15/03/2017
Assllmkum..
Inspirasi...menjelang mundur dari pekerjaan..
=> Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun.
Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia pasti akan kehilangan penghasilan rutinnya ...yg dirasa kurang..
namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya.
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia, akan kehilangan salah satu tukang kayu profesional terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa.
=> Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya. Disampaikanlah niat tsb...
Namun dg berat hati si tukang kayu menyanggupi.. Sambil ia berkata jujur apa adanya..
karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tidak dengan segenap hati...
Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, "Kerjakanlah dengan yang TERBAIK yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada."
Jika perlu belanja bahan yg terbaik dan jujur..
=> Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya.
Ia begitu malas-malasan..
Ia asal-asalan membuat rangka bangunan..
Ia malas merasa gajian sdh ngepress..,
maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah...
Belanja bahan pun juga dg tidak jujur.....
Sayang sekali, ..org yg "PROFESIONAL" ini..memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.
Saat rumah itu selesai...Sang mandor datang untuk memeriksa hasil...
Ia merasa mnyayangkan ..saat sang mandor memegang daun pintu depan..dan bbrp hasil karya terakhir tukang kayu yang profesional tersebut..
Lalu.. Mandor berbalik dan berkata, ..
"Bpk tukangku yg profesional..
INI ADALAH PERSEMBAHAN PERUSAHAAN ..RUMAH INI SEBENARNYA..UNTUK BAPAK"..❗❗
=> waaah.. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya sendiri, ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.
Sekarang akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang ia bangun sendiri dengan asal-asalan.
Pesan kami..
=> Inilah refleksi hidup kita! Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan Anda. Setiap kali Anda memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah dengan segenap hati dan bijaksana.
Mengapa..
Sebab kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihanmu di masa lalu. Masa depanmu adalalah hasil dari keputusanmu saat ini.
Semoga..
Barakallahu..