05/01/2026
Kita berjalan di sepatu kita sendiri, yg dr awal hanya kita yg tau bagaimana rasanya memakai sepatu ini. Sudah berapa banyak langkah yg ditempuh, dari mana dan akan kemana kita melangkah, seberapa nyaman dan empuk sepatu kita, hanya kita sendirilah yg tahu dan merasakan. Orang lain hanya bisa melihat dari kejauhan, mereka hanya tau apa yg tampak dari luar sepatu itu.. kelihatannya bagus, kayaknya nyaman, wah pasti dia ngga pernah diajak becek2 deh, pantesan warnanya masih bersih begitu, pasti dia hanya lewat d jalan yang halus dan rata. Sepatunya awet banget, pasti ngga pernah dipakai kemana2. Ya, itu beberapa yg orang lihat dr luar. Tanpa mereka tau bagaimana dan apa perasaan dr si pemakai sepatu. Mungkin rasanya sudah kekecilan? Atau keras dan bikin kaki lecet atau tidak ergonomis sehingga bikin kaki cepat capek? Siapa yang tau. Lagi2 yg tau pasti hanya si empunya. Maka dr itu nasehat buat diriku sendiri, jangan begitu mudah dan cepatnya men "judge" sesuatu yg hanya tampak selintas dari luar. Karna sesungguhnya kita tidak tau apakah yg benar2 dia rasakan. Bisa jadi dia nampak nyaman dan enak tp belum tentu kenyataannya seperti itu. Sebagai generasi milenial yg puluhan tahun lalu belum marak apa yg disebut mental health, ternyata aku sudah lebih sadar. Sadar karena ku termasuk 1 yg merasa bahwa kesehatan mental ku tidak baik2 saja. Namun jg kurang beruntung karena arus media informasi ketika itu belum sederas sekarang, sehingga untuk mencari bantuan rasanya cukup sulit. Bahkan sesepele mendapatkan teman berbagi cerita pun tidak mudah. Maka bersyukurlah teman2 yg hidup dimasa sekarang. Manfaatkan segala informasi dengan sebaik2nya. Salam dr generasi uzur ya nak.