12/02/2014
(mengenal ASI) dan Dalil di Dalam Qur'an
ASI yaitu susu yang diproduksi oleh kelenjar mamae (ambing/payudara)dari seorang ibu untuk anak bayinya. ASI adalah sumber utama makanan bayi yang baru lahir sebelum mereka dapat memakan dan mencerna makanan yang lain. Bayi yang telah berumur 6 bulan sampai masa sapih 2 tahun (toddlers) dapat menyandingkan ASI eksklusif dan mengkombinasikan dengan makanan lain.
gambar 1&2 menunjukkan klasifikasi ASI dibagi menjadi 3 jenis yakni: Kolostrum, Foremilk, and Hindmilk
Kolostrum adalah bagian dari ASI yang berwarna kuning/oranye terproduksi oleh kelenjar mammae (ambing/payudara) dari mamalia termasuk manusia, keluar pertama kali dalam beberapa hari setelah bayi lahir dan sebelum dimulainya laktasi normal. Kolostrum cairan spesial yang kaya nutrisi dan antibodi dan makanan yang paling sempurna untuk bayi yang baru lahir. kolostrum terdiri dari antibodi yang sangat banyak untuk melindungi dari penyakit-penyakit pada awal-awal kelahiran, kandungan kolostrum biasanya memiliki prosentase lemak yang rendah, dan tinggi protein dibandingkan susu biasa.
Foremilk (gambar kiri dari tangan) adalah susu yang keluar dari ambing/payudara dalam kondisi terisi. Fore milk memiliki kandungan air yang tinggi dan rendah lemak untuk mengatasi rasa kehausan dan dehidrasi pada bayi.
Hindmilk (gambar kanan dari tangan) adalah susu yang keluar dari ambing/payudara dalah kondisi kosong. Hindmilk memiliki kandungan air yang sedikit dan kandungan lemak dan kalori yang tinggi untuk mengatasi rasa lapar pada bayi. Lemak& kandungan kalori yang tinggi dari susu sangat penting untuk kesehatan bayi dan pertumbuhan. membuat nyaman untuk memberi bayi susuan dari satu saluran sebelum berpindah ke saluran lain.
gambar 3 proses mekanisme keluarnya air susu yaitu ketika babi menghisap ambing ibunya, hormon yang disebut oksitosin merangsang susu untuk mengalir dari alveoli melewati duktus (kanal susu) menuju sacs (kantong susu) dibelakang ar**la dan kemudian masuk ke mulut bayi.
Menyusui dalam Al Qur'an dan Sunnah
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)
وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS. Al-Baqarah: 233).
Al-Qurthubi mengatakan dalam tafsirnya,
“Kalimat ‘bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan‘ dalil bahwa menyusui selama dua tahun tidak wajib. Boleh menyapih sebelum dua tahun. Batasan dua tahun ini tujuannya adalah untuk memutus perselisihan antara suami istri dalam menentukan masa menyusui…sehingga jika bapaknya menginginkan agar anaknya disapih sebelum dua tahun, sementara ibu tidak rela, maka bapak tidak boleh memaksakan. Dengan demikian, lebih atau kurang dari dua tahun hanya boleh dilakukan selama tak membahayakan anak atau ibu dan sesuai kesepakatan kedua orang tua. (Al-Jami’ li Ahkam Al-Quran, 3:162).
“Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya.” (QS. Ali Imran : 233).
“Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut.” (QS. An-Nisa’ : 23).
“….dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.” (QS. Ath-Thalaq : 6).
Rasulullah SAW bersabda, “Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’. ” (HR Al-Hakim)
Sumber:
1. Fi Dzilalil Qur'an (dibawah Naungan Al Qur'an) Syaikh Sayyid Quthb
2. Al Hadits
3. "WHO | Exclusive breastfeeding". Who.int. 2011-01-15. Retrieved 2011-10-26.
4. "The World Health Organization's infant feeding recommendation".
5. "WHO and UNICEF call for renewed commitment to breast-feeding".
6. Hauck, F. R.; Thompson, J. M.; Tanabe, K. O.; Moon, R. Y.; Vennemann, M. M. (2011). "Breastfeeding and reduced risk of sudden infant death syndrome: A meta-analysis". PEDIATRICS 128 (1): 103–10.
7. Breastfeeding Associated With Increased Intelligence, Study Suggests