13/09/2016
OONG MARYONO
Beliau bukan artis terkenal, bukan pejabat, tapi bagi kalangan dunia pencak silat, nama beliau sangat terkenal. Beliau mulai di kenal luas sebagai atlet pencak silat dari bondowoso.
Berbagai event pertandingan beliau menangkan sampai tingkat nasional. kecintaannya pada beladiri mengantarkan beliau berlatih ragam ilmu beladiri lainnya seperti karate, judo, aikido, ju jitsu, dan tae kwon do sambil tetap memperdalam Pencak Silat di sekolah Keluarga Pencak Silat (KPS) Nusantara.
Di sini ia mencapai tingkatan tertinggi ilmu beladiri silat dengan menyandang sabuk putih sebagai Pendekar Paripurna. Berkat kiprah beliau KPS Nusantara bisa mendunia, antara lain di Negara Belanda, Jerman, Italia, Filipina dan Thailand.
Dalam rentang tahun 1979 sampai 1987 ia memenangkan kompetisi nasional dan internasional pencaksilat yang tak terkalahkan. Di antara prestasi internasional yang diraihnya, ia dua kali menjadi juara dunia pencak silat di kelas bebas pada tahun 1982 dan 1984. Dia juga memenangkan hadiah pertama dalam kategori yang sama di SEA-Games ke XIV yang diselenggarakan tahun 1987 di Jakarta.
Antara tahun 1982 dan 1985 karier O’ong sebagai olah-ragawan beladiri mendo-minasi kejuaraan nasional Taek Won Do dan meme-nangkan juara di kelas berat berat. Setelah mengakhiri kariernya sebagai atlet, O’ong kemudian melanjut-kan kariernya sebagai pelatih silat di berbagai negara antara lain di Brunei Darussalam, Belanda, Filipina, dan baru-baru di Thailand. O’ong juga main di film seni beladiri Indonesia seperti Tutur Tinular, Saur Sepuh dan Jaka Swara.
sumber: tangtungan
ini adalah salah satu karya beliau yang terakhir, sebuah masterpiece
https://www.facebook.com/JualBukuSilat/photos/a.813231658739806.1073741850.476806482382327/1086078888121747/?type=3&theater