05/01/2014
SAMARINDA- Si jago merah kembali berulah di Kota Tepian. Kali ini, kebakaran pertama pada tahun 2014 itu bukan terjadi di kawasan kumuh atau padat penduduk. Melainkan, di (bekas) Pub H2O & KTV yang sudah tutup pada 2010 lalu yang berada di lantai tiga Hotel Golden Season, Jalan Gatot Subroto Nomor 68, Samarinda, Sabtu (4/1). Terang saja, baik pengunjung maupun karyawan langsung berhamburan keluar dari hotel berbintang tiga itu.
Menurut Yaya (25), salah seorang karyawan, asap tebal memenuhi halaman hotel sekitar pukul 11.55 Wita. “Saat itu karyawan sedang berkumpul di restoran lantai satu untuk istirahat makan siang,” ucap perempuan berambut sebahu ini. Awalnya, dia mengira asap tersebut adalah kabut karena hujan. “Namun saat dilihat lagi, asap pekat sudah membuat jarak pandang hanya satu meter,” tambahnya.
Melihat keadaan itu, dia bersama karyawan lain langsung mengevakuasi tamu hotel. Saat itu, room yang disewa tamu ada sepuluh kamar. Mereka pun berhamburan keluar lewat pintu darurat. Semula, dia menduga api berasal dari dapur hotel. Abdurrahim , salah seorang tamu hotel mengatakan, saat kebakaran dia memang sudah siap-siap untuk check out.
“Mendengar petugas hotel berteriak, tas yang berisi dokumen penting, bahkan tas yang berisi baju, masih saya tinggal di dalam kamar,” ucap laki-laki yang ke Samarinda karena tugas kantor ini. Nyaris terjadi insiden dalam musibah ini. Seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda hampir celaka terkurung api.
Diketahui, petugas yang bernama Rudiansyah itu hendak memeriksa titik api menggunakan tangga mobil damkar yang dikerahkan. Tidak lama setelah petugas itu sampai di atap hotel yang terbakar, tiba-tiba api berkobar hebat. Melihat keadaan itu, Rudiansyah langsung melompat kembali ke keranjang pengaman di unit mobil tangga. Baru sampai di keranjang pengaman, ledakan langsung terjadi.
Kasi Tanggap Darurat BPBD Samarinda, Abdul Rahman, mengatakan ledakan itu adalah semburan api yang diduga berkobar dari ruang tertutup. “Jadi, saat celah sedikit terbuka, oksigen masuk ke ruang tersebut. Api langsung membesar sekejap,” terangnya. Nah, hal itulah yang dikira ledakan gas dan membuat api berkobar lebih cepat. Api berkobar selama dua jam lebih.
Sekitar pukul 14.30 Wita, si jago merah akhirnya bisa dipadamkan. Namun BPBD terus melakukan pemeriksaan di tempat kejadian. Termasuk menyelidiki sumber api. “Meski api biasa dikuasai sekitar pukul 14.40 Wita, BPBD dibantu Balakarcana terus melakukan proses pemadaman ekstra,” tambah Abdul Rahman. Sebagai informasi, H2O Pub & KTV yang terbakar kemarin sebelumnya memiliki nama Dragon Pub.
Tempat hiburan mulai beroperasi pada 2003. Sempat tutup selama enam bulan pada 2008 silam, kemudian berubah nama menjadi H2O Pub & KTV. Tapi, pub “baru” itu juga tidak bertahan lama. Setelah dibuka pada awal 2009, sekitar setahun kemudian pub ini tutup. Saat ditanya tentang kerugian yang dialami, sang pemilik hotel Heri Susanto Gun alias Abun menyebut belum menghitung. “Saya serahkan kepada yang berwajib,” ujar pria bertubuh subur ini.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara Iptu M Hasan Setyabudi mengatakan, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi. “Untuk sumber api masih dalam penyelidikan,” ujar perwira balok dua ini. Mengenai kerugian, Hasan mengatakan belum menghitung pasti. “Diduga mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya.
Source : KaltimPost