10/03/2021
Berawal dari lihat wall teman, mengenai parenting, ingin rasanya saya juga berbagi ilmu tersebut buat bunda semua,,, agar kita semakin memperkaya khasanah ilmu dunia si kecil secara lebih kompleks dan lengkap.
Yuk mari baca bismillah buat mengawali belajar parenting malam ini, tema kali ini tentang "Drama si maximizer".
Dalam talents mapping, ada namanya bakat maximizer.
Iya hal ini terlihat jelas di si sulung. Dia gak s**a baju kebesaran walao itu sedikiiit sekali, dia gak mau kekecilan, ada kotoran setitik bekas coklat, dia ga mau baju yg sedang dia pakai itu lecek. Ribet. Standarnya tinggi bgt. Bahkan dia ngeh mana barang kw dan branded.
Orang bilang perfectionist. Tapi sebenernya maximizer adalah bakat yg sangat βanugrahβ bgt. Jika di pakai dan digunakan dg bijaksana.
Contohnya pagi ini, mushab ada penilaian menulis huruf hijaiyah. Bagi dia masalah besar ketika mendapati kertasnya lecek sedikit. Dan hampir drama perdebatan gara2 kertas lecek. Dia minta print ulang. Sampai umi meyakinkan hal itu tidak masalah krn itu hanya sedikit. Lebih baik fokus dan optimalkan tulisannya sebagua mungkin.
Kalo saya gak belajar talents mapping mungkin saya akan print lagi supaya dia gak ngambek. Atau saya akan komentar βkamu lebay bangetβ
========
MAXIMIZER, yaitu bakat dmn fokus pada kekuatan-kekuatan yang ada sebagai cara untuk merangsang keunggulan pribadi dan kelompok dan cenderung untuk mengubah sesuatu baik dan membuatnya menjadi jauh lebih baik lagi.
Bila menemukan kekuatan akan merasa terdorong untuk mempertahankan, memperbaiki, meningkatkan, dan menjadikannya keunggulan.
Mudah terpikat pada Kekuatan-kekuatan, baik miliknya maupun milik orang lain.
Lebih memilih untuk bekerja atau beraktivitas bersama dengan orang-orang yang menghargai kekuatannya.
Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang banyak terdapat pada peran: peran dimana dia bertugas membantu orang hebat menjadi sukses seperti Pelatih, Manajer, Mentor, Guru, Transformational leader.