yang ada di simpang itu.)

(Oke siap.)

Aku segera gerak cepat menyiapkan semua bahan dan mulai bekerja. Baru jam sembilan berarti masih banyak waktu luang. Kebetulan ada pisang Ambon yang belum terpakai jadi gak perlu beli ke pasar.

Alhamdulillah aku bisa mendapat untung dua puluh ribu dari penjualan dua loyang bolu pisang.

Sepuluh ribunya bisa buat beli es krim harga lima ribu untuk si sulung dan bungsu dan sisanya untuk tambahan belanja besok.

Setelah sholat Zuhur, jam 12.30 aku segera berangkat menuju tempat yang dijanjikan. Si sulung mengekor langkahku dengan riang karena terbayang es krim yang bakal didapat. Si bungsu sedang tidur siang jadi kugend**g saja.

Tempat janjian kami cukup jauh sekitar setengah kilometer dari rumah. Walau tengah hari dan terik matahari tengah garang menyerang, aku tetap semangat, demi 20.000.

Jam satu kurang lima menit kami telah tiba di tempat janjian. Mungkin sebentar lagi yang memesan akan datang.

Sepuluh menit, dua puluh menit hingga tiga puluh menit berlalu namun tak kunjung ada tanda bila si pemesan akan datang.

Beberapa pesan telah kukirim sejak tadi namun hanya terkirim dan belum dibaca.

Aku menelpon berkali-kali pun tak kunjung diangkat. Sudah hampir satu jam menanti.

Si sulung telah lelah dan merengek sementara si bungsu telah bangun dan ikut meraung karena kepanasan.

Ting! Sebuah pesan masuk. Hatiku bersorak, dari si pemesan kue.

(Ya Allah Mbak, maaf ya aku lupa. Ini suami berubah pikiran, awalnya dia bilang berangkat habis Zuhur eh tahunya jam sepuluh udah mau buru-buru. Jadi gak sempat kasih kabar. Mbak, jual bolunya sama orang lain saja ya, aku udah otw ke kampung.)

Aku langsung terduduk lemas. Ya Allah, ya Allah, ya Allah. Apalagi ini? Aku tak meminta banyak ya Allah, hanya es krim saja.

Peluhku yang sudah sejak tadi mengucur, kini bercampur dengan air mata.

Siapa yang ingin membeli bolu pisang tanpa gula dengan rasa manis yang alakadarnya?

Ya Allah, berkali aku menyeka air mata yang terus membasahi wajah.

Sulungku berhenti merengek, ia langsung diam melihat air mataku. Lama ia menatapku iba. Kedua netranya mulai berkaca. Tak tega hati ini melihatnya. Ia hanya ingin es krim seharga 5000 ya Allah.

"Dika gak akan minta es krim lagi Bu, tapi ibu jangan nangis." Dika kecilku berkata dengan suara yang bergetar. Sepertinya ia pun menahan tangis.

"Kita p**ang, Nak," ucapku. Dika mengangguk, si bungsu pun tangisnya mulai mereda. Sepertinya ia mengerti akan kegundahan hati ini.

Ya Allah, beginilah rasanya. Sakit ya Allah, sakit, sakit, sepele bagi mereka namun begitu berat bagiku. Bahan-bahan bolu itu adalah modal terakhir dan kini seolah sia-sia.

Ya Allah, berkali aku menyebut nama-Nya. Berat, sungguh berat, belum lama suamiku pergi dan kini rasanya aku lemah.

Tak banyak ya Allah hanya ingin es krim saja, itu saja, untuk menyenangkan buah hatiku dan kini bukan untung yang kudapat malah kerugian yang telah nyata di depan mata.

Aku baru saja memasuki halaman rumah kontrakan ketika Bu Tia tetanggaku kulihat telah menunggu.

"Eh, ibunya Dika, dicariin, untung cepat p**ang."

"Ada apa Bu?" tanyaku. Semoga saja wanita baik ini akan memberikanku perkerjaan. Apa saja boleh, bahkan yang terkasar sekalipun akan kuterima. Tapi gak mungkin, di rumah besarnya sudah ada dua pembantu yang siap sedia. Aku kembali membuang anganku.

"Gini, ibu jangan tersinggung ya." Bu Tia menatapku.

Aku mengangguk, ingin kukatakan bila rasa tersinggung itu sudah lama lenyap dalam kamus hidupku.

"Papanya anak-anak kan baru p**ang jemput kakek neneknya dari bandara. Ya dasar laki-laki tahunya kan cuma nyenengin anak tapi gak tahu yang baik. "

Aku mengangguk walau belum paham kemana arah pembicaraan.

"Masa dia ngebeliian anak-anak es krim sampai lima buah. Padahal anakku kan masih batuk pilek parah. Jadi, daripada buat rusuh, mau ya Bu nerima es krim ini, untuk Dika dan adiknya." Bu Tia menyerahkan plastik putih berisi es krim padaku.

Aku terdiam tak sanggup berkata-kata.

"Asikkk." Dika bersorak, aku masih bergeming.

"Lo, yang ibu bawa itu apa?" tanya Bu Tia melirik kantong hitam berisi dua kotak bolu pisangku.

"Bolu pisang Bu, tapi gak manis, kebetulan yang mesan batal. "

"Wah kebetulan, neneknya di rumah itu diabetes jadi gak bisa makan manis. Saya beli ya untuk cemilan."

"Benar Bu?" Aku bertanya tak percaya.

"Iya, berapa harganya?"

"Berapa saja, Bu. Terserah, asal jadi uang."

"Ya sudah." Bu Tia menyerahkan dua lembar uang merah ke dalam genggamanku.

"Ya Allah Bu ini kebanyakan ," ucapku.

"Sudah, gak apa. Ambil saja, kalau mesan yang kayak gini emang mahal kok Bu." Bu Tia langsung mengambil kantong berisi bolu pisang dan bergegas pergi.

Aku masih diam dengan air mata yang mulai menetes lagi. Baru saja mengeluh akan pahitnya hidup dan kini semua telah terbayar lunas.

***

Bu Tia meletakkan bolu pisang yang baru ia beli di atas meja makan.

Ia duduk dan memandang dua kotak bolu pisang itu dengan tatapan berkaca.

Sungguh zolim sebagai tetangga, bahkan ada seorang janda yang kesusahan pun ia tak tahu. Sementara baru saja ia membeli tas branded seharga jutaan dan tak jauh dari rumahnya ada seorang anak yatim merengek pada ibunya hanya demi sebuah es krim.

Untung saja Fahri putranya bercerita, bila tidak pastilah kezoliman ini akan terus berlangsung.

"Ma, tadi yang juara 1 Dika, tetangga kita yang di ujung itu." lapor putra sulungnya.

"Bagus d**g, les dimana dia?"

"Gak les kok, Ma. Orang dia miskin kok."

"Hey, gak boleh menghina orang lain." Bu Tia melotot pada putranya.

"Gak menghina kok. Kenyataan emang dia miskin. Kasihan deh Ma, masa kan ibunya janji mau beliin dia es krim kalau ranking satu eh pas dia ranking malah ibunya bilang tunggu ada uang. Kasihan banget Dika ya , Ma. Mana kalau di sekolah dia s**a mandang jajanan temannya kayak ngeiler gitu tapi pas dikasih dia nolak. Malu mungkin ya, Ma." Fahri bercerita panjang lebar.

Bu Tia terdiam.

Ya Allah mengapa ia tak tahu? Selama ini, ia aktiv ikut kegiatan sosial, mengunjungi panti asuhan ini dan itu. Namun ia abai akan keadaan di sekitar.

"Ma, bolunya gak ada rasa, kurang enak," ucap Fachri membuyarkan lamunannya.

"Sengaja, makannya bukan gitu. Tapi kamu oles mentega dan taburi meses atau kamu oles selai buah."

"Ohhh, gitu ya. Tumben mama pesan bolu tawar."

"Lagi pengen aja."

Bu Tia menghela napas panjang. Tak akan terulang lagi, jangan sampai ada tangis anak yatim yang kelaparan di sekitarnya.

Anak yatim itu bukan tanggung jawab ibunya saja tapi keluarga dan orang sekitar.

***

Sepele bagi kita namun berarti bagi mereka.

Ada kala sisa nasi kemarin sore yang tak tersentuh di atas meja makan kita adalah mimpi dari anak-anak yang telah berhari-hari terpaksa hanya berteman dengan ubi rebus saja.

Jangan heran menatap binar seseorang yang begitu terharu ketika gaun pesta yang menurut kita sudah ketinggalan jaman itu kita berikan pada mereka.

Uang lima puluh ribu yang sangat mudah lenyap ketika dibawa ke mini market bertukar dengan kinderj*y dan beraneka jajanan yang habis dalam sekejap itu adalah setara dengan hasil kerja keras seorang buruh dari subuh hingga menjelang Magrib.

Bersedekah itu gak perlu banyak, sedikit saja dari yang kita punya. Memberi itu jangan menunggu kaya, saat kekurangan lah justru diri harus lebih bermurah hati.

Beruntunglah bila di sekitar begitu banyak ladang sedekah dimana kita dapat menukar rupiah menjadi pahala. Kaya itu bukan pada jumlah harta tapi bagaimana kita membelanjakannya. Akherat itu ada dan sudah kah kita menyiapkan hunian di sana?

Pengingat diri agar lebih peka.

07/03/2019

Muadzin Selain Bilal

Namanya Abu Mahdzurah Aljumahi..pemuda berusia 16 tahun yang memiliki suara indah.

Ia baru saja memeluk Islam,
Saat melihat melihat Bilal bin Rabbah adzan di atas Ka'bah, ia pun meniru suara adzan dengan nada mengejek.

Rasulullah SAW kemudian mengusap kening dan dada pemuda ini, seketika hatinya dipenuhi iman dan ketenangan. Rasulullah SAW mengajarinya adzan dan menugaskannya menjadi muadzin Kota Mekah.

Sedangkan Bilal menjadi muadzin di Masjid Nabawi, Madinah.

Sumber : Mute jilid 14.

-muslimah-

wa.me/085225521347




Alhamdulillah paket buku   alias   sudah sampai di cust tercinta. Dan anak anaknya "wis ra geger njaluk dolan" alias "ud...
24/02/2019

Alhamdulillah paket buku alias sudah sampai di cust tercinta.
Dan anak anaknya "wis ra geger njaluk dolan" alias "udah ga ribut ngajak jalan jalan" 😍😍😍

Barakallah kakak kakak, semoga makin rajin baca buku dan tambah sholehah ya. Aamiin 🤗🤗🤗

23/02/2019

*Dulu kenapa Kaum Muslimin di negara Eropa sulit untuk ditaklukkan penjajah? Hal itu dikarenakan menonjolnya Kemampuan BAHASA mereka.*
(Ust. Budi Ashari Lc)
So, jika kita mau unggul maka banyak-banyaklah membaca. Latih anak kita untuk s**a membaca dengan menghadirkan buku-buku yang berkualitas.

19/02/2019

ROMANTISME RASULULLAH SAW

Assalaamu’alaikum,,,

Mak,, ada yang s**a nonton drakor ga?😁
Atau pilem India..? Hihi... 🤭

Dari hasil survey yang Mujib lakukan kepada beberapa kaum hawa penyuka Korea dan India, Mujib temukan bahwa yang menyebabkan para wanita ini menyukai pilem-pilem tersebut adalah karena,,,,
Eng..ing..eeeenggg.... “CERITANYA ROMANTIS...!!!”
Kekekekek... 🤣🤣🤣

Itulah kenapa, mayoritas penyuka drakor dan bollywood itu adalah perempuan. Karena perempuan menyukai keromantisan... ...😍

Saat Liyongjai mengirimkan bunga segar serumah banyaknya untuk Hanjien,,,
saat Rahul selalu ingat kebiasaan-kebiasaan Anjali walau mereka telah berpisah sekian lama,,, (Eh, tau juga Mujib ni..) duuh... gimana ga bikin klepek-klepek...? 😅😅😅

Dan,, secara tidak sadar, para penonton setia ini akan membanding-bandingkannya dengan suami mereka,,, yang katanya GA PEKA...
Ini jugalah sebabnya kenapa para bapak tidak s**a istrinya nonton korea... 😂😂😂

Akhirnya jadi marah-marah, bukannya tambah mesra... hihii... 🤭

Mak, ada satu rahasia...
Sssttt... Ini untuk kita-kita aja ya...🤫
Sebenarnya, ada caranya agar Pak Suaminya romantis dan peka, tanpa kita harus menghabiskan waktu dan air mata untuk nonton Korea dan India.

Ajak aja suaminya baca kisah rumah tangga Rasulullah...
Lebih berkah, berpahala, dan kalaupun sambil berurai air mata, air mata itu akan menjadi penolong kita di akhirat sana. 💓

Daaaan,,, dijamin ceritanya lebih romantis dan mesra... ... 🤩

Gimana sih, romantisnya Rasulullah terhadap istri-istrinya? Mujib kasih bocoran ya..

Yang pertama Bunda Khadijah Radhiyallaahu ‘Anh (RA)...

Euugghhh,,,, baca kisah romantisme Rasulullah dengan Bunda Khadijah RA ini, bikin hati deg-deg-ser gimana gitu..
Bunda Khadijah adalah istri yang paaaaaaling dicintai oleh Rasulullah. Meski telah bertahun-tahun Bunda Khadijah RA meninggal, tetap tak satupun Ummul Mukminin lain yang dapat menggantikan posisi Bunda Khadijah RA di hati Rasulullah.

Pernah, Rasulullah mendengar suara langkah kaki seseorang, dan itu langsung mengingatkan Beliau SAW terhadap Bunda Khadijah RA. Setelah seseorang tersebut muncul, ternyata itu adalah Halah binti Khuwailid, saudara perempuan Bunda Khadijah yang langkahnya memang mirip sekali dengan sang istri tercinta.

Uuuhuhu... Kalo difilmkan, pasti menguras air mata banget kaaannn..?
Bunda ‘Aisyah aja sampai cemburu banget loh, waktu itu... 💖
Selanjutnya, kisah romantisme bersama Bunda ‘Aisyah RA...

Di suatu kesempatan, Rasulullah SAW sedang duduk di rumah Bunda ‘Aisyah RA bersama beberapa shahabat, untuk mengkaji ilmu. Kemudian, datanglah pembantu dari Ummul Mukminin yang lain untuk mengantarkan makanan untuk Rasulullah SAW.

Bunda ‘Aisyah yang cemburu, langsung menepis nampan yang dibawa pembantu tersebut sehingga isinya jatuh berserakan di lantai.
Alangkah terkejutnya para shahabat yang hadir di situ. Namun, apakah yang dilakukan Rasulullah SAW..? Apakah Beliau marah? Tidak...
Rasulullah hanya berkata “Ibumu sedang cemburu..”, kemudian dengan tenang membersihkan makanan yang tertumpah tersebut.

Yaa Allaah,,, alangkah sabar dan pengertiannya.. Beliau tak menyalahkan Bunda ‘Aisyah sedikitpun, bahkan membelanya di depan para shahabat.
Kata-kata Rasulullah SAW tersebut diucapkan untuk mencegah para shahabat berpikiran buruk tentang akhlak Bunda ‘Aisyah RA. Beliau memaklumi tindakaan Bunda ‘Aisyah RA, karena beliau tau bahwa kecemburuan tak bisa dipisahkan dari hati seorang wanita...
Duuh,,, bikin melting ga siiihh..??? 😭

Satu lagi ya,, kisah bersama Bunda Shafiyah binti Huyai RA...
Ini, kisahnya mirip-mirip filem princess gitu loo..
Saat perjalanan p**ang dari Khaibar, Rasulullah mempersiapkan tempat untuk Bunda Shafiyah di atas seekor unta. Kemudian, saat Bunda Shafiyah akan naik, Beliau duduk dengan menaikkan lututnya agar Bunda Shofiyah bisa naik ke atas unta tersebut dengan menginjak lututnya... 😇

Maasyaa Allah,,, romantis banget khaaann...? 😍

Ada lagi ga? Ada lagi ga?
Buaaanyaaaaakkk... Udah ah, baca sendiri di buku. Bareng suami yah.. hihih... 😁

Belum punya bukunya..?!?!
Duuuh, gimana sih..?
Yaudah, hubungi aku sinih.. di wa.me/6285225521347 😄

Wassalaamu’alaikum..
😘😘😘

SurgaImajinasi anak usia balita itu menakjubkan, dan liar, dari mulai kuda terbang, planet-planet, hingga makhluk asing,...
02/02/2019

Surga

Imajinasi anak usia balita itu menakjubkan, dan liar, dari mulai kuda terbang, planet-planet, hingga makhluk asing, dari mulai dinosaurus sampai pahlawan fiktif, dan mereka begitu antusias dengan imajinasi-imajinasi mereka itu, sudah sepantasnya kita sebagai orangtua memupuk imajinasi mereka dengan sesuatu yang berbobot.

Jadi kita tidak membiarkannya mengalir begitu saja, membiarkan mereka mengikuti tontonan yang sering mereka lihat. Jika ada seorang balita yang terbiasa lihat doraemon misalkan, dalam fikirannya pasti terfikir andai ada kantong doraemon, pintu kemana saja, baling-baling bambu pasti sangat mengasyikkan, lalu dia menghayal (ini sih jujur ngomongin saya waktu kecil, saya sering berkhayal jadi cinderella juga, pangerannya sekarang ternyata mas Rangga, ehehe). Saya menjadi pribadi yang mellow syekali pada saat itu.

Tentu sangat disayangkan jika masa golden age itu lewat begitu saja tanpa kita isi dengan sumber-sumber pembangun jiwa.

Smart parents sudah pernahkah kita menceritakan tentang surga? Ya, ceritakan tentang Surga terlebih dahulu pada balita kita, selama masa kanak-kanak mereka hingga menginjak usia taklif, setelahnya barulah kita ceritakan tentang neraka.

Selama balita terus kita pupuk dengan cerita-cerita yang menyenangkan dan kisah yang berisi tentang kebenaran, bukan khalayan semu yang berisi kebohongan, yang bisa merusak akidah dan fikiran mereka, sesuai dengan sabda nabi untuk memberikan kabar gembira terlebih dahulu baru setelahnya "peringatan" ketika mereka dirasa sudah cukup usia.

Saya sering bilang kepada anak-anak, "nak kampung halaman kita bukan disini, di surga nak, disini kita hanya singgah sebentar saja, sementara saja. Jadi disini kita siap-siap yah, mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kita kumpul bersama di surga."

"Bekal apa mi? Surga itu dimana mi? Surga itu gimana mi? Memang disana ada tobot? Ada remote control? Ada Ultramen? Ada spidermen? (macam-macam saja kan yah digigit laba-laba jadi spidermen, semut antman, kelelawar batman, kalau udang jadi apa?😁)," Yah begitulah imajinasi liaaarrrr.

Tugas kita yah dear parents untuk mengontrol imajinasi mereka agar tetap lurus sesuai fitrah mereka.

Balita itu lanjut lagi bertanya, "Ummi Fariz di surga bisa main sama Rasulullah? Bisa lomba lari sama Rasulullah? Bisa naik kuda dan unta sama Rasulullah? Ada kuda ga mi? Ada unta ga mi?"

Ah ternyata jawabannya ada dalam Buku Pintar Iman Islam, saya bacakan kisah berikut kepada ananda, dan kisah-kisah yang lain tentang surga.

Saat Rasulullah ﷺ sedang berdiam diri, datanglah dua orang hamba Allah SWT. Keduanya pecinta hewan tunggangan. Keduanya bertanya

"Wahai Rasulullah, apakah di surga nanti ada kuda? Tanya seorang hamba Allah pecinta kuda

"Tentu saja ada. Bahkan, disana ada kuda yang tercipta dari permata. Kuda itu akan membawamu terbang dan pergi ke tempat manapun kamu s**a," terang Rasulullah ﷺ

Wajah hamba Allah SWT itu tampak ceria. Kedua matanya tampak berbinar-binar. Dia membayangkan bisa masuk surga dan menunggangi kuda tersebut. Karena penasaran, hamba Allah SWT pecinta unta juga ikut bertanya kepada Rasulullah ﷺ. "Apakah di surga juga ada unta?"

"Wahai hamba Allah, jika kamu masuk surga, kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu inginkan," jawab Rasulullah ﷺ sambil tersenyum.

Kemudian Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa surga itu sangat indah. Kita pun akan mendapatkan berbagai kenikmatan yang tidak bisa dimiliki seorang raja dunia sekalipun.

Bahkan, tingkatan rendahnya saja bagi penghuni surga memiliki 80rb pelayan serta istana dan megah bertabur mutiara dan permata.

MasyaAllah, mata ananda berbinar-binar mendengarkan semuanya. "Mainan juga ada yah mi? Fariz mau punya rumah 10 tingkat bisa mi? Fariz mau punya banyak mainan tobot bisa mi? Bisa nak, kata Rasulullah ﷺ, apapun yang kamu mau, kamu bisa mendapatkannya. Yuk semangat beramal sholih kita nak

Alhamdulillah, masyaAllah terbantu sekali dengan Buku Pintar Iman Islam, yang saya kisahkan baru hanya dari satu halaman buku saja, sedangkan bukunya banyak, tebal, dan bonusnya banyak, terutama bagi saya menjelaskan tentang sesuatu yang abstrak kepada anak-anak menjadi jauh lebih mudah. Dan special buat saya sangat dimudahkan dengan Quran Kalamy, berinteraksi dengan Al Quran menjadi sangat membahagiakan. Alhamdulillah bini'matihi tattimusshalihat

-Rinrin RiRa-

Kesibukan adalah anugerah. Dan sibuk dalam kebaikan adalah kenikmatan terbaik yang Allah SWT berikan kepada kita. Apalag...
13/01/2019

Kesibukan adalah anugerah. Dan sibuk dalam kebaikan adalah kenikmatan terbaik yang Allah SWT berikan kepada kita. Apalagi di era yang serba cepat ini, waktu merupakan hal yang sangat berharga. Maka, perlu strategi khusus untuk mengelola segala macam agenda agar pemanfaatannya bisa benar-benar optimal.
Demikian juga dengan tantangan yang dihadapi muslimah masa kini. Perlu pengaturan waktu dengan baik agar selalu bisa menyeimbangkan kesibukan dunia namun tetap istiqomah beribadah.
Nah, buku agenda ini hadir untuk menemani para muslimah untuk mengatur setiap agenda dan to do list yang harus dilewati setiap harinya. Di dalam buku ini, ada banyak hal yang kalian dapatkan :
1. Kalender 2019 – 2020
2. Goal of The Year
3. Kalender Puasa Sunah
4. Kump**an doa-doa praktis harian
5. Checklist hafalan Al-Qur’an
6. Tips-tips bagi para muslimah
7. Perencanaan keuangan
8. Weekly planner
9. Ibadah of the Day
10. Halaman kosong untuk menuliskan agenda
11. dll
Nggak sabar ingin punya?
Yuk pesan melalui Pre-Order 11 – 27 Januari 2019
Harga PO 189.000 menjadi 150.000
Sudah dapat paket komplit :
1. Buku Agenda Muslimah 2019
2. Al-Quran & terjemah Floral Series
3. Al-Matsurat Sughra
4. Pouch Cantik Eksklusif
Yuk buruan pesan sekarang!

31/12/2018

Mau mulai dari mana ?

Jika anda biasa membuat evaluasi dan resolusi di akhir tahun ini tujuannya kan supaya kehidupan anda berubah lebih baik.

Nah, apapun detail resolusinya biasanya secara umum ada 2 jenis : mengubah hal hal buruk/ negatif dan pencapaian target target baik.

Sebagian resolusi itu berupa hasil yang kita patok, ambisi yang kita targetkan. Padahal hasil itu punya syarat dan ketentuan. Hasil itu tertunaikannya tugas, padahal sedikit orang yang sadar apa tugas kehidupan dan amanah yang harus ia tuntaskan.

Sebagian resolusi tidak efektif karena bermula dari apa yang kita inginkan. Padahal kita tidak mengkonfirmasi apa yang lebih kita butuhkan. Ingin naik ke anak tangga 100 tapi tidak tahubkalau ternyata posisi kita masih di anak tangga 12. Jauh dan tidak realistis kalau langsung lompat.

Mau mulai dari mana ?
Hehe....tahun tahun sebelumnya saya bikin resolusi. Bikin target omset untuk perusahaan, karyawan, suami dan anak anak. Lebih banyak migren dan lumayan tercapai tapi banyak ganjalan. Tapi tahun kemarin saya tidak melakukan itu. Setelah ditegur Allah bahwa apa yang kita miliki sekarang bisa dengan mudah hilang, hancur pergi dalam sekejap mata. Astagfirullah ... jangan bersandar pada ilmumu, kekuatanmu, keluargamu atau apapun yang rapuh.

Dunia yang sangat kita inginkan : harta, jabatan, kekuasaan, anak anak, pasangan dll dengan mudahnya sirna bahkan sebelum kematian atau kiamat datang.

Karena itu saya lalu mengubah orientasi ingin ini itu yang lebih banyak, lebih besar, lebih tinggi dan progresif dalam urusan dunia. Jadi pengen Allah ridho aja. Dari ingin merengkuh, jadi belajar melepaskan. Saya berfokus pada menata hati, memperbaiki jiwa, merecovery emosi. Itu sebabnya anda dapati tulisan saya setahun ini banyak bertema seputar recovery emosi dan hati. 2018 kemarin Allah pertemukan saya dengan orang orang yang datang untuk memperbaiki pernikahannya, menghadapi kenakalan anaknya, menutup hutang hutangnya. Dari mereka saya belajar p**a bahwa sebenarnya yang membuat manusia bahagia itu bukan banyaknya harta, tingginya pencapaian kinerja, prestasi atau indikator sukses lainnya.

Tapi ketenangan dan ketentraman jiwa.
Nafsul muthmainnah ...

Karena itu konsentrasikan saja pada memperbaiki hati. Ingat pesan Rasulullah kalau segumpal daging itu baik, maka baik p**a yang lainnya.

Karena itu fokuskan pada upaya tazkiyatun nafs. Mengobati penyakit penyakit hati : merasa sombong, angkuh, riya, malas, kurang sabar, kurang syukur, hasad, hiqd, kikir, kurang khusyuk dan sejenisnya.

Belajar memaafkan, belajar berkata baik atau diam, belajar lebih banyak berprasangka baik, belajar lebih banyak berbuat kebaikan alih alih menunggu.

Proses ini memang tidak akan ada habisnya, lulus satu tahap masih harus mengejar tahapan lainnya. Terus sampai maut datang dan kita benar benar husnul khatimah. Insyallah, mari saling mendoakan.

Tapi setidaknya jadikan itu sebagai prioritas. Termasuk untuk urusan pasangan, anak anak dan keluarga.
Kalau hati semakin lapang, kita semakin rileks menghadapi kehidupan. Kalau jiwa tenang, akal bisa dipakai berpikir optimal. Interaksi dengan pasangan, anak-anak pun jadi lebih mudah. Begitu juga dengan tetangga, karyawan, keluarga besar bahkan orang yang tidak dikenal.

Setelah itu belajar bersyukur, menemukan dan menguhkan potensi potensi baik yang Allah setel dalam diri kita. Selanjutnya fokus sama apa yang bisa kita optimalkan dari potensi kita untuk memberikan manfaat pada umat. Terus belajar, pantaskan diri agar bisa melakukan kerja yang ahsanu amala. Yang bisa kita banggakan di hadapan Allah.

Selanjutnya, perbaiki cara kita berinteraksi dengan orang lain lewat silaturahim. Masyallah , Allah pertemukan dengan orang orang baik yang jadi jalan kebaikan lain yang lebih besar. Allah pertemukan dengan guru kehidupan yang kaya hikmah dengan silaturahim.

Selanjutnya definiskan dengan lebih jelas tugas kehidupan apa yang allah amanahkan pada kita. Rinci dan lakukan dengan sebaik baiknya.

Karena itu tak ada resolusi khusus tahun ini untuk saya. Kecuali melakukan dengan sebaik baiknya apa yang telah allah amanahkan pada kami sebelumnya. Sebagaimana bawahan yang siap melakukan Surat Perintah atasannya. Saya yakin Allah telah memberikan perangkat dan sumberdaya bagi saya untuk melakukannya. Karena Allah kan tidak memberikan perintah atau kewajiban di luar kesanggupannya. Saya hanya perlu memastikan bahwa saya tahu tugas kehidupan apa secara spesifik yang harus saya kerjakan. Berhusnuzon, meminta petunjukNya, minta pertolonganNya, taat padaNya dan belajar ihlas melakukanNya.

Saya yakin Allah sendiri yang akan mendatangkan kesempatan kesempatan lain pada saya. "Jika telah selesau satu urusan bersegeralah kerjakan urusan yang lain"

"Hanya pada Tuhanmulah kamu berharap"
(QS AS SYARH 7-8)

Makin sadar kalau waktu kita di dunia makin sedikit, maka kita akan lebih produktif karena tahu deadline usia kita gak pernah tambah panjang untuk melakukan sisa tugas yang belum tertunaikan. Ini bukan pandangan pesimis, justru optimis !

Bukankah cita cita terbesar kita adalah p**ang kembali ke kampung akhirat dengan sebaik baik kemenangan ? Fokus pada ini saja kita sudah sangat sibuk dan bahagia.

Tentang pahala, bonus rezeki, tercapainya hasil, award dll biarlah itu urusan Allah dengan segala kemahapemurahanNya.

Sebuah catatan pengingat diri
31-12-2018

Ninin Kholida

Dialog Ayah dan Anak dalam Al Quran Di dalam Al Quran disebutkan mengenai 17 dialog antara orangtua dan anaknya.14 diant...
05/10/2018

Dialog Ayah dan Anak dalam Al Quran

Di dalam Al Quran disebutkan mengenai 17 dialog antara orangtua dan anaknya.

14 diantaranya adalah dialog ayah dengan anaknya, 2 dialog antara ibu dengan anaknya, dan sebuah dialog lagi tidak jelas apakah itu dialog antara ayah atau ibu.

Pernyataan ini mengandung pesan yang sangat penting mengenai peran serta para ayah untuk ikut berpartisipasi aktif dalam membesarkan putra-putrinya.

Para orangtua dibuka matanya untuk lepas dari paradigma menyesatkan yang memberi batas kaku bahwa ayah bertugas mencari uang saja dan ibu mengurus anak saja.

Sejumlah ayat dalam Al Quran membuktikan bahwa peletakan dasar tauhid dan keimanan adalah tanggung-jawab seorang Ayah.

Berikut sebagian dialog tersebut :

Sering liat postingan tentang Smart Hafiz, Hafiz dan Hafizah Doll, Hafiz Doll Junior, Smart Watch, Little Abid, seliwera...
02/10/2018

Sering liat postingan tentang Smart Hafiz, Hafiz dan Hafizah Doll, Hafiz Doll Junior, Smart Watch, Little Abid, seliweran di time line temen-temen kamu ?

Pingin coba ikutan jualan juga ?
Atau pingin punya produknya gratis alias dibeli pake komisi hasil jualan ?
Bisa kok, join reseller aja.
Mumpung lagi ada program Open Reseller nih.
Yuk manfaatin.





02/10/2018

Ketika semua orang mencemooh dan meragukan Muhammad SAW, dia menjadi orang yang percaya sejak pertama kali mendengar kenabian Muhammad SAW.

Ketika yang lain menyumbang ratusan ekor unta dan ribuan dinar untuk perang tabuk, dia menyerahkan seluruh hartanya untuk keperluan perang.

Ketika pemimpin yang lain sibuk mengumpulkan uang untuk hidup lebih mewah dan bergaya, tidak dengan dia. Ketika dia mempunyai uang yang cukup banyak, dia akan sibuk menyerahkan sebagian hartanya untuk fakir miskin.

Ketika yang lain begitu abai dengan makanan yang masuk ke dalam mulutnya, tidak dengan dia. Dia rela mengeluarkan makanan haram sesuap yang masuk ke dalam perutnya walaupun nyawa taruhannya.

Ketika pemimpin yang lain minta di hormati dan di nomér satukan, tidak dengan dia. Dia justru seorang memimpin yang melayani rakyatnya.

Abdul kakbah nama kecilnya.

Ash shiddiq gelarnya.

Ya, dialah khalifah pertama Abu Bakar As Shiddiq.

-umi-





Kamu s**a jualan ?Lagi pengen belajar jualan ?Ada nih jualan yang ga mengharuskan tutup poin, ga musti nyetok barang, ga...
01/10/2018

Kamu s**a jualan ?
Lagi pengen belajar jualan ?

Ada nih jualan yang ga mengharuskan tutup poin, ga musti nyetok barang, ga harus packing, ada training online nya, sistemnya jelas, komisinya jelas, cukup pake hape aja dan InsyaAllah banyak manfaat lainnya yang kamu dapat. Mau ?

Sini aku kasih tau lebih jelas, langsung cuzz ngobrol di wa aja ya klik http://bit.ly/one_dwi





Address

Semarang
50241

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

085225521347

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mendidik Dengan Buku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category