Aku Anak Sumatera

Aku Anak Sumatera Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Aku Anak Sumatera, Shopping & retail, jalan. lintas timur, selensen, Riau.

30/06/2017

Andaikan Sumatera merupakan sebuah negara,,!

16/06/2016

RENUNGAN SUBUH INI
Semua PETINJU profesional memiliki
PELATIH.
Bahkan, petinju LEGENDARIS sehebat
MOH ALI sekalipun juga memiliki
PELATIH. Yaitu ANGELO DUNDEE yang membantu
ALI menjadi JUARA dunia 3 kali.
Padahal jika mereka BERDUA disuruh
BERTANDING sangat JELAS Angelo
Dundee tidak akan pernah MENANG.
Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa MOH ALI butuh PELATIH
kalau JELAS dia pasti MENANG
melawan pelatihnya?
KETAHUILAH...
Bahwa MOH ALI butuh PELATIH bukan
karena pelatihnya lebihHEBAT tapi karena ia membutuhkan seseorang
untuk MELIHAT hal-hal yang "TIDAK
DAPAT DIA LIHAT SENDIRI"
Hal yang tidak dapat kita LIHAT
dengan MATA sendiri itu yang disebut
: "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA". Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT"
dengan bantuan orang lain.
Dalam HIDUP kita BUTUH seseorang
untuk MENGAWAL kehidupan kita,
SEKALIGUS untuk MENGINGATKAN kita
seandainya PRIORITAS hidup kita mulai BERGESER.
Kita butuh orang lain YANG :
×. MENASIHATI
×. MENGINGATKAN
×. MENEGUR
Jika kita MULAI melakukan SESUATU hal yang KELIRU yang MUNGKIN tidak
kita SADARI.
Kita butuh KERENDAHAN HATI untuk :
×. Menerima KRITIKAN
×. Menerima NASEHAT
×. Menerima TEGURAN Itulah yang justru MENYELAMATKAN
kita.
Kita bukan manusia SEMPURNA. Jadi,
biarkan orang lain menjadi "MATA"
kita di area 'BLIND SPOT' kita, sehingga
kita bisa MELIHAT apa yang tidak BISA kita LIHAT dengan 'PANDANGAN' kita
SENDIRI.
Mari kita saling nasehat- menasehati
dalam KEBAIKAN dan KESABARAN.
SEMOGA SAUDARAku ini salah satu
PELATIH dalam kehidupanku...

16/06/2016

Pulang sekolah si Ucok nangis. Bapaknya heran dan bertanya:
"Kenapa kau menangis Ucok??"
Ucok: "Aku diusir Bu Guru Pak..."
Bapak: "Bah..! Kenapa kau diusir??"
Ucok: "Bu Guru nanya.. siapa yang
tandatangan teks proklamasi?" Bapak: "Lantas kau jawab apa?"
Ucok: "Bukan aku Bu... Sumpah!
Bukan aku, Bu!!"
Bapak: "Ah, kaupun..?! Ngaku sazalah
kau, apa salahnya?? Zaman sekarang
susah masuk sekolah..!" Ucok: "Iya.. Iya Pak yaaa!" Esoknya si Ucok p**ang cepat..
Dengan tampang yang lebih kusut
lagi.. Bapak: "Massam mananya Ucok??"
Ucok: "Aku diskors Pak.. 3 hari.. gara-
gara aku ikuti omongan Bapak."
Bapak: "Bah! Apa p**ak nya maksud
gurumu itu??... Ayo kita balek ke
sekolah kau. Biar aku kasi tahu Guru kau yang sebenarnya."
Di Sekolah Bu Guru: "Wah.. selamat pagi Pak
Ucok, ada perlu apa nih?"
Bapak (bicara pelan): "Begini Bu
Guru... aku mau kasi tahu Bu Guru
tentang teks proklamasi itu.."
Bu Guru (bengong): "Yah.. kenapa Pak Ucok??"
Bapak: "Sebenarnya ibu Guru
salahlaaah... Masak si Ucok yang
ditanya? Kan waktu itu dia belum lahir
Bu?"
Bu Guru (makin bengong): "Trus?" Bapak: "Begini Ibu, ini terus teranglah
ya... yang sebenarnya ... yang
menanda tangani teks Proklamasi
itu...saya , ibu...!"
Bu Guru: "Yaa ampun.. Pulang! Bapak
p**ang aja deh!!" Di Jalan Bapak: "Massam mana nya ini Ucok,
kau nggak ngaku...salah. Kau ngaku
salah p**ak! Aku yang ngaku, salah
zuga....Puusing kepalaku..!" Tiba tiba mereka ketemu dg ompung
dolinya si Ucok, Ompung doli: "Bah!.. Darimana kalian?
Kusut kali kulihat wajah kalian
berdua?? Apa persoalan??" Maka Pak Ucok pun mulai cerita sejak
awal sampai mereka diusir Bu Guru...
Ompung doli langsung ketawa
ngakak. Ompung doli: "Ha... Ha... Itu bukan
persoalan besar...! Mana... mana
teksnya? Biar kutandatangani...!"

16/06/2016

Orang Tua yang kesepian
Suatu hari seorang teman saya pergi
ke rumah orang jompo atau lebih
terkenal dengan sebutan panti
werdha bersama dengan teman-
temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak
mengenal bahwa akan lebih
membahagiakan kalau kita bisa
berbagi pada orang-orang yang
kesepian dalam hidupnya.
Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-
tiba mata teman saya tertumpu pada
seorang opa tua yang duduk
menyendiri sambil menatap kedepan
dengan tatapan kosong. Lalu sang
teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara.
Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya
mau mengobrol dengannya sampai
akhirnya si opa menceritakan kisah
hidupnya.
Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas
panjang.
Sejak masa muda saya menghabiskan
waktu saya untuk terus mencari
usaha yang baik untuk keluarga saya,
khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya
saya mencapai puncaknya dimana
kami bisa tinggal di rumah yang
sangat besar dengan segala fasilitas
yang sangat bagus. Demikian p**a
dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar
negeri dengan biaya yang tidak
pernah saya batasi. Akhirnya mereka
semua berhasil dalam sekolah juga
dalam usahanya dan juga dalam
berkeluarga. Tibalah dimana kami sebag*i
orangtua merasa sudah saatnya
pensiun dan menuai hasil panen kami.
Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu
setia menemani saya dari sejak saya
memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat
mendadak. Lalu sejak kematian istri
saya tinggallah saya hanya dengan
para pembantu kami karena anak-
anak kami semua tidak ada yg mau
menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar.
Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi
orang yang mau menemani saya
setiap saat saya memerlukannya.
Tidak sebulan sekali anak-anak mau
menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba
anak sulung saya datang dan
mengatakan kalau dia akan menjual
rumah karena selain tidak effisien juga
toh saya dapat ikut tinggal
dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena
toh saya juga tidak memerlukan
rumah besar lagi tapi tanpa ada
orang-orang yang saya kasihi di
dalamnya.
Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung. Tapi apa yang saya
dapatkan? Setiap hari mereka sibuk
sendiri-sendiri dan kalaupun mereka
ada di rumah tak pernah sekalipun
mereka mau menyapa saya. Semua
keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup
teratur dari muda maka meskipun
sudah tua saya tidak pernah sakit-
sakitan. Lalu saya tinggal di rumah
anak saya yang lain. Saya berharap
kalau saya akan mendapatkan sukacita idalamnya, tapi rupanya
tidak. Yang lebih menyakitkan semua
alat-alat untuk saya pakai mereka
ganti, mereka menyediakan semua
peralatan dari kayu dengan alasan
untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut
kalau saya memecahkan alat-alat
mereka yang mahal-mahal itu.
Setiap hari saya makan dan minum
dari alat-alat kayu atau plastik yang
sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing
mereka. Setiap hari saya makan dan
minum sambil mengucurkan airmata
dan bertanya di manakah hati nurani
mereka?
Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu
sangat saya kasihi melebihi yang lain
karena dia dulu adalah seorang anak
yang sangat memberikan
kesukacitaan pada kami semua. Tapi
apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana
akhirnya anak saya dan istrinya
mendatangi saya lalu mengatakan
bahwa mereka akan mengirim saya
untuk tinggal di panti jompo dengan
alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka
berjanji akan selalu mengunjungi
saya.
Sekarang sudah 2 tahun saya disini
tapi tidak sekalipun dari mereka yang
datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan
kesukaan saya. Hilanglah semua
harapan saya tentang anak-anak
yang saya besarkan dengan segala
kasih sayang dan kucuran keringat.
Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian
menyedihkan padahal saya bukanlah
orangtua yang menyusahkan, semua
harta saya mereka ambil. Saya hanya
minta sedikit perhatian dari mereka
tapi mereka sibuk dengan diri sendiri. Kadang saya menyesali diri mengapa
saya bisa mendapatkan anak-anak
yang demikian buruk. Masih untung
disini saya punya teman-teman dan
juga kunjungan dari sahabat-sahabat
yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.
Mudah2-an kita tidak menjadi anak yg
lupa akan jasa2 orang tua kita. Betapa
menyedihkan jika di masa tua kita
nanti, kita akan merasa sendirian,
sementara anak2 kita tidak pernah memperhatikan kita Curahan hati
seorang opa yang di masa mudanya
sukses.

http://lm.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.halonusantara.com%2F2014%2F12%2Fbuya-hamka-ketika-air-tuba-dibalas-air-s...
27/04/2016

http://lm.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.halonusantara.com%2F2014%2F12%2Fbuya-hamka-ketika-air-tuba-dibalas-air-susu%2F&h=OAQGv6eS0&enc=AZNHxKb6KLHaz1c5xW6GGGyfcrH9hakOHTvBpM6_cByVx6ziEqPIAvuSadB0GPYwUFq_MBmKAZs6UFZgx_Nv1Y6TZwy0ZoOERyN-3YXTcOv0jyhX9lN9wirT-h6G6Pg00Po4kyg9_8d8eJ1H7YGa8eAIFibC9l2dcWK_9R1CyOI0fJlq1sQvUId4dMV7BKTUOOyTLx-8k0B4k-jcJC2xpPNdVG1Uz3anoWIAU0G811mmnLqDMGmTHYfCM49bEZSHdok&s=1

Wayang golek, begitu kesenian ini disebut, merupakan salah satu jenis seni pertunjukan wayang tradisional khas Jawa Barat yang mementaskan pertunjukan drama dengan menggunakan tokoh pewayangan yang terbuat dari sebuah boneka kayu sebag*i pelakonnya. Istilah Wayang golek sendiri merujuk pada sebuah b…

17/01/2014

Pak Presiden, bag*imana kalo
para koruptor kita hukum mati
saja? | Hukum mati kapalo
ang! Jo aden g*i kanai beko
diang | (―˛―“)

17/05/2013

☼ Yg Punya Hp Wajib baca ☼ YA ALLAH!
Ampuni lah dosa kami yg punya HP,
karena kami : 1. Lebih banyak "Mengisi Pulsa" dari
pada"Bersedekah" 2. Lebih banyak "Pegang HP" dari
pada"Pegang TASBIH" 3. Lebih banyak "Baca SMS" dari pada
"Baca ALQUR'AN" 4. Sering TELEPON tp jarang
SILATURAHMI 5. Lebih sering buka "BLUETOOTH" dari
pada"BERLUTUT SUJUD" YA ALLAH! ampunilah kami. Jika beli
PULSA Rp 10rb merasa kekecilan, tapi
ngisi kotak amal Rp5rb merasa
kebanyakan.. Ampunilah kami Ya Allah, amin..
# Klik S**a dan Bagikan..

05/05/2013
26/03/2013

Wanita yang tak berjilbab itu keliatan
HOT.

Wanita yang
berjilbab itu keliatan
CANTIK. karena........

NERAKA itu HOT dan

SURGA itu CANTIK

Betul engga? :)

Address

Jalan. Lintas Timur, Selensen
Riau
29212

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aku Anak Sumatera posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share