Titik Koma

Titik Koma Melawan Dengan Buku s**a baca novel atau komik ? Pengen beli tapi mahal ? Silahkan Datang Ke Toko Buku "Titik Koma" , tempat penyewaan komik dan novel. Jl.

Sei Galang no. 29 Medan

04/07/2015

Teman teman tikom..
Tikom tutup dari tanggal 3-13 juli.
Akan buka kembali tanggal 14 juli 2015.

BULAN PEMUTIHAN TIKOMKAWAN-KAWAN PEMBACA TIKOM YANG BUDIMANTikom sudah hadir kembali untuk mewadahi HABITUS membaca HABI...
04/06/2015

BULAN PEMUTIHAN TIKOM

KAWAN-KAWAN PEMBACA TIKOM YANG BUDIMAN

Tikom sudah hadir kembali untuk mewadahi HABITUS membaca HABITUS diskusi teman-teman semua, saat ini kita sedang beralamat di Jl. SEI GALANG 29 MEDAN (peta terlampir).

Melalui MOMENTUM HARI BUKU NASIONAL 17 Mei 2015 lalu, kami telah membuka kembali Rumah Buku Bagi Para Pembelajar setiap hari mulai dari jam 10.00-21.00 WIB.

Pada kesempatan ini juga, kami mengundang kepada seluruh pelanggan setia pembaca TIKOM, bagi yang belum mengembalikan buku-buku yang dipinjam dari tahun lalu, kami sangat menunggu kedatangan teman-teman hingga tanggal 17 Agutus 2015 untuk mengembalikan buku-buku yang masih ada pada teman-teman.

Atas tutupnya kita setahun, sedang dilakukan pemutihan perihal denda –cukup dengan membayar Rp 10.000 saja- yang dikenakan untuk seluruh buku yang masih ada pada teman-teman semua.

Kami menunggu kedatangan teman-teman setiap harinya di jl. sei galang 29 Medan tempat tikom yang baru. Atas perhatian teman-teman semua, kami ucapkan terimakasih sangat.

Salam hormat dari kami managemen baru,

Miduk hutabarat
Pewaris Taman Siswa : Tut Wuri Handayani !

Author:Idris PasaribuTitle:Nikah (lagi) Evalina. Cantik, cerdas, gadis berdarah Batak. Busoko. Gagah, bijaksana, pemuda ...
03/06/2015

Author:Idris Pasaribu
Title:Nikah (lagi)
Evalina. Cantik, cerdas, gadis berdarah Batak. Busoko. Gagah, bijaksana, pemuda keturunan Jawa. Di usia yang belia, mereka saling jatuh cinta dan tumbuh bersama. Tahu bahwa keluarga mereka akan menolak keras, Eva dan Busoko nekat kawin lari. Belum sempat mengucap janji suci, mereka sudah dibawa ke rumah masing-masing, untuk kemudian dipisahkan secara paksa. Tiga tahun kemudian, takdir kembali mengejutkan mereka dengan pertemuan. Tak ingin berpisah lagi, Eva dan Busoko pun merangkai strategi untuk mempersatukan cinta yang tertunda. Dibantu oleh kawan-kawan mereka, dua sejoli ini harus melawan segala rintangan yang ada. Dapatkah rencana Eva dan Busoko terwujud? Bagaimana dengan restu orangtua mereka? Mampukah mereka membuktikan kekuatan cinta mereka? Nikah Lagi.

KAWAN-KAWAN PEMBACA TIKOM YANG BUDIMANKali ini kita ingin mengenalkan tiga novel yang di tulis oleh anak Medan, konten M...
02/06/2015

KAWAN-KAWAN PEMBACA TIKOM YANG BUDIMAN

Kali ini kita ingin mengenalkan tiga novel yang di tulis oleh anak Medan, konten Medan-Sumut oleh serang Wartawan Senior.
Dapatkan ketiga novel tersebut di Komunitas Pembelajar –jariangan TIKOM- di Sei Galang 29.

Selamat datang

Miduk Hutabarat
Pewaris Taman Siswa

Author :Pidi BaiqDrunken Molen Saya bangun siang. Tapi itu masih mending, masih jam sembilan, karena biasanya saya bangu...
01/06/2015

Author :Pidi Baiq

Drunken Molen
Saya bangun siang. Tapi itu masih mending, masih jam sembilan, karena biasanya saya bangun jam dua belas siang. Saya memang pemalas, tapi untuk apa saya rajin kalau saya merasa diri sudah pandai. Samalah itu seperti halnya kamu, tidak perlu hemat lagi, karena kamu sudah kaya, sudah mendapatkan pangkalnya .... ("Sales Badminton")
Drunken Monster
Di daerah Jalan Ganesha, saya inget SBY. Aduh, kenapa inget SBY? Ini pasti gara-gara dulu, waktu Pemilu Presiden. Waktu itu saya mencoblos dia. Mencoblos SBY. Tapi, asli bukan bersumber dari hati nurani saya. Itu lebih karena memenuhi suruhan anak saya, yang saya bawa ikut ke dalam bilik suara. Itu disuruh Timur yang waktu itu berumur 5 tahun. Tetapi janganlah ini kita bahas banyak-banyak. ("Jalan ke Mana-Mana")
Drunken mama
"Tapi bu,kalau ayah nikah lagi, pasti bukan karena nafsu,"saya ilang begitu sambil makan kuaci (satu persatu).Itu komentar saya untuk mereka yang bilang poligami janganlah didasari oleh karena desakan nafsu.
"kalau ayah memang karena apa"?
"Ayah cuma mau tau aja,anak ayah seperti apa kalu sama perempuan lain."
"Heh!?eksperimen?"
("mukjizat poligami")

Judul : PincalangPenulis:Idris PasaribuSelama hidupnya, Amat ikut dengan ayahnya mengelilingi lautan. Di atas perahu itu...
30/05/2015

Judul : Pincalang
Penulis:Idris Pasaribu
Selama hidupnya, Amat ikut dengan ayahnya mengelilingi lautan. Di atas perahu itu dilahirkan ibunya. Sejak berusia limatahun, di atas perahu itu p**a dia belajar shalat dan mengaji dari ibunya. Ayat Amat mengajarinya menaik-turunkan layar, mengemudi, melihat bintang, merasakan angin, dan belajar mencium bau karang dari haluan, lambung dan buritan. Ia manusia Pincalang yang menghabiskan hidupnya di atas perahu.

Orang Pincalang hidup dari p**au ke p**au, membuat kopr, memasak minyak, menangkap ikan, dan membuat ikan asin. Mereka membuat arang dari kayu bakau yang sangat terkenal keharumannya dan sedikit sekali mengeluarkan asap. Mereka diajarkan oleh kearifan lokal untuk menjaga laut agar mendapatkan yang terbaik dari alam. Mereka mengarungi laut dengan melihat tanda-tanda alam.

Ketika Amat dewasa dan menikah, ia berkenalan dengan Tuan Haji dan Tuan Guru, Amat mulai belajar membaca, menulis, dan berhitung. Dia bertekad akan menyekolahkan anak-anaknya. Amat mulai belajar berdagang. Ia menghimpun semua orang-orang Pincalang untuk menjual barang kepadanya dengan harga yang sangat baik. Bukan saatnya lagi orang Pincalang dibodohi penduduk daratan.

Hingga suatu ketika modernisasi itu menghantam. Para kapitalis berlomba mengeruk keuntungan sebanyak-sebanyaknya, tanpa memerhatikan akibatnya. Hutan bakau digunduli, biota laut disapu habis. Alam menangis, tak sanggup lagi memberikan yang terbaik untuk manusia.

Ikuti kisah manusia perahu di pesisir Pantai Barat Sumatera, di Lautan Hindia yang buas dan ganas ini. Unik dan menghanyutkan!

Komunitas ini dirintis oleh seorang yang memang  meyenangi  duni buku, dan dilanjutkan oleh seorang yng juga menyenangi ...
30/05/2015

Komunitas ini dirintis oleh seorang yang memang meyenangi duni buku, dan dilanjutkan oleh seorang yng juga menyenangi buku kemudian mengaplikasikan dari apa yg bisa dilakukan dan terdorong untuk melenglapi aapa yag belum dituliskan. Setelah sekilas ulasan buku RDRK kemarin di posting, pagi ini kami menyapa teman-teman sekalian dengan Penulis dari Vovel SDRK. Ditunggu kedatanganya ke sei galang. met pagi !

Judul:Revolusi secangkir kopi.Penulis :Didik fotunadinovel yang bercerita tentang heroisme kemahasiswaan, dan juga pergu...
28/05/2015

Judul:Revolusi secangkir kopi.
Penulis :Didik fotunadi
novel yang bercerita tentang heroisme kemahasiswaan, dan juga pergulatan pribadi Didik(tokoh utama dalam novel secangkir kopi), dalam pencarian jati diri,kemurnian persahabatan dan cinta,dan ikatan emosi serta tanggung jawab orang tua dan anak.

KAWAN-KAWAN PEMBELAJAR YANG BUDIMAN, Kawan2 Pembaca Komik dan Novel jariang tikom dimanapun berada, pertamakali kami mem...
27/05/2015

KAWAN-KAWAN PEMBELAJAR YANG BUDIMAN,

Kawan2 Pembaca Komik dan Novel jariang tikom dimanapun berada, pertamakali kami meminta permohonan maaf daari kami managemen TIKOM yang baru, saya @ Miduk Hutabarat yang bekerja di bidang Konsultan Pembangunan cq. Pemberdayaan Masyarakat Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, karna sudah hampir satu tahun membuat kebiasaan teman-teman untuk membaca jadi terganggu.

Sebagai bentuk konkrit permintaan maaf kami kepada semua pembaca setia TIKOM, dalam rangka merayakan hari buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei lal, kepada seluruh pembaca pelanggan setia TIKOM, kami akan memutihkan -hanya dengan membayar Rp 10.000 saja- atas biaya yang dikenakan atas seluruh buku yang masih ada pada teman-teman semua. Sekaligus kekuatan itu untuk membenahi managemen pengelolan rumah baca kita yang baru.

Teman-Teman Pembaca yang budiman, mari kita jadikan momentum hari baca Nasional ini sebagai momen untuk menyegarkan dan aktifkan kembali semangat m’baca yang sempat kendor pada kita. Mengingat hasil survei Unesco terbaru, bahwa minat baca masyarakat Indonesia paling rendah di ASEAN. Menurut hasil survei yang dilakukan terhadap 39 negara di dunia, Indonesia berada di urutan 38 (Medan, Jumat 15 Mei 2015).

Kalau di Indonesia, Medan sebagai 5 kota terbesar di Indonesia, berapa persen minat baca warga untuk membaca perlu juga untuk diungkap ?

Karenanya teman-teman sekalian, datanglah ke rumah baca kita yang baru, Jl. SEI GALANG 29 MEDAN (terlampir; lihat di peta). Mulai hari Senin-Minggu (18 Mei -17 Agustus 2015), kita kan membuka pintu rumah baca kita mulai jam 10.00-21.00 WIB.

Mari kita jadikan bulan baca Nasional menjadi masa bagi Kami untuk melayani pengembalian buku yang masih ada di tangan teman-teman semua. Sehingga semangat m’baca kita yang pernah tumbuh kembali pulih menjadi gaya hidup kita sehari-hari selama tiga bulan ke depan.

Atas semangat dan kemauan teman-teman untuk melangkahkan kaki dan datang ke rumah pembelajar kita yang baru, apresiasi yang pantas buat kita semua atas respon dari semua Teman-Teman, sehingga bisa kita rayakan bersama pada HUT Kemerdekaan Kita yang ke 70 mendatang.

Met ketemu para ‘Sobat buku’ dan Pembelajar yang budiman, hormat yang tulus bagi kita semua.

Salam kenaal buat kita semua !

Miduk Hutabarat
Pewaris Taman Siswa

Judul: Golak Ganesha Penulis: Hurri Junisar Genre: sejarahkebijakan -kebijakan timpang pemerintah orde baru dirasakan ma...
12/05/2015

Judul: Golak Ganesha
Penulis: Hurri Junisar
Genre: sejarah

kebijakan -kebijakan timpang pemerintah orde baru dirasakan mahasiswa, yang memunculkan perlawanan mahasiswa se Indonesia pertama setelah tahun 1966.dikampus ITB Bandung, dipimpin ketua dewan mahasiswa Heri Akhmadi, buku putih perjuangan disusun oleh Irzadi,Abdulrachim,Rizal Ramli dan Joseph Manurung serta diluncurkan bersamaan dengan pernyataan sikap keluarga mahasiswa ITB menolak pencalonan Soeharto sebagai presiden RI menjelang Sidang Umum MPR maret 1978.Aksi itu dijawab oleh komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban /kopkamtib.tanpa sepengetahuan pangdam siliwangi mayjen himawan soetanto, pada 9 februari 1978 ribuan prajurit non organik jawa barat dikerahkan dalam operasi intelijen untuk membersihkan gerakan mahasiswa ITB.insting adi benar terjadi, dan ternyata lebih dahsyat dari apa yang diperkirakan para mahasiswa itu.

09/05/2015

Rapat direksi titik koma.

26/04/2015

Sahabat Tikom..
kira kira novel atau komik apa ya yang lagi dicari sahabat semua?
minta sarannya d**g.
terima kasih.:)

Address

Jalan Sei Galang No 29
Medan
20121

Opening Hours

Monday 13:30 - 18:00
Tuesday 13:30 - 18:00
Wednesday 13:30 - 18:00
Thursday 13:30 - 18:00
Friday 13:30 - 18:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Titik Koma posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share