07/05/2018
Biar ANUnya tetep ANU..
4 Perubahan yang paling sering terjadi setelah melahirkan.
Setelah melahirkan akan mengalami beberapa perubahan. Hal tersebut merupakan suatu proses alami tubuh yang terjadi pada hampir setiap wanita.
Dan ketahuilah, perubahan yang ada adalah wajar adanya.Namun demikian, beberapa perubahan tersebut seringkali membuat wanita merasa tidak nyaman. Bahkan pada beberapa keadaan dapat membuat luruhnya kepercayaan diri pada wanita, atau lebih mengkhawatirkan, dapat menggoyangkan kehangatan rumah tangga.
Untuk itu, ada baiknya kita mempelajari bersama jenis-jenis perubahan va**na setelah melahirkan apa saja yang umum terjadi, serta bagaimana
penanganannya yang paling tepat.
1. Longgar senam, kegel Sebagian wanita akan merasa tidak nyaman hingga stres setelah melahirkan akibat va**na yang terasa lebih longgar. Saat proses melahirkan bayi akan bergerak dari rahim dan keluar melalui sehingga akan meregang agar bayi dapat keluar. Anda mungkin tidak akan kembali seperti sedia kala namun pada beberapa teknik yang dapat Anda lakukan untuk mengencangkan otot . Salah satunya adalah dengan melakukan latihan otot dasar panggung atau senam kegel.
2. ‘kering’
Hal ini normal dialami pada wanita setelah melahirkan.Kekeringan pada ini disebabkan oleh penurunan hormonestrogen pada tubuh dibandingkan saat hamil. Pada wanita yang menyusui, kadar estrogen akan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak meyusui, sehingga kekeringan akan lebih terasa. Ketika Anda sudah berhenti menyusui dan siklus menstruasi Anda kembali normal, maka kekeringan biasanya tidak Anda alami lagi.Setelah melahirkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh akan menurun drastis terutama pada wanita yang menyusui. Namun Anda tak perlu khawatir, keluhan ini akan berangsur hilang setelah Anda berhenti menyusui dan mendapatkan haid kembali. Tetapi jangan Anda jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak memberikan ASI ekslusif pada bayi ya!
Jika Anda merasakan hal ini begitu mengganggu terutama saat berhubungan seksual, Anda dapat menggunakan pelumas untuk berhubungan seks tanpa nyeri.
3. Nyeri dan Gatal di Daerah Perineum
Saat proses melahirkan ketika keluarnya kepala bayi dari terkadang bisa menyebabkan robekan pada daerah perineum sehingga daerah tersebut harus dijahit. Nyeri merupakan keluhan yang wajar terjadi. Anda bisa menggunakan obat penahan nyeri tetapi sebaiknya sebelum mengkonsumsi obat tersebut Anda berkonsultasi ke dokter karena ada obat penaha nnyeri yang dapat menganggu produksi ASI.Namun bila nyeri dah dirasa mengganggu Anda dapat berkonsultasi ke dokter kandungan dan kebidanan yang menangani Anda. Tetaplah menjaga kebersihan va**na dan sekitarnya. Nyeri disekitar perineum biasanya akan menghilang dalam 6 hingga 12 minggu.
4. Nyeri Saat Berhubungan
Seringkali nyeri saat berhubungan seksual disebabkan oleh kering dan nyeri di perineum. Tidak ada patokan pasti kapan Anda boleh melakukan hubungan seksual kembali setelah melahirkan. Semua bergantung pada kesiapan Anda secara fisik maupun psikis. Bila Anda belum merasa nyaman untukmelakukan hubungan seks, maka Anda dapat mendiskusikannya dengan pasangan Anda
SOLUSINYA TERBAIK UNTUK MENGATASI MASALAH KEWANITAAN HANYA ADA SATU
YANG SUDAH TERBUKTI KASIATNYA
Konsultasi gratis/pertanyaan/Order hubungi👇👇
Inbok
Sms whatsapp 081908181416