25/08/2020
Berikut ini adalah cara-cara praktisnya. Insya Allah sangat tokcer dan minim resiko. Baca pelan-pelan ya.
Saya amati, banyak orang yang menunda-nunda untuk memulai bisnis. Mereka menjawab, "Besok-besok. Nanti-nanti." Sementara waktu terus berjalan, nggak berhenti. Padahal, begitu dia memulai, sukses finansial tengah menanti.
Satu lagi. Biaya hidup dan tanggungan hidup terus meningkat. Anak pun masuk SD dan SMP. Asal tahu saja, biaya pendidikan di Indonesia naik 2 kali lipat setiap 5 tahun. Inflasi? Nggak bisa ditahan. Biaya umrah? Harga properti? Sama, naik terus.
Jelas, menunda-nunda memulai bisnis bukanlah solusi. Dan sebenarnya, nggak harus pintar untuk menjadi entrepreneur. Nggak harus pengalaman. Nggak harus sarjana. Nggak harus kaya. Nggak harus ini-itu. Kita bisa memulainya segera.
Walaupun kita seorang pemula. 🙂
Yang pemula, disarankan untuk menjual dan menjualkan terlebih dahulu. Jangan malah menghabiskan uang dan energi untuk mengurusi produksi, lokasi fisik (ruko, toko, dan kantor), dan SDM. Ini rumit sekali dan menghabiskan biaya. Relatif berat bagi seorang pemula.
Bayangkan kalau awal-awal kita harus menyewa ruko atau menyicil toko. Membayar listrik dan air. Menggaji dan mengelola karyawan. Membeli dan mengolah bahan baku. Selain rumit sekali, ini juga menghabiskan biaya. Jadi, gimana baiknya? Fokus dulu menjual dan menjualkan.
Jualan, nggak usah gengsi. Apalagi idealis. Kalau hasil jualan bisa membeli impian-impianmu dan memenuhi harapan-harapan keluargamu, kenapa nggak? Ingat, argo kehidupan jalan terus. Saran saya, buang tuh gengsi dan segeralah menghasilkan!
Ingat. Biaya hidup belakangan ini cenderung meningkat. Nggak ada salahnya, selain hidup hemat, kita juga jualan dan menghasilkan dengan cepat. Teman-teman sepakat? Bantu share ya kalau sepakat.