18/06/2022
๐ฆ๐ป๐ฆ๐ป๐ฆ๐ป๐ฆ
*Siroh Akhir Pekan*
*KHAULAH BINTI TSA'LABAH*
Suatu hari khalifah Umar bin Khattab bepergian bersama orang-orang Quraisy. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang perempuan tua. Perempuan tua itu lantas meminta Umar berhenti. Dia lalu berbincang-bincang dengan Amiril Mukminin tersebut.
Seseorang di antara rombongan berkata, โWahai Amirul Mukminin, apakah Tuan menghentikan langkah orang-orang demi perempuan tua ini?โ Umar lantas menjawab, โCelakahlah kamu! Apakah kamu tahu siapa dia? Dia adalah perempuan yang didengar pengaduannya oleh Allah dari atas tujuh langit.Ini adalah Khaulah binti Tsaโlabah yang Allah turunkan ayat tentangnya. Demi Allah, jika dia berhenti sampai malam, aku tidak akan meninggalkannya kecuali untuk shalat lantas kembali kepadanya.Siapakah dia sehingga Umar begitu sangat menghormatinya?
Nama lengkapnya adalah Khaulah binti Tsaโlabah bin Malik bin Dakhsyam. Ada juga yang menyebutnya dengan nama Khuwailah binti Khuwaid. Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa Khuwailah merupakan istri dari Aus bin Ash-Shamit. Khuwailah bercerita, โDemi Allah, dalam (permasalahan)ku dan Aus bin Ash-Shamit, Allah SWT telah menurunkan awal ayat surat al-Mujadalah. Saat itu, statusku adalah istrinya.
Suatu hari Khaulah mengadukan persoalan rumah tangganya kepada Rasulullah SAW. Ia mengeluhkan pada beliau perihal perilaku kasar suaminya.Rasulullah bersabda, โWahai Khuwailah! Anak pamanmu itu adalah seorang laki-laki yang telah tua. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah terhadap suamimu!โ
Rasulullah tidak serta merta menyetujui harapan Khaulah atas hukum talak yang berlaku kepadanya. Melihat kenyataan bahwa keinginannya tak akan dipenuhi oleh Rasulullah, Khaulah tak berputus asa. Kepada Rasul ia katakan, โBaiklah, akan aku adukan masalah ini kepada Allah!โ Maka kemudian Khaulah menengadahkan kepalanya ke arah langit. Dengan suara lantang ia berseru, โYa Allah, aku mengadu kepada-Mu. Turunkanlah solusi bagi masalahku ini melalui lisan Nabi-Mu!โ Ia terus mengadukan masalahnya kepada Allah.
Khuwailah berkata, โDemi Allah, aku tidak beranjak dari sisi beliau sampai turun ayat Al-Qurโan. Ketika itu Rasulullah Saw diliputi sesuatu dan diwahyukan kepada beliau. Lalu beliau berkata padaku, โWahai Khuwailah! Allah telah menurunkan firman-Nya tentang permasalahanmu dan suamimu.โ Kemudian beliau membacakanku surat Al-Mujadilah ayat 1-4:
Begitu anggun dan sabar sikap Khaulah saat menghadapi tingkah laku suaminya. Ia berpegang teguh terhadap peraturan agama karena pada saat itu zihar dianggap sebagai thalaq. Maka, tatkala Aus bin Ash-Shamit, suami tua menziharnya lantas menginginkan nya kembali, Khaulah tidak serta-merta mau.
Dia mengadukan permasalahannya kepada Rasulullah sampai-sampai turun ayat yang menjawab permasalahan itu. Bahkan Khaulah membantu suaminya memberikan sebagian hartanya sebagai pembayaran kifarat atas kesalahan sang suami.
Para sahabat juga mengakui keutamaan dan keberanian perempuan mulia ini dalam kebenaran. Sepeninggal Nabi, para sahabat selalu mendengarkan perkataannya sebagai penghormatan terhadap perempuan yang telah didengar pengaduannya oleh Allah SWT. Keyakinan nya yang bulat atas pertolongan Allah dan ketakwaannya menjadikan kedudukan Khaulah begitu istimewa di sisi tuhannya.
Sumber Bacaan: Al-Ishabah fii Tamyiyzi ash-Shahabah, Tafsir al-Qurthubi, Tasfir Ibnu Katsir, Shahih al-Bukhari.
๐ด๐๐ด๐๐ด๐