17/02/2025
*Sanad Ngaji*
Pentingnya sanad ilmu agama (Ngaji dimana, siapa gurunya dan siapa guru dari gurunya dst.)
Sanad atau isnad merupakan kekhususan umat Islam. Al-Qur'an telah diriwayatkan kepada kita oleh para perawi dengan sanad yang mutawatir. Tanpa ada guru yang mengajarkan kepada kita bagaiamana kaidah bacaan al Qur'an, maka mustahil bacaan al Qur'an bisa dibaca seragam di seluruh dunia. Demikian p**a telah sampai kepada kita hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan sanad-sanad yang jelas dari siapa disampaikan kepada siapa dan seterusnya.
Kalau ilmu ilmu lain bisa atau boleh kalian pelajari dg otodidak (tanpa guru) tapi tidak dengan agama ini. Kita harus punya guru dalam memahami dan mengamalkan ajaran ajaran agama ini. Karenanya penting untuk tau siapa gurumu dan siapa gurunya gurumu sampai ke rasulullah.
Kalau hanya bisa memahami sumber hukum dalam Islam, tentu semua orang arab mengerti qur'an dan hadits nabi karena mereka orang arab. Apa mereka bebas memaknai dan menafsiri setiap ayat atau hadits, tentu tidak. Mereka butuh guru yang sanad keilmuannya sambung sampai ke Nabi Muhammad. Kalau tidak mereka ya sama dengan kita yg awam ini.
Imam Muhammad bin Sirin rohimahulloh dawuh :
ان هذاالعلم دين فانظر ممن تٱخذ دينك
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” (“Muqoddimah Shohih Muslim”/hal. 12/atsar shohih).
Al Imam Ibnul Mubarok rohimahulloh berkata:
الاسناد من الدين لولا الاسناد لقال ما شآء من شآء
“Sanad itu adalah bagian dari agama. Andaikata bukan karena tuntutan adanya sanad, niscaya orang yang ingin bicara itu akan bicara sesukanya.”
(Muqoddimah Shohih Muslim”/hal. 12/atsar shohih).
Maka *NGAJILAH* dari orang orang yang jelas sanad keilmuannya.
Maksud dari "sanad yang jelas" itu adalah agar kita mendapatkan ilmu ini bukan sekadar untuk meriwayatkan tetapi juga untuk meneladani orang yang kita mengambil sanad darinya.
Dan orang yang kita ambil sanadnya itu juga meneladani orang yang di atas di mana dia mengambil sanad daripadanya dan begitulah seterusnya hingga berujung kepada kita meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dengan demikian, meskipun peradaban berubah ilmu dan teknologi terus berkembang, keterjagaan al-Qur’an itu benar-benar sempurna baik secara lafazh, makna dan pengamalannya.
Demikian, _Wallahu a'lam bis shawab_
lebih detail baca di sini 👇