28/05/2020
Cerita sore hujan-hujan
Ada seorang anak Papua berusia 10 tahun, namanya Jacobus. Suatu hari Jacobus berlari lari menemui Pak Gede guru SMA pedalaman Papua.
👶Jacobus meminta Pak Gede untuk mengobati anjingnya🐕 yang sekarat. Pak Gede tersenyum dan mengiyakan.
Mereka berdua menuju rumah Jacobus.
Melihat anjing tsb sekarat, 👴Pak Gede yang asli Buleleng itu menempelkan telapak tangannya ke jidat anjing dan berkata dlm Bahasa Bali,
👴"Cicing naskleng, lamun ci mekite bangke, bangkaang iban ci".
"Lamun ci mekite idup, segerang iban nanine".
👶Jacobus yang tidak bisa Bahasa Bali berpikir Pak Gede menggunakan Bahasa Latin.
👶Diam2 Jacobus menghafalkan kata2 yg dia kira mantra / doa itu.
Setelah itu Pak Gede langsung pulang.
✨Beberapa hari kemudian, Jacobus lari2 ke rumah Pak Gede bermaksud melaporkan kalau anjingnya sudah sembuh.
Namun ternyata, Pak Gede sedang sakit. 👶Jacobus terkejut, langsung menuju ke kamar Pak Gede dan menempelkan telapak tangannya ke dahi Pak Gede.
👶Selanjutnya Jacobus membaca mantranya.
"Cicing naskleng, lamun ci mekite bangke, bangkaang iban ci".
"Lamun ci mekite idup, segerang iban nanine".
😳Pak Gede kaget dan😀 tertawa langsung sembuh.
Semoga tersenyum dan tertawa stlh membaca ini, yg sakit jadi sembuh dan pulih yaaa..
Sebab hati yg gembira adalah obat yg manjur``` 😜
Copas dr tetangga sebelah!