19/05/2021
KOMUNTAS BAIK TIDAK HANYA DI DALAM KEHIDUPAN NYATA SEMATA
KOMUNITAS ONLINE PUN BISA MENJADI YANG LEBIH BAIK.
Ada kalanya kita menemukan seseorang yang terasa begitu tepat saat mulai berbicara, seakan takdir berkata “kalian akan bersama, dalam jangka waktu yang lama… dan baik-baik saja”. Seakan dipertemukan oleh takdir dan hubungan menyenangkan ini dilalui dengan setitik perasaan tak percaya, mungkinkah sekarang kita bersahabat? Bisakah hubungan yang dimulai hanya dari perkenalan facebook bertahan lama, selama yang kita inginkan?
Sekarang egoisku muncul, rasanya tak cukup keceriaan kita hanya sebatas obrolan facebook dan WhatsApp. Aku ingin bertemu, jika waktunya tiba… kuharap kau sehat selalu.
1. Kita hanya sebatas teman di Facebook, sampai suatu hari kutemukan banyak hal menyenangkan darimu.
Ada begitu banyak informasi yang kudapat seputar perkembangan dunia melalui Facebook, begitupun dengan teman-teman lama yang pada akhirnya dapat kutemui lagi melalui jejaring sosial ini. Aku menikmati hari-hariku dengan membaca berbagai hal yang berkaitan dengan hobi dan hiburan untukku.
Hingga suatu hari kutemukan akun milikmu, dan nyatanya kau seorang penulis dengan gaya penulisan yang sangat kusuka. Tak hanya tulisanmu, kegemaranmu membaca manga, menonton boyband korea, serta berbagai tontonan lain yang juga sangat kusukai membuatku berpikir, "Apakah ada begitu banyak orang di dunia ini yang memiliki pemikiran hampir serupa denganku?".
Kupikir, akan menyenangkan bila kita bisa menjadi dekat. Tak sekedar teman Facebook.
2. Kita mulai berkenalan, dari Facebook kita beralih ke WhatsApp. Lalu ketemukan lebih banyak hal menyenangkan bersamamu.
Demi kelancaran komunikasi, kita mulai berhubungan melalui WhatsApp. Dengan mudahnya kita berbagi banyak hal menyenangkan yang kita alami setiap hari.
Kau luangkan banyak waktumu untuk berbagi denganku, begitupun aku... yang perlahan-lahan kehadiran pesan darimu bagai pensil warna di kehidupan dunia mayaku yang awalnya begitu polos dan monoton.
Bagai telah mengenal bertahun-tahun lamanya, kita bahkan tak sungkan berbagi rahasia hidup kita yang bahkan terkadang tak kita ceritakan pada teman-teman real life kita yang lain.
Kita saling berbagi kesedihan dan kebahagiaan. Hal-hal yang awalnya tak begitu menarik dibahas, nyatanya dapat begitu menyenangkan saat kubicarakan denganmu.
3. Ada kalanya aku menyombongkan kehadiranmu pada teman-temanku.
Kehadiranmu yang setaip hari membuatku merasa tak kesepian, seolah mengingatkanku akan teman-teman real life ku yang akhir-akhir ini sibuk dengan tugas akhir kuliah. Kupikir, aku bahkan lebih banyak menghubungimu dibanding mereka. Sehingga terkadang muncul pertanyaan dari mulut mereka,-
"Sibuk banget sih? kamu ngapain aja?"
"Kapan ngumpul lagi?"
"Kamu udah punya pacar ya? maen hp mulu".
Dan berbagai macam komentar lain yang menurutku seolah sindiran halus mereka untukku. Sehingga pada akhirnya ada kesempatan, kutunjukan fotomu, isi percakapan menyenangkan kita, dan hal-hal lain mengenai selera dan hobi yang selama ini tak terlalu mudah dipahami oleh teman-teman nyata.