Pupuk NASA Palembang

Pupuk NASA Palembang Kami merupakan distributor resmi PT Natural Nusantara (PT. NASA) sebuah perusahaan Agrokompleks yang memproduksi berbagai produk agro berbasis organik.

Bila Anda membutuhkan produk-produk agro (pupuk organik, pestisida alami, vitamin ternak, pupuk perikan

Bingung pengen beli produk NASA dimana?Pintu rumah, pintu WA & pintu inbox smua terbuka, kecuali Pintu hati 😆Eaaeaaeaabi...
17/12/2019

Bingung pengen beli produk NASA dimana?
Pintu rumah, pintu WA & pintu inbox smua terbuka, kecuali Pintu hati 😆
Eaaeaaeaa

bit.ly/Alfatimart

Semangat pagi sahabat NASAHari ini admin mau nyampein kabar gembira buat kalian semuaDi bulan Ramadhan ini Shopee ngadai...
16/05/2019

Semangat pagi sahabat NASA
Hari ini admin mau nyampein kabar gembira buat kalian semua
Di bulan Ramadhan ini Shopee ngadain Promo free shipping (gratis ongkir) tanpa minimal belanja bagi para pengguna baru aplikasi shopee
So buat kamu semua jangan lewatkan kesempatan ini.langsung klik https://shopee.co.id/zaujatu.zulkarnaen lalu masukkan produk favorit kamu kedalam keranjang belanja kamu lalu checkout.jangan lupa claim gratis ongkirnya yaa
Buat kalian yg nggak punya rekening tenang aja.kalo bisa manfaatin fitur COD (bayar ditempat).bisa bayar di indomart/aflamart terdekat juga loh

yg belum faham soal per shopee an boleh kok tanya² ke admin.langsung klik disini ya bit.ly/Alfatihmart

Happy shopping

Paket budidaya kelapa organikISI PAKET :1 botol POWER NUTRITION 250 gram 720001 botol SUPERNASA 250 gram  62.0001 botol ...
09/04/2019

Paket budidaya kelapa organik

ISI PAKET :

1 botol POWER NUTRITION 250 gram 72000
1 botol SUPERNASA 250 gram 62.000
1 botol POC NASA 500 cc 51.000
1 botol HORMONIK 100 cc 36.500
1 botol PENTANA 100 gram 60.000
1 botol BVR 100 gram 40.000
1 botol AERO-810 250 CC 42.000
1 botol PESTONA 500 cc 55.000

Semangat pagi sobat NASAjangan lupa sarapan ya.biar kuat memghadapi kenyataan hidup ehehehehe.nah ini adalah sarapan sed...
03/04/2019

Semangat pagi sobat NASA
jangan lupa sarapan ya.biar kuat memghadapi kenyataan hidup ehehehehe.
nah ini adalah sarapan sederhana ala admin.yaitu nasi goreng buah naga.
bagi sebagian orang mungkin aneh.buah naga kok buat nasi goreng.admin pun awalnya ragu² but ttp aja cobain dan hasilnya masyaa Allah muaaaaantap sob.

ada yg mau tau resepnya nggak ni???? ehehehe.langsung googling aja yah qeqeqeq
tapi buat sobat yg mau belajar budidaya buah naga .atau mau beli paket bududaya buah naga boleh langsung mojok ama admin

http://bit.ly/PutriNasaPalembang

02/04/2019
ISI PAKET :1 botol SUPERNASA 250 gram1 botol POWER NUTRITION 250 gram1 botol PUPUK ORGANIK CAIR NASA (POC NASA) 500 ml1 ...
17/03/2019

ISI PAKET :

1 botol SUPERNASA 250 gram

1 botol POWER NUTRITION 250 gram

1 botol PUPUK ORGANIK CAIR NASA (POC NASA) 500 ml

1 botol HORMONIK 100 ml

1 botol GLIOCLADIUM 100 gram

1 botol BEUVERIA BASSIANA 100 gram

1 botol PESTONA 500 ml

1 botol AERO A810 250 ml

PENDAHULUAN

Prospek budidaya strawberry khususnya di Indonesia cukup cerah. Hal ini dilihat dari daya serap pasar dan permintahan buah strawberry yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dengan mengutamakan teknologi yang ramah lingkungan, PT Natural Nusantara ikut berperan untuk meningkatkan hasil produksi dari budidaya strawberry yaitu buah strawberry dari segi kuantitas, kualitas dan kelestarian lingkungan terhadap budidaya strawberry.

SYARAT PERTUMBUHAN

Tanaman strawberry akan tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000-2000 mdpl. Dengan penyinaran matahari 8-10 jam per hari, suhu lingkungan berkisar 17-20 derajat Celcius dengan kelembaban udara 80-90%.

PENGOLAHAN LAHAN

Lahan digenangi air terlebih dahulu selama semalam, sebelum lahan dibajak. Keesokan harinya, lahan dibajak sedalam 30 cm, dikeringkan baru dihaluskan.

PEMBUATAN BEDENGAN

Bedengan dibuat dengan lebar 80-120 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar bedengan sekitar 60 cm dan panjang bedengan menyesuaikan dengan keadaan lahan.

PENGAPURAN

Berikan kapur dolomit sebanyak 100-200 kg per 1000 m2 lahan.

PEMUPUKAN DASAR

Pemupukan dasar berupa TSP 25 kg, Urea 20 kg, KCI 10 kg dan pupuk kandang 2-3 ton untuk 1000 m2 lahan. Siramkan POC NASA 1 botol ditambah dengan air secukupnya untuk 1000 m2 lahan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, POC NASA diganti dengan SUPERNASA. Cara aplikasinya yaitu 1 botol SUPERNASA diencerkan dengan 3 liter air untuk dijadikan sebagai larutan induk. Kemudian setiap 200 cc larutan induk ditambahkan dengan 50 liter air untuk disiramkan ke bedengan secara merata. 1 botol SUPERNASA dapat digunakan untuk 1000-2000 m2 lahan.

PEMBERIAN NATURAL GLIO

Untuk mencegah serangan penyakit yang diakibatkan oleh jamur seperti penyakit layu, tebarkan Natural Glio yang telah dicampur pupuk kandang dan telah didiamkan selama satu minggu. 1 sachet Natural Glio dicampur dengan 25-30 kg pupuk kandang untuk lahan seluas 1000 m2.

PEMASANGAN MULSA

Mulsa plastik dipasang ketika matahari sedang terik agar mulsa dapat memuai sehingga dapat menutup bedengan dengan tepat.

CARA PENANAMAN

Pindahkan bibit strawberry beserta medianya. Sebelum ditanam di lahan budidaya, benih disemaikan terlebih dahulu. Lakukan penanaman dengan hati-hati jangan sampai perakaran rusak saat membuka plastik polybag bibit.

PENYULAMAN

Kegiatan ini dilakukan paling lambat 15-30 hari setelah tanam. Penyulaman dilakukan pada sore hari. Segera disiram hingga cukup basah setelah penyulaman selesai.

PENYIANGAN

Penyiangan dilakukan terhadap rumput liar, gulma atau tanaman pengganggu lain yang dapat menyaingi kehidupan tanaman strawberry.

PEMANGKASAN

Pemangkasan dilakukan terhadap sulur tanaman yang rimbun dan kurang produktif, serta pada bunga pertama agar memperoleh kualitas bunga yang prima.

PEMUPUKAN SUSULAN

Diberikan pada umur 1,5-2 bulan setelah tanam. Pupuk yang diberikan berupa NPK (16-16-16) sebanyak 5 kg dilarutkan dengan 200 liter air. lalu dikocorkan sebanyak 350-500 cc per tanaman. Jenis dan dosis pemupukan juga disesuaikan dengan kondisi tanam setempat.

PENGGUNAAN POC NASA dan HORMONIK

Penyemprotan menggunakan 3-4 tutup botol POC NASA ditambah 1 tutup botol HORMONIK per tangki (14 liter), dilakukan 1 bulan setelah tanam setiap 7-10 hari sekali.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN

Hama

Kudu daun (Cjhaetosiphon fragaefolii)
Hama ini menyerang permukaan daun bagian bawah, kuncup bunga, pucuk tanaman atau batang muda. Gejala tanaman yang terserang yaitu pucuk dan daun menjadi keriput, keriting, menyebabkan pembentukan daun dan buah terhambat. Lakukan pencegahan dengan Pentana dan AERO-810 atau Natural BVR sejak awal tanam.

Tungau (Tetranychus sp-Tarsonemus sp)
Hama ini menyerang bagian daun, tangkai dan buah. gejala tanaman yang terserang yaitu muncul bercak kuning pada daun, daun menjadi berwarna coklat, keritin dan rontok. Lakukan pencegahan sejak awal tanam menggunakan Pentana dan AERO-810 atau Natural BVR.

Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Othiorhychus rugosostriatus), kumbang penggerek batang ( Sulcatus)

Penyakit

Penyakit layu (Verticillium dahliae)
Dapat menyerang hampir semua bagian tanaman, dari akar hingga daun. Gejala penyakit layu yaitu daun yang terinfeksi berwarna kuning kemudian berubah menjadi coklat. Penyakit layu yang menyerang berat akan menyebabkan tanaman mati. Lakukan pengendalian dengan memperbaiki sistem drainase dan sanitasi pada kebun, serta gunakan Natural Glio sebelum tanam untuk mencegah penyakit layu menyerang akar.

Busuk buah (Colletotrichum fragariae Brook / Rhizopus stolonifer)
Penyakit ini hanya menyerang buah strawberry yang telah masak. Buah akan busuk diserta sekelompok spora berwarna merah jambu. Buah busuk lunak, berair dan bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh. Untuk mencegah agar spora tidak menyebar, buah yang terserang harus dimusnahkan, memperbaiki drainase kebun, melakukan rotasi tanaman. Lakukan pencegahan sebelum tanam dengan Natural Glio yang dicampur dengan pupuk kandang.

Busuk akar ( ldriella lunata, Pythium u/matum, Rhizoctonia solani)
Seperti namanya, penyakit ini menyerang bagian akar tanaman. Akar akan berwarna hitam dan membusuk kebasah-basahan. Tanaman yang terserang sebaiknya dicabut dan dimusnahkan, lakukan rotasi tanaman dan perbaikan drainase tanaman atau kebun. Pencegahan sejak awal tanam gunakan Natural Glio yang telah dicampur pupuk kandang matang (kompos).

Empulur merah (Phytophtora fragrariae)
Penyakit ini menyerang bagian akar tanaman. Tanaman menjadi kerdil, daun layu terlihat layu (tidak segar), bagian akar dan pangkal batang yang terinfeksi pada empulurnya akan berwarna merah. Penyakit ini muncul akibat drainase yang jelek dan tanam terlalu masam. Untuk pengendalian, lakukan perbaikan drainase dan pengapuran tanah. Tanaman yang terinfeksi harus dimusnahkan. Untuk pencegahan sebelum tanam, gunakan Natural Glio yang dicampur dengan pupuk kandang matang (kompos).

PANEN STRAWBERRY

cara budidaya strawberry

Tanaman akan mulai berbunga pada umur 2 bulan sejak awal tanam. Bunga dan buah yang muncul pertama sebaiknya dipangkas dan dibuang karena belum dapat berproduksi secara maksimal. Setelah tanaman berumur 4 bulan, baru mulai diarahkan untuk leboh produktif berbunga dan berbuah. Cara panen strawberry yaitu dengan menggunting atau memetik tangkai buah beserta kelopaknya. Panen dapat dilakukan secara periodik dua kali seminggu.

Demikian uraian mengenai Teknik Budidaya Strawberry Teknologi NASA. Semoga bermanfaat.

Pupuk Tambak Udang, Vitamin, Nutrisi Organik Untuk Mempercepat Pertumbuhan, Pembesaran Udang. Cara Budidaya.  I. Pendahu...
14/03/2019

Pupuk Tambak Udang, Vitamin, Nutrisi Organik Untuk Mempercepat Pertumbuhan, Pembesaran Udang. Cara Budidaya.

I. Pendahuluan
Budidaya udang windu di Indonesia dimulai pada awal tahun 1980-an, dan mencapai puncak produksi pada tahun 1985-1995. Sehingga pada kurun waktu tersebut udang windu merupakan penghasil devisa terbesar pada produk perikanan. Selepas tahun 1995 produksi udang windu mulai mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh penurunan mutu lingkungan dan serangan penyakit. Melihat kondisi tersebut, PT. NATURAL NUSANTARA merasa terpanggil untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan produk-produk yang berprinsip kepada Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (K-3).

II. Teknis Budidaya Budidaya udang windu meliputi beberapa faktor, yaitu

2.1. Syarat Teknis
Lokasi yang cocok untuk tambak udang yaitu pada daerah pantai yang mempunyai tanah bertekstur liat atau liat berpasir yang mudah dipadatkan sehingga mampu menahan air dan tidak mudah pecah.
Air yang baik yaitu air payau dengan salinitas 0-33 ppt dengan suhu optimal 26 - 300C dan bebas dari pencemaran bahan kimia berbahaya.
Mempunyai saluran air masuk/inlet dan saluran air keluar/outlet yang terpisah.
Mudah mendapatkan sarana produksi yaitu benur, pakan, pupuk , obat-obatan dan lain-lain. Pada tambak yang intensif harus tersedia aliran listrik dari PLN atau mempunyai Generator sendiri.

2.2. Tipe Budidaya
Berdasarkan letak, biaya dan operasi pelaksanaannya, tipe budidaya dibedakan menjadi
Tambak Ekstensif atau tradisional.
Petakan tambak biasanya di lahan pasang surut yang umumnya berupa rawa bakau. Ukuran dan bentuk petakan tidak teratur, belum meggunakan pupuk dan obat-obatan dan program pakan tidak teratur.
Tambak Semi Intensif.
Lokasi tambak sudah pada daerah terbuka, bentuk petakan teratur tetapi masih berupa petakan yang luas (1-3 ha/petakan), padat penebaran masih rendah, penggunaan pakan buatan masih sedikit
Tambak Intensif.
Lokasi di daerah yang khusus untuk tambak dalam wilayah yang luas, ukuran petakan dibuat kecil untuk efisiensi pengelolaan air dan pengawasan udang, padat tebar tinggi, sudah menggunakan kincir, serta program pakan yang baik.

2.3. Benur
Benur yang baik mempunyai tingkat kehidupan (Survival Rate/SR) yang tinggi, daya adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang tinggi, berwarna tegas/tidak pucat baik hitam maupun merah, aktif bergerak, sehat dan mempunyai alat tubuh yang lengkap. Uji kualitas benur dapat dilakukan secara sederhana, yaitu letakkan sejumlah benur dalam wadah panci atau baskom yang diberi air, aduk air dengan cukup kencang selama 1-3 menit. Benur yang baik dan sehat akan tahan terhadap adukan tersebut dengan berenang melawan arus putaran air, dan setelah arus berhenti, benur tetap aktif bergerak.

2.4. Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan, meliputi :
- Pengangkatan lumpur. Setiap budidaya pasti meninggalkan sisa budidaya yang berupa lumpur organik dari sisa pakan, kotoran udang dan dari udang yang mati. Kotoran tersebut harus dikeluarkan karena bersifat racun yang membahayakan udang. Pengeluaran lumpur dapat dilakukan dengan cara mekanis menggunakan cangkul atau penyedotan dengan p***a air/alkon.
- Pembalikan Tanah. Tanah di dasar tambak perlu dibalik dengan cara dibajak atau dicangkul untuk membebaskan gas-gas beracun (H2S dan Amoniak) yang terikat pada pertikel tanah, untuk menggemburkan tanah dan membunuh bibit panyakit karena terkena sinar matahari/ultra violet.
- Pengapuran. Bertujuan untuk menetralkan keasaman tanah dan membunuh bibit-bibit penyakit. Dilakukan dengan kapur Zeolit dan Dolomit dengan dosis masing-masing 1 ton/ha.
- Pengeringan. Setelah tanah dikapur, biarkan hingga tanah menjadi kering dan pecah-pecah, untuk membunuh bibit penyakit.
- Perlakuan pupuk TON ( Tambak Organik Nusantara ). Untuk mengembalikan kesuburan lahan serta mempercepat pertumbuhan pakan alami/plankton dan menetralkan senyawa beracun, lahan perlu diberi perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha untuk tambak yang masih baik atau masih baru dan 10 botol TON untuk areal tambak yang sudah rusak. Caranya masukkan sejumlah TON ke dalam air, kemudian aduk hingga larut. Siramkan secara merata ke seluruh areal lahan tambak.

CARA APLIKASI PUPUK TON DAN TANGGUH PROBIOTIK KLIK DISINI

2.5. Pemasukan Air
Setelah dibiarkan 3 hari, air dimasukkan ke tambak. Pemasukan air yang pertama setinggi 10-25 cm dan biarkan beberapa hari, untuk memberi kesempatan bibit-bibit plankton tumbuh setelah dipupuk dengan TON. Setelah itu air dimasukkan hingga minimal 80 cm. Perlakuan Saponen bisa dilakukan untuk membunuh ikan yang masuk ke tambak. Untuk menyuburkan plankton sebelum benur ditebar, air dikapur dengan Dolomit atau Zeolit dengan dosis 600 kg/ha.

2.6. Penebaran Benur.
Tebar benur dilakukan setelah air jadi, yaitu setelah plankton tumbuh yang ditandai dengan kecerahan air kurang lebih 30-40 cm. Penebaran benur dilakukan dengan hati-hati, karena benur masih lemah dan mudah stress pada lingkungan yang baru. Tahap penebaran benur adalah :
- Adaptasi suhu. Plastik wadah benur direndam selama 15 30 menit, agar terjadi penyesuaian suhu antara air di kolam dan di dalam plastik.
- Adaptasi udara. Plastik dibuka dan dilipat pada bagian ujungnya. Biarkan terbuka dan terapung selama 15 30 menit agar terjadi pertukaran udara dari udara bebas dengan udara dalam air di plastik.
- Adaptasi kadar garam/salinitas. Dilakukan dengan cara memercikkan air tambak ke dalam plastik selama 10 menit. Tujuannya agar terjadi percampuran air yang berbeda salinitasnya, sehingga benur dapat menyesuaikan dengan salinitas air tambak.
- Pengeluaran benur. Dilakukan dengan memasukkan sebagian ujung plastik ke air tambak. Biarkan benur keluar sendiri ke air tambak. Sisa benur yang tidak keluar sendiri, dapat dimasukkan ke tambak dengan hati-hati/perlahan.

2.7. Pemeliharaan.
Pada awal budidaya, sebaiknya di daerah penebaran benur disekat dengan waring atau hapa, untuk memudahkan pemberian pakan. Sekat tersebut dapat diperluas sesuai dengan perkembangan udang, setelah 1 minggu sekat dapat dibuka. Pada bulan pertama yang diperhatikan kualitas air harus selalu stabil. Penambahan atau pergantian air dilakukan dengan hati-hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air yang drastis. Untuk menjaga kestabilan air, setiap penambahan air baru diberi perlakuan TON dengan dosis 1 - 2 botol TON/ha untuk menumbuhkan dan menyuburkan plankton serta menetralkan bahan-bahan beracun dari luar tambak.
Mulai umur 30 hari dilakukan sampling untuk mengetahui pekembanghan udang melalui pertambahan berat udang. Udang yang normal pada umur 30 hari sudah mencapai size (jumlah udang/kg) 250-300. Untuk selanjutnya sampling dilakukan tiap 7-10 hari sekali. Produksi bahan organik terlarut yang berasa dari kotoran dan sisa pakan sudah cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya air diberi perlakuan kapur Zeolit setiap beberapa hari sekali dengan dosis 400 kg/ha. Pada setiap pergantian atau penambahan air baru tetap diberi perlakuan TON.
Mulai umur 60 hari ke atas, yang harus diperhatikan adalah manajemen kualitas air dan kontrol terhadap kondisi udang. Setiap menunjukkkan kondisi air yang jelek (ditandai dengan warna keruh, kecerahan rendah) secepatnya dilakukan pergantian air dan perlakuan TON 1-2 botol/ha. Jika konsentrasi bahan organik dalam tambak yang semakin tinggi, menyebabkan kualitas air/lingkungan hidup udang juga semakin menurun, akibatnya udang mudah mengalami stres, yang ditandai dengan tidak mau makan, kotor dan diam di sudut-sudut tambak, yang dapat menyebabkan terjadinya kanibalisme.

Panen

Udang dipanen disebabkan karena tercapainya bobot panen (panen normal) dan karena terserang penyakit (panen emergency). Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size normal rata-rata 40 - 50. Sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas (misalnya SEMBV/bintik putih). Karena jika tidak segera dipanen, udang akan habis/mati.

Udang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik adalah yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, masih hidup dan segar. Penangkapan udang pada saat panen dapat dilakukan dengan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan. Saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak.

Pakan Udang.
Pakan udang ada dua macam, yaitu pakan alami yang terdiri dari plankton, siput-siput kecil, cacing kecil, anak serangga dan detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk). Pakan yang lain adalah pakan buatan berupa pelet. Pada budidaya yang semi intensif apalagi intensif, pakan buatan sangat diperlukan. Karena dengan padat penebaran yang tinggi, pakan alami yang ada tidak akan cukup yang mengakibatkan pertumbuhan udang terhambat dan akan timbul sifat kanibalisme udang.

Pelet udang dibedakan dengan penomoran yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan udang yang normal.

Umur 1-10 hari pakan 01
Umur 11-15 hari campuran 01 dengan 02
Umur 16-30 hari pakan 02
Umur 30-35 campuran 02 dengan 03
Umur 36-50 hari pakan 03
Umur 51-55 campuran 03 dengan 04 atau 04S (jika memakai 04S, diberikan hingga umur 70 hari).
Umur 55 hingga panen pakan 04, jika pada umur 85 hari size rata-rata mencapai 50, digunakan pakan 05 hingga panen.
Kebutuhan pakan awal untuk setiap 100.000 ekor adalah 1 kg, selanjutnya tiap 7 hari sekali ditambah 1 kg hingga umur 30 hari. Mulai umur tersebut dilakukan cek ancho dengan jumlah pakan di ancho 10% dari pakan yang diberikan. Waktu angkat ancho untuk size 1000-166 adalah 3 jam, size 166-66 adalah 2,5 jam, size 66-40 adalah 2,5 jam dan kurang dari 40 adalah 1,5 jam dari pemberian.

Untuk meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan. Untuk itu, pakan harus dicampur dengan VITERNAplus, POC NASA dan HOERMONIK yang mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin dengan dosis 5 cc/kg pakan untuk umur dibwah 60 hari dan setelah itu 10 cc/kg pakan hingga panen.

IV. Penyakit.
Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah ;

Bintik Putih. Penyakit inilah yang menjadi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang. Disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculo Virus). Serangannya sangat cepat, dalam beberapa jam saja seluruh populasi udang dalam satu kolam dapat mati. Gejalanya : jika udang masih hidup, berenang tidak teratur di permukaan dan jika menabrak tanggul langsung mati, adanya bintik putih di cangkang (Carapace), sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Virus dapat berkembang biak dan menyebar lewat inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih. Belum ada obat untuk penyakit ini, cara mengatasinya adalah dengan diusahakan agar tidak ada kepiting dan udang-udang liar masuk ke kolam budidaya. Kestabilan ekosistem tambak juga harus dijaga agar udang tidak stress dan daya tahan tinggi. Sehingga walaupun telah terinfeksi virus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar untuk dipanen. Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak tersebut tambak perlu dipupuk dengan TON.

Bintik Hitam/Black Spot. Disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus (MBV). Tanda yang nampak yaitu terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang. Cara mencegah : dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.

Kotoran Putih/mencret. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam tambak. Gejala : mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah pojok tambak (sesuai arah angin), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan sehingga dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Cara mencegah : jaga kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambak/siphon secara rutin.

Insang Merah. Ditandai dengan terbentuknya warna merah pada insang. Disebabkan tingginya keasaman air tambak, sehingga cara mengatasinya dengan penebaran kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan kualitasnya.

Nekrosis. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak. Gejala yang nampak yaitu adanya kerusakan/luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyak-banyaknya ditambah perlakuan TON 1-2 botol/ha, sedangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit (Molting) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran.

Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas kolam budidaya. Oleh karena itu perlakuan TON sangat diperlukan baik pada saat pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru.

Pupuk Organik Untuk Jeruk, Meningkatkan, Memperbanyak Buah cara budidaya jeruk dengan teknologi organik nasaA. PENDAHULU...
14/03/2019

Pupuk Organik Untuk Jeruk, Meningkatkan, Memperbanyak Buah cara budidaya jeruk dengan teknologi organik nasa

A. PENDAHULUAN
Prospek agribisnis jeruk di Indonesia cukup bagus karena potensi lahan produksi yang luas. Melalui program peningkatan kualitas sumberdaya petani jeruk serta didukung dengan hasil inovasi teknologi pemupukan dan hormon alami, pengelolaan hama dan penyakit terpadu, serta sistem budidaya lainnya yang semuanya didasarkan pada semangat ramah lingkungan akan meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi jeruk dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan.

B. SYARAT PERTUMBUHAN
Perlu 6-9 bulan basah (musim hujan), curah hujan 1000-2000 mm/th merata sepanjang tahun, perlu air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. Temperatur optimal antara 25-30 °C dan kelembaban optimum sekitar 70-80%. Kecepatan angin lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Ketinggian optimum antara 1-1200 m dpl. Jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok, derajat keasaman tanah (pH tanah) adalah 5,5-6,5 . Air tanah optimal pada kedalaman 150-200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1. Pembibitan

1.1. Cara generatif
Biji diambil dari buah dengan memeras buah yang telah dipotong. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Tanah persemaian diolah sedalam 30-40 cm dan dibuat petakan berukuran 1,15-1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram larutan POC NASA + 1-2 cc/lt air. Persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam,
pasir (1:1:1) atau cukup dengan menggunakan tanah biasa disiram POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10-15 liter air.

1.2. Cara Vegetatif
Metode dengan cara penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (understam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yang biasa digunakan adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Setelah penyambungan tunas pucuk atau penempelan mata tempel, segera disemprot menggunakan POC NASA (3-4 tutup/tangki ) + HORMONIK (1 tutup/tangki ).

2. Pengolahan Media Tanam
Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: (a) Keprok dan Siem jarak tanam 5 x 5 m; (b) Manis : jarak tanam 7 x 7 m; (c) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m; (d) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m; (e) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m; (f) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m.
Lubang tanam dibuat 2 minggu sebelum tanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 1-2 kg pupuk kandang dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan.
Pengembangbiakan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).

3. Teknik Penanaman
Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan: (a) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan; (b) Pengurangan akar; (c) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.
Setelah bibit ditanam, siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata dengan dosis ± 1 tutup POC NASA per liter air setiap pohon. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 (satu) botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi disiramkan setiap pohon.
Beri mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitar bibit. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

D. PEMELIHARAAN TANAMAN
1. Penyulaman
Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.
2. Penyiangan
Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.
3. Pembubunan
Jika ditanam di tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.
4. Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk
mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.
Pemupukan Susulan
Umur Dosis Pupuk Makro (gr/pohon)
(tahun) Urea TSP KCl
1 80 170 170
2 160 325 250
3 250 500 325
4 325 170 425
5 400 210 500
6 500 250 600
7 600 300 700
8 700 325 780
9 780 390 850
10 850 425 900
> 10 Sebaiknya dilakukan analisis tanah Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0-3 2-3 tutup/diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 4-5 bulan sekali (sesekali bisa disemprot ke daun)
> 3 3-4 tutup/diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 3-4 bulan sekali (sesekali bisa disemprot ke daun)
Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambahSUPERNASA 1-2 kali/tahun dosis 1 botol untuk + 200 pohon. Cara lihat pada Teknik Penanaman (Point 3.1.2.2.)

6. Penggunaan Hormonik
Hormonik dapat diberikan terutama setelah tanaman berumur 2 tahun, atau diberikan sejak awal lebih bagus. Caranya melalui penyiraman atau penyemprotan bersama dengan POC NASA (3-5 tutup POC NASA ditambah 1 tutup Hormonik).

7.Pengairan dan Penyiraman
Penyiraman jangan berlebih. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Jika air kurang tersedia, tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa.

8. Penjarangan Buah
Pada saat pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan, bobot buah serta kualitas buah. Buah yang
dibuang meliputi buah sakit, tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama dan sisakan hanya 2-3 buah.

V. HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama

a. Kutu loncat (Diaphorina citri.)
Bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, buang bagian yang terserang.
b. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
Bagian diserang : tunas muda dan bunga. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR.
c. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
Bagian diserang : daun muda. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan dengan PESTONA. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.
d. Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)
Bagian diserang : tangkai, daun dan buah. Gejala: bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Pengendalian: semprotkan PESTONA atau Natural BVR.
e. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)
Bagian diserang : buah. Gejala: lubang gerekan buah keluar getah. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi, disemprot PESTONA pada buah berumur 2-5 minggu.
f. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)
Bagian diserang : tunas, daun muda dan pentil. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: semprotkan PESTONA.
g. Thrips (Scirtotfrips citri.)
Bagian diserang : tangkai dan daun muda. Gejala: helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang disertai nekrotis. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan PESTONA atau Natural BVR.
h. Kutu dompolon (Planococcus citri.)
Bagian diserang : tangkai buah. Gejala: berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur. Pengendalian: gunakan PESTONA. atau Natural BVR. Cegah datangnya semut sebagai vektor kutu.
i. Lalat buah (Dacus sp.)
Bagian diserang : buah yang hampir masak. Gejala: lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah. Pengendalian: gunakan Perangkap lalat Buah.

2. Penyakit
a. CVPD
Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye. Pengendalian: gunakan bibit tanaman bebas CVPD. Lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan Pestona atau Natural BVR untuk mengendalikan vektor.
b. Blendok
Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Bagian diserang : batang atau cabang. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. Bekas potongan diolesi POC NASA + Hormonik + Natural GLIO. POC NASA dan Hormonik bukan berfungsi mengendalikan Blendok, namun dapat meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit.
c. Embun tepung
Penyebab: jamur Oidium tingitanium. Bagian diserang : daun dan tangkai muda. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
d. Kudis
Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian diserang : daun, tangkai atau buah. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian: pemangkasan teratur, gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
e. Busuk buah
Penyebab: Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Bagian diserang : buah. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis, gunakan Natural GLIO awal tanam.
f. Busuk akar dan pangkal batang
Penyebab: jamur Phyrophthora nicotianae. Bagian diserang : akar, pangkal batang serta daun di bagian ujung. Gejala: tunas tidak segar, tanaman kering. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
g. Buah gugur prematur
Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Bagian yang diserang: buah dan bunga. Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
h. Jamur upas
Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian diserang : batang. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan diolesi fungisida yang mengandung tembaga atau belerang, kemudian potong cabang yang terinfeksi.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

E. PANEN
Buah jeruk dipanen saat masak optimal berumur + 28-36 minggu, tergantung jenis/varietasnya. Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.

Address

Jalan PHDM 13 No 1 Kalidoni RT 02/01
Palembang
30119

Telephone

+6282242926666

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pupuk NASA Palembang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pupuk NASA Palembang:

Share