04/11/2023
MINDSET DR. SIGIT:
*YANG PENTING BUKAN APA YANG DIKATAKAN, TETAPI SIAPA YG MENGATAKAN.*
_*”Garbage in, garbage out”*_, atau sampah yang masuk, sampah p**a yang keluar. Itulah cara kerja pikiran kita, persis cara kerja komputer. Isinya tergantung apa yg dimasukkan kepadanya.
Ketika awal awal saya melakukan perubahan di tahun 2004, saya menirukan apa yang dilakukan oleh _Skip Ross_, seorang motivator yang terkenal dengan _Dynamic Living Seminar_ nya, mengajari banyak orang bagaimana mengatasi rasa takut melakukan sesuatu. Saat memulai mengubah dirinya, Skip Ross tidak menonton TV, tidak mendengarkan radio, tidak membaca koran dan menjauhi orang negatif selama 18 bulan. Selama itu, dia memasuki otak / pikirannya dengan kaset motivasi dan buku motivasi. Dengan isi pikiran yg jauh lebih baik, beberapa tahun kemudian dia berubah dari seorang pendeta miskin menjadi milyarder yang tinggal di tanah seluas 75 hektar. Setiap musim panas, dia mengundang anak anak muda di Amerika di tanahnya untuk dilatih kepemimpinan. Sayapun melakukan apa yang dilakukan Skip Ross, meskipun hanya 6 bulan. TV saya tutup dengan kertas, langganan koran saya putus, di mobil tidak pernah mendengarkan radio, hanya kaset motivasi saja. Dan 17 Agustus 2005, saya berhasil menutup papan praktek saya dan freedom.
Hal yang sama dilakukan oleh salah satu adik saya. Dia menghindari semua saudaranya sekitar 3 tahun. Selama itu dia membaca banyak buku motivasi, dan sekarang dia menjadi saudara paling kaya diantara kami. Seluruh harta kami bertujuh digabung, masih banyak dia. Setelah beberapa tahun memisahkan diri tidak mau menemui semua saudaranya, suatu hari kakak mbarep kami diundang ke rumahnya di Bogor saat Idul Adha. Pulang p**ang cerita bahwa adik kami itu menyembelih kurban 29 sapi limosin. Itu belasan tahun lalu, sekarang kabarnya lebih banyak lagi.
Dalai Lama, seorang pemuka agama Budha mengatakan _:”Pikiran akan menghasilkan tindakan. Tindakan yang diulang ulang akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan menjadi karakter. Karakter itulah yang akan menentukan nasib kita.”_ Nabi saya pernah mengunjungi orang sakit yang mengatakan bahwa sakitnya sangat berat dan akan menyebabkan dia mati. Nabi saya mengatakan _:”Kalau menurutmu begitu, maka itulah yang akan terjadi”._
_*“Garbage in, garbage out”.*_ Kita sangat perlu menjaga apa yang masuk ke pikiran kita. Mario Teguh, mantan motivator terkenal, pernah mengatakan di sebuah stasiun televisi _:”Jangan pernah mendengarkan komentar atau pendapat orang biasa. Karena komentar dan pendapat mereka itulah yang telah membuat mereka menjadi orang biasa. Dengarkan hanya komentar dan pendapat orang baik, supaya Anda menjadi lebih baik”_. Jadi Mario Teguh pun menyatakan, bahwa yang penting adalah SIAPA YANG BERKOMENTAR atau BERPENDAPAT. Bukan APA KOMENTAR atau PENDAPATnya.
Sudah sangat terbukti, rezeki kita adalah rezeki rata rata 6 – 10 orang yang paling mempengaruhi kita. Itulah yang menyebabkan adik saya tadi untuk sementara waktu memisahkan diri dari saudara saudaranya. Karena sebagai kakaknya si ragil, dia sangat dipengaruhi ke 6 kakak nya yang ekonominya biasa biasa saja. Dia kemudian masuk ke pengaruh para milyarder dan penulis buku motivasi, melalui buku buku. Hanya dalam beberapa tahun, dia berhasil menjalankan berbagai bisnis, khususnya di bidang pendidikan karyawan, dan menjelma dari adik paling miskin, menjadi adik paling kaya. Padahal sebelumnya, sejak mahasiswa dia sudah menjalankan berbagai bisnis pendidikan, dan selalu bangkrut.
Pikiran kita itu sangat rawan dimasuki pola pikir orang lain. Semua yang ada di pikiran kita tidak ada satupun dari kita, karena kita lahir dalam kondisi kosong. Pikiran kita adalah hasil mas**an dari banyak pikiran orang lain. Pikiran siapa yang paling banyak masuk, itulah yang akan kita anggap sebagai kebenaran. Misal kita masuk ke lingkungan teroris, dan disana berdiskusi secara intens selama 21 hari. Maka kita sudah siap menjadi pembom bunuh diri. Tidak peduli setinggi apapun pendidikan kita, se anti apapun kita sebelumnya dengan terorisme.
Ibarat sebuah tembok yang putih, setiap hari dilempari lumpur hitam. Mula mula jelek, penuh pertentangan, tetapi pada akhirnya akan hitam juga. _”Dengan siapa kita berjalan, seperti itulah kita akan menjadi”_.
*Saya tidak pernah memutar video apapun, yang dikirimkan oleh siapapun, di grup WA manapun.* Entah grup bisnis, pertemanan maupun keluarga. Kecuali yang bicara di video itu orang yang baik dan sesuai dengan kehidupan yang saya inginkan. Kalau masalah agama ya kyai atau tokoh agama yang baik dan penuh toleransi. Kalau motivasi, ya motivator yang memang baik dst. Saya tidak mau mempertaruhkan pikiran saya menyerap sampah. Apapun yang awalnya saya anggap sampah, lama kelamaan akan saya anggap sebagai berlian. Karena bawah sadar saya akan menyerap hal yang lambat laun menjadi pola pikir saya, saya setujui dan saya anggap baik. Saya mungkin menganggapnya mendapat *pencerahan*, perubahan luar biasa dalam pola pikir. Tetapi orang lain atau pendapat umum mungkin mengatakan saya mengalami *penyesatan.*
Jika saya masuk ke sarang perampok selama beberapa minggu. Berdiskusi secara intens dengan mereka, bisa dipastikan saya akan menemukan “nilai nilai baik” menurut sudut pandang mereka. Dan akhirnya sayapun akan siap merampok tanpa memiliki rasa bersalah . . . . *_garbage in, garbage out !!_*.
Karena itu, pilihlah siapa orang yang Anda perkenankan pendapatnya masuk ke pikiran Anda. Jangan sembarangan orang, hanya karena saat itu pendapatnya Anda anggap ada yg baik. Karena bisa dipastikan, bahkan meskipun awalnya Anda merasa muak dan tidak setuju dengan pendapatnya. Jika diteruskan, akhirnya Anda akan menganggap bahwa semua yang dia katakan itu benar. Ingat bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang benar atau salah. *Semua kejadian sifatnya netral*. Kita saja yang memberi label ini benar dan itu salah berdasarkan data yang ada di pikiran bawah sadar kita. *Jadi bijaklah memilih siapa orang yang Anda perkenankan mengisi pikiran Anda !