07/10/2022
Antisipasi Ancaman Resesi Global
Rabu, 3 Agustus 2022 | 08:38 WIB
Investor Daily ([email protected])
Fundamental ekonomi Indonesia memang masih baik dan bahkan memasuki fase ekspansi, namun demikian perlambatan pertumbuhan global perlu tetap diwaspadai. Ancaman resesi global yang nyata di tengah lonjakan inflasi tinggi harus segera diantisipasi otoritas fiskal, moneter, maupun jasa keuangan kita.
Perekonomian RI yang masih cukup stabil, di tengah ancaman resesi global dan volatilitas sektor keuangan yang tinggi, ini berkat kian pulihnya mobilitas masyarakat seiring pandemi mereda, plus harga-harga komoditas unggulan ekspor kita melambung luar biasa. Alhasil, berbeda dari biasanya yang defisit, kinerja APBN tahun ini malah sangat kinclong, membukukan surplus signifikan.
Kementerian Keuangan mencatat, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) surplus Rp 73 triliun pada semester I-2022, setara 0,39% dari total produk domestik bruto (PDB). Penerimaan negara melonjak 48,5% year on year, menembus Rp 1.317,2 triliun hingga akhir Juni lalu, jauh lebih tinggi dari realisasi belanja pemerintah Rp 1.243,6 triliun.
Jika dibedah, montoknya kantong negara terutama berkat penerimaan pajak yang melonjak 55,7% ke Rp 868,3 triliun. Penerimaan dari kepabeanan dan cukai juga tumbuh 37,2% ke Rp 167,6 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) naik 35,8% menjadi Rp 281 triliun.
Meski demikian, ekonomi Indonesia juga tidak terlepas dari dampak gejolak ekonomi global, yang bersumber dari melambungnya harga energi dan pangan karena gangguan pasokan global lantaran pandemi Covid-19, ditambah perang berkepanjangan di Eropa antara Rusia dan Ukraina. Inflasi di Amerika Serikat, yang merupakan ekonomi terbesar dunia, sudah menembus 9,1% Juni lalu atau tertinggi dalam empat dekade.
Halo 👋 - download Gotrade untuk investasi dari $1 di saham AS manapun, di platform gratis yang gampang dipakai. Dapetin $2 saham gratis dengan link ini: