27/10/2021
novel karya Khilma Anis Aku menangis sesenggukan sampai lewat tengah malam. Aku begitu terluka sampai berpikir, apakah aku tidak berhak bahagia sebagaimana perempuan lainnya? Masa mudaku nyaris tak ada indah indahnya karena yang kupikir hanyalah bagaimana aku menyiapkan diri untuk pesantren mertuaku...