01/03/2023
Takjub dan tidak masuk akal pikirku awalnya
“Kok bisa” adalah pertanyaan yang selalu aku lontarkan pada diriku. Kok bisa sih mereka mengajar anak 200an dengan guru hanya dua dan kelas terdiri dari 1-9, belum lagi masalah dokumen anak-anak yang banyak (hampir semua) ilegal, membuat harus kucing-kucingan dengan polisi
Tapi disinilah aku belajar ketulusan, ketulusan para pengajar untuk mengabdikan diri mereka kepada anak bangsa yang ingin sekali belajar
Bukannya mengajar, malah anak-anak yang mengajarkan aku arti semangat belajar.
Anak anak yang sangat antusias dalam belajar ini, sayang … terhalang banyak hal.
Mereka anak” yang terlupakan, mereka tidak diperhatikan bangsanya sendiri. Tapi mereka berusaha mengenal bangsanya mereka, mereka berusaha mencapai pendidikan yang tertinggi
Mereka berkata “Aku ingin ke Indonesia”
Mereka berkata “Aku ingin lebih dari ini”
Tapi siapa yang dapat membantu mereka?
Siapa yang bertanggung jawab?
Bagaimana cara mereka bisa lepas dari permasalahan yang kompleks ini?
Sedangkan jika sakit saja, tertolak berobat di rumah sakit saja.
Siapa yang salah? maupun Siapa yang penduli?
Itu semua dimulai dari diri kita sendiri, apa yang harus kita perjuangkan untuk negeri ini? Kita selalu berfikir, “negeri ini bisa apa?” Tapi kita lupa apa yang bisa kita beri untuk negeri.
…