Laksmana Raja Dilaut

Laksmana Raja Dilaut Memuat Berit Menarik dan Berkesan Informasi Video secara Fakta Terkini

20/12/2025

Indonesia Gelontorkan 16,7 Trilyun Untuk Selamatkan Hutan Tropis Brazil.
Kalian Kesal Atauโ›ณ
Kalian Marah ๐Ÿ’



20/12/2025

Kata Presiden Prabowo "Jangan Tebang Pohon Sembarangan"

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉIndonesia

Sosok Redy Zulkarnain, Jaksa Kejati Banten yang Kena OTT KPK, Hartanya Cuma Rp 197 JutaTeka-teki mengenai identitas oknu...
19/12/2025

Sosok Redy Zulkarnain, Jaksa Kejati Banten yang Kena OTT KPK, Hartanya Cuma Rp 197 Juta

Teka-teki mengenai identitas oknum jaksa yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Banten akhirnya terungkap.

Dia adalah Redy Zulkarnain, pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten yang kini kasusnya resmi diambil alih oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Seremonial penyerahan Redy beserta dua terduga pelaku lainnya dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (19/12/2025) dini hari.

Pelimpahan ini menarik perhatian publik, mengingat adanya kebetulan tanggal terbitnya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Kejagung dengan waktu operasi senyap KPK, serta profil kekayaan sang jaksa yang dinilai kontras dengan nilai pemerasan.

Berdasarkan penelusuran, Redy Zulkarnain saat ini menjabat sebagai Kepala Subbagian Daskrimti dan Perpustakaan di Kejaksaan Tinggi Banten.

Sebelum berlabuh di Banten, Redy memiliki rekam jejak tugas yang panjang melintasi berbagai pulau di Indonesia.

Ia tercatat pernah bertugas di Kejati Maluku Utara, Kejati Jambi, Kejati Kalimantan Selatan, hingga Kejati Kalimantan Timur.

Namun, yang menjadi sorotan adalah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya.

Dalam laporan yang diserahkan ke KPK pada 12 Februari 2025 untuk periode 2024, total harta kekayaan Redy tercatat hanya sebesar Rp 197.082.104.

Angka ini terbilang kecil untuk seorang pejabat yang terseret kasus dugaan pemerasan bernilai miliaran rupiah.

Dalam laporan LHKPN Redy, yang bersangkutan tercatat tidak memiliki aset tanah dan bangunan.

Kemudian Redy melaporkan satu unit kendaraan, yakni Toyota Avanza tahun 2015 senilai Rp 180.000.000.

Selain itu, Redy Zulkarnain tercatat mempunyai kas dan setara kas senilai Rp 17.082.104.



Jaksa Ini Apes Saja Ditangkap KPK, Padahal Semua Juga PemainJumat Keramat, momen penangkapan tikus got gorong-gorong. Se...
19/12/2025

Jaksa Ini Apes Saja Ditangkap KPK, Padahal Semua Juga Pemain

Jumat Keramat, momen penangkapan tikus got gorong-gorong. Setelah kita telanjangi Bupati Bekasi yang di-OTT KPK bersama ayahnya, sekarang kita ke Kalimantan Selatan (Kalsel). Tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Di sini lebih parah, jaksa yang biasa nangkap koruptor, malah ditangkap KPK. Memang suek benar dah. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Namanya bukan kaleng-kaleng, Dr. Albertinus Parlinggoman Napitupulu SH MH. Gelarnya panjang. Doktor hukum. Jaksa karier. Mantan โ€œpahlawanโ€ pemberantas korupsi di Tolitoli, Sulawesi Tengah. Selama tiga tahun, beliau digambarkan bak bendungan raksasa penahan banjir duit haram. Prestasi paling sering dielus-elus media. Berhasil memulihkan kerugian negara Rp1,3 miliar dari kasus pengadaan kapal penangkap ikan tahun 2019. Angka yang dielu-elukan seperti mukjizat turun dari langit.

Waktu itu beliau dipuja. Tegas tapi humanis, kata brosur moralitas. Tegas seperti gempa bumi yang bikin pejabat gemetar, humanis seperti embun pagi di baliho upacara. Senyum rapi. Dasi lurus. Aura aparat bersih. Saat dimutasi dari Tolitoli, konon masyarakat menangis, seolah pahlawan super pulang ke planet asalnya.

Lalu datanglah September 2025. Seperti angin muson membawa hujan emas, sang doktor mendarat mulus sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara. Baru lima bulan menjabat. Lima bulan, belum sempat foto keluarga di rumah dinas benar-benar berdebu. Tapi aktivitasnya padat. Mulai dari upacara, peringatan hari besar, pose formal, jargon tegas-humanis kembali dipamerkan.

HSU sendiri bukan tanah steril. Tahun 2021, bupatinya pernah kena OTT KPK. Kasus berlanjut sampai 2022โ€“2023, menyeret pejabat Dinas PUPR. Tapi selama ini, aparat penegak hukum di wilayah itu aman sentosa. Jaksa, polisi, hakim, ibarat gunung yang katanya suci, tak pernah tersentuh tsunami KPK. Publik pun berharap, akhirnya ada penjaga hukum seteguh Merapi, siap menahan lahar korupsi.

Harapan itu ternyata cuma payung kertas di tengah badai. Tanggal 18 Desember 2025, tanpa sirene, tanpa aba-aba, KPK datang seperti tsunami Aceh 2004. OTT ke-11 tahun ini. Sang doktor agung digelandang. Bersama Kasi Intel Kejari HSU Asis Budianto, plus beberapa pihak swasta. Barang bukti? Uang tunai ratusan juta rupiah, mengalir deras seperti banjir bandang di musim hujan Kalimantan. Dugaan pemerasan dan suap.

Baru lima bulan menjabat, pian. Belum genap satu semester. Tapi panennya langsung raya. Seperti gunung api yang baru bangun tidur, langsung memuntahkan lava panas ke kantong sendiri.

Di sinilah tragedi nasional itu mencapai klimaks komedinya. Jaksa ini dibilang apes. Apes karena ketangkap. Apes karena kena OTT. Padahal di negeri ini, semua juga main. Bupati main. Pejabat main. Pengusaha main. Aparat main. Wasit ikut main. Penonton pura-pura buta. Tapi entah kenapa, cuma dia yang kena siklon KPK. Yang lain licin seperti ikan di sungai keruh, kena ombak dikit, lalu berenang bebas lagi.

Dulu dipuja setinggi langit, kini ambruk seperti bendungan jebol. Dari simbol keadilan, berubah jadi lumpur hipokrisi. Jaksa korup bukan sekadar pelanggaran hukum, ini bencana alam kepercayaan publik. Gempa pengkhianatan bermagnitudo tak terukur. Perut rakyat mual. Kepala pening. Hati muntah busa. Ingin rasanya meludah di wajahnya.

Koruptor berjubah toga bukan cuma mencuri uang, tapi juga membuang harapan rakyat ke got yang sudah penuh bangkai moral. Wajar kalau publik marah, muak, ingin meletus seperti gunung berapi. Karena di lapangan bola korupsi nasional ini, kartu merah cuma berlaku untuk yang apes.

โ€œBang, anggapan umum di masyarakat, bila ATM masih penuh, jaksa pun sopan. Bila ATM kosong, mereka liar dan berubah menjadi singa lapar. Yang ketangkap itu memang lagi apes saja. Padahal, sejatinya mereka pemain. Agar aman, hanya oknum.โ€

โ€œBenar, wak. Hanya oknum, tapi oknumnya sekecamatan.โ€ Ups


Kisah Haru Narapidana Dilepaskan dan Cari Keluarganya di TamiangSeorang laki-laki muda berperawakan kurus tinggi mendeka...
17/12/2025

Kisah Haru Narapidana Dilepaskan dan Cari Keluarganya di Tamiang

Seorang laki-laki muda berperawakan kurus tinggi mendekat ke arah mobil yang ditumpangi IDN Times dalam perjalanan dari Kota Langsa menuju Aceh Tamiang. Sambil memegang kresek berisi nasi bungkus, laki-laki itu memelas.

โ€œBoleh menumpang bang? Mohon saya menumpang ke Kuala Simpang,โ€ katanya.

Saat itu, para relawan banjir Aceh Tamiang dari lembaga langsung mempersilakan naik ke atas mobil. Raut wajahnya langsung berubah senyum.

Saat berkenalan, para relawan di atas bak mobil, terkejut. Laki-laki itu adalah Muhammad Muchsin (34). โ€œSaya dari Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kajhu bang. Napi di sana,โ€ ujar Muchsin.

Ternyata, Muchsin sudah berhari โ€“ hari di perjalanan. Tekadnya cuma satu. Bertemu dengan anak istrinya yang menjadi penyintas banjir di Desa Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang. Di hari itu, dia belum tahu bagaimana nasib anak dan istrinya.

Muchsin mengaku dibebaskan oleh Kepala Lapas Kajhu. Meski pun harusnya dia Bebas pada Februari 2026 mendatang. Dia harus menjalani vonis 18 bulan penjara karena kasus narkoba, g***a kering.

Pada 26 November 2025 lalu, Muchsin kaget saat melihat pemberitaan di televisi Lapas. Aceh Tamiang diterjang banjir bandang. Saat itu dia bingung. Istri dan putrinya yang masih balita, berada di tempat mertuanya di Desa Kota Lintang Bawah.

Dari berita dan informasi yang didapatnya, daerah itu terdampak paling parah. Pemukiman warga porak poranda tersapu banjir. Sejumlah orang dikabarkan menjadi korban jiwa.

Setiap hari sejak banjir menerjang, Muchsin cemas. Dia dihantui ketakutan yang mendalam. Setiap hari hanya bisa menangis, berharap keluarganya baik-baik saja. Kian bingung kala dia baru bisa bebas dua bulan lagi.

โ€œSaya komunikasi dengan anak istri satu bulan setengah yang lalu melalui sambungan telepon. Lepas itu tidak pernah lagi,โ€ ungkapnya.

Di saat itu, solidaritas rekan-rekan satu selnya muncul. Mereka memohon supaya Muchsin mendapat kesempatan mencari istri dan anaknya.

Sungguh tidak disangka, tiba โ€“ tiba Kepala Lapas memberikannya izin untuk ke luar dari sel. โ€œSaya dibebaskan. Mungkin dilihatnya saya setiap hari menangis di dalam sel. Kemudian kawan satu sel juga mendukung,โ€ kata Muchsin.

Sebelum bebas, rekan โ€“ rekan di dalam sel mengumpulkan uang. Terkumpullah Rp18 ribu yang menjadi bekal Muchsin menuju Aceh Tamiang.

Muchsin diberikan izin ke luar dari sel sejak Jumat (5/12/2025) petang. Sejak itu perjuangan beratnya di mulai. Dari Banda Aceh dia menumpangi sejumlah kendaraan yang melintas. Banyak orang yang memberikannya tumpangan. Tapi hanya sedikit yang mengetahui statusnya sebagai narapidana.

โ€œJika ada yang nanya baru saya kasih tahu. Ada yang takut, ada yang malah kasih semangat,โ€ katanya.

Perjuangannya tidak mulus. Muchsin bertahan hidup di jalanan berhari โ€“ hari. Dia harus memelas kepada sejumlah penjual makanan. Banyak yang merasa iba, memberikannya makanan. Tidak jarang juga dia mendapat penolakan.

Setiap hari mulai gelap, Muchsin mencari masjid. Di situ dia bermalam dan menahan lapar. Belum lagi perjuangannya harus menerobos banjir di beberapa daerah yang masih terendam saat itu.

โ€œBaju udah basah dan kering di badan. Nanti kalau di masjid saya cuci baju, sudah kering sedikit saya pakai lagi. Jalan lagi saya,โ€ katanya.

Selama perjalanan ke Aceh Tamiang, Muchsin banyak terdiam. Pandangannya tertuju pada kondisi pemukiman yang dihantam bandang.

Disela itu, Muchsin sempat bercerita bagaimana pertemuannya dengan sang istri. Mereka menikah pada 2018 lalu. Dia bertemu sang istri saat menjadi juru masak di salah satu kedai kuliner di Banda Aceh.

Saat itu, sang istri sedang berkuliah di Banda Aceh. Dia sering berkunjung ke kedai kuliner tempat Muchsin bekerja.

โ€œDia sering makan di tempat saya sama teman-temannya. Karena sama โ€“ sama anak rantau juga kan. Jadi setiap dia bawa kawan, saya kasih diskon saja terus,โ€ ujar laki โ€“ laki asal Kelurahan Keude Kuta Binjei, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Aceh itu.

Lama berkenalan, keduanya sepakat untuk menikah. Mereka pun dikaruniai seorang putri pada 2020 lalu. Hingga dia terjerat kasus narkoba pada 2023 lalu.

Sebelum memasuki kawasan Kuala Simpang, Muchsin melahap nasi yang didapatnya dari pedagang makanan di Langsa. Dia kembali menatap kondisi Aceh Tamiang yang porak poranda.

โ€œNanti saya turun di jembatan aja yah bang,โ€ kata Muchsin.

Jembatan yang dimaksud Muchsin adalah jembatan Sungai Tamiang. Dari atas jembatan bisa terlihat bagaimana kondisi Desa Kota Lintang Bawah.

Pemukiman hancur, kayu gelondongan di mana โ€“ mana. Kini warga bertahan di tenda โ€“ tenda pengungsian. Dari atas terlihat, hanya satu masjid yang bertahan dari terjangan banjir.

โ€œRumah saya dekat masjid itu. Sebelum masjid,โ€ ungkapnya sambil menunjuk dari atas jembatan.

Selepas melewati jembatan, Muchsin pun pamit. Dengan terburu โ€“ buru dia berjalan ke arah Kota Lintang Bawah. โ€œDoakan saya yah bang, bisa bertemu anak sama istri. Saya bersyukur bisa dibebaskan dari Lapas,โ€ pungkasnya.

Air bah menghantam Kabupaten Aceh Tamiang pada 26 November 2025 lalu. Meluap dari sungai Tamiang bersama lumpur dan gelondongan kayu.

Sebanyak 12 kecamatan atau hampir seluruh Tamiang terendam. Tepatnya ada 475 titik banjir. Ada 58 orang meninggal dunia menurut data per Jumat 12 Desember 2025 petang. Angka kematian tertinggi dari 18 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak.

Banjir mengakibatkan 59.220 kepala keluarga dengan 209.460 jiwa menjadi pengungsi. Ada 2.811 rumah yang terdampak banjir. Membuat para penyintas harus kehilangan tempat tinggal.

Di sisi pertanian, ada 8.161 hektar yang rusak hingga gagal panen. Banjir juga merusak berbagai fasilitas publik. Ada 62 kantor rusak dengan berbagai tikngkatan. Sebanyak 33 rumah ibadah rusak.

Kondisi ini membuat Tamiang lumpuh total. Jamak warga menyebut, banjir kali ini seperti tsunami kedua. Warga mengingat, banjir terparah terjadi pada 1996 dan 2006. Namun dampaknya tidak seperti saat ini. Belum diketahui, kapan kondisi Aceh Tamiang kembali normal. Sama seperti di daerah lain. Baik di Aceh, Sumatera Utara hingga Sumbar. (Sumber : IDN Times/Prayugo Utomo

29/08/2025

Vide Demo Terbaru, Demo di depan Dprd Sumut 29 Agustus 2025


20/02/2025
14/01/2024
13/01/2024

Anies Sang Capres Kontroversial
๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Sorotan

10/01/2024

Oke GOOGLE siap Membantu Jawab..
Benar โŽ
Salah โœ…






Sorotan

Ketika Membaca Judul Berita Ini, Saya Jadi Teringat Kisah MAHABARATA ,๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€
31/08/2022

Ketika Membaca Judul Berita Ini, Saya Jadi Teringat Kisah MAHABARATA ,๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Address

Medan
20152

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Laksmana Raja Dilaut posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Laksmana Raja Dilaut:

Share