17/06/2023
Dua Buku yang mengulas panjang lebar mengenai Maulid Nabi. Yaitu Burdah dan Barzanji. Mulai dari pengarang, sejarah sampai penjelasan
Deskripsi:
Judul : Menyelami Makna Maulid Burdah
Penerjemah: Muhammad Nasif
Ukuran : 20 x 14
Halaman : 173
Berat : 300 g
Isi : Teks asli, terjemah plus penjelasan
Harga : 50.000
Cek bagian dalam di >>> https://www.facebook.com/media/set/?set=a.113903424925170&type=3
atau sekaligus tertimoni pembaca dan pemesanan via online di >>> https://shopee.co.id/product/50380631/7653542287/
Qasidah Burdah adalah salah satu qasidah yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, terutama oleh para pembaca maulid Nabi Muhammad salallahualaihi wasallam. Sayangnya, kebanyakan orang hanya dapat membaca lafadznya saja tanpa bisa untuk memahami maknanya, terlebih berbagai memahami sisi keindahan qasidah tersebut dalam memuji Nabi. Kenyataan ini disebabkan salah satunya karena kendala bahasa. Qasidah Burdah sendiri berbahasa Arab dan kebanyakan literatur yang menjelaskan Qasidah Burdah maupun mengulasnya secara mendalam, juga menggunakan bahasa Arab. Padahal masyarakat Indonesia tidak semuanya bisa dengan mudah memahami bahasa Arab.
Apa yang kami tulis dalam buku ini sebenarnya tak lebih dari kumpulan berbagai penjelasan para ulama’ terkait Qasidah Burdah secara umum, maupun penjelasan tiap-tiap baitnya secara detail. Dasar pengambilannya adalah dari berbagai kitab syarah, utamanya karya Ibrahim Al-Bajuri yang berjudul Hasyiyah Al-Bajuri ala Matnil Burdah. Usaha dari penulis adalah mengumpulkan berbagai keterangan yang ada dan menterjemahkan dengan bahasa yang bisa disebut “mudah difahami”, mengingat Qasidah Burdah berbentuk syair yang penuh dengan unsur-unsur sastrawi yang sebenarnya perlu keahlian untuk memahami maknanya dengan baik, sebelum kemudian melakukan pemilihan kata agar pembaca bisa dengan mudah memahami maksud dari qasidah tersebut.
Tentu saja tidak semua unsur sastra bisa diterjemahkan dengan baik dalam bahasa Indonesia. Mengingat amat sedikitnya kosa kata bahasa Indonesia, yang menyebabkan banyak detail-detail bahasa arab yang tidak bisa diterjemahkan hanya dengan satu atau dua kata, atau bahkan perlu banyak halaman untuk menjelaskan segala apa yang dipikirkan orang arab saat mengucapkan kata-kata tersebut.
Dalam menterjemahkan setiap bait dari Burdah, penulis memakai kalimat-kalimat yang barangkali lebih panjang dari yang diungkapkan syairnya. Hal ini penulis lakukan untuk menyajikan keindahan Burdah dalam versi terjemahnya dengan memenuhi tuntutan dalam kesusastraan Bahasa Indonesia, meski hal itu sedikit menghilangan sisi keindahan Burdah yang tercipta dalam versi bahasa Arabnya. Hal-hal seperti ini adalah problem umum dalam proses penterjemahan. Bahasa-bahasa kiasan oleh penulis diusahakan tetap terjaga dan dapat dinikmati “dunia tafsir” –nya oleh pembaca.
Penulis menyadari bahwa dalam berusaha menterjemahkan dan menguraikan qasidah Burdah ini, penulis tidak lepas dari sifat lalai dan lupa. Karena itu, adalah hal yang lumrah bila mungkin ditemukan penjelasan-penjelasan yang kurang tepat atau kurang sempurna. Penulis hanya berusaha belajar, berbagi ilmu dan mengamalkan apa yang penulis ketahui. Dengan ini, penulis berharap memperoleh ilmu baru dari Allah, yang belum penulis ketahui.
Deskripsi:
Judul : Maulid Barzanji
Penerjemah: Muhammad Nasif
Ukuran : 20 x 14
Halaman : 148
Berat : 300 g
Isi : Teks asli, terjemah plus penjelasan
Harga : 40.000
Cek bagian dalam di >>> https://www.facebook.com/media/set/?vanity=SardaPustaka&set=a.215387061443472
atau sekaligus testimoni pembaca dan pemesanan via online di >>> https://shopee.co.id/product/50380631/11592838656/
Di Indonesia dikenal beberapa kitab maulid yang berbentuk prosa. Diantaranya Maulid Barzanji, Diba’, Simthut Durar dan selainnya. Maulid ini sering dibacakan dalam majlis-majlis maulid, yang tujuannya selain bersolawat kepada Nabi Muhammad, juga mengingat serta meneladani kisah hidup Nabi Muhammad.
Buku yang ada dihadapan pembaca ini adalah usaha penulis untuk menyuguhkan terjemah serta syarah (penjelasan) atas Maulid Barzanji. Apa yang membuat buku ini berbeda dengan terjemah Barzanji yang lain?
Pertama, dalam proses menerjemahkan, penterjemah mengedepankan bahasa terjemahan yang lebih mengacu bagaimana membuat pembaca memahami apa yang dimaksud oleh Maulid Barzanji. Sehingga menghasilkan terjemahan yang bukanlah terjemahan kaku, melainkan diolah dengan sedikit penambahan dan pengurangan kata, sehingga lebih mudah difahami. Hal ini mengacu pada perbendaharaan Bahasa Indonesia serta keterangan ulama dalam kitab syarah.
Kedua, buku ini tidaklah sekedar terjemah, melainkan diberi tambahan semacam syarah atau penjelasan yang bentuk catatakan kaki. Dasar pengambilan syarah tersebut antara lain kitab syarah Maulid Barzanji sebagai dasar utama, kitab-kitab ulama’ tentang biografi Nabi dan olah pemahaman penterjemah terhadap teks Maulid Barzanji.
Perlu diketahui bahwa syarah Kitab Maulid Barzanji mengulas diantaranya pengetahuan gramatikal Arab sekitar lafad yang dipakai al-Barzanji dalam maulidnya. Selain itu adalah riwayat-riwayat kisah sekitar kelahiran Nabi Muhammad yang mungkin menjadi dasar Imam al-Barzanji dalam menyusun maulidnya.
Buku ini hanya mengutip sebagian yang diterangkan dalam kitab syarah. Utamanya yang bersifat memberi tambahan keterangan tanpa terlalu panjang. Sehingga meninggalkan ulasan-ulasan tentang gramatikal Arab serta Riwayat-riwayat hidup Nabi Muhammad yang terlalu panjang bila dicantumkan.
Ketiga, buku ini dilengkapi biografi Syaikh al-Barzanji, biografi Maulid Barzanji serta teks lengkap Maulid Barzanji dalam satu tempat..