KaVZ Manado

KaVZ Manado Kawanua V**ezone Team

23/09/2018
14/09/2018

Ada artikel menarik dari tirto.id, sebagai berikut:

NIKOTIN DAN TAR: MANA YANG BERBAHAYA?

tirto.id - “Orang-orang merokok untuk nikotin tetapi mereka mati karena TAR,” itu ucapan yang terkenal dari Michael Russell, bapak teori pengurangan bahaya tembakau dan pengembang permen nikotin.

Apa yang Anda ketahui tentang nikotin? Sebagian orang mungkin akan menjawab zat tersebut sebagai kandungan berbahaya dalam rokok. Namun, ada hal-hal lebih rinci yang perlu diketahui soal zat ini.

Secara kimiawi, nikotin merupakan senyawa organik kelompok alkaloid. Ia dihasilkan secara alami dari berbagai macam tumbuhan, seperti suku terung-terungan (Solanaceae), tembakau, tomat, dan kafein. Senyawa alkaloid tersebut memiliki efek candu dan bersifat stimulan ringan. Pada tubuh yang sehat, nikotin bahkan tak memiliki efek yang signifikan.

Sebagai stimulan, nikotin dapat meningkatkan mekanisme tubuh, terutama yang berkaitan kewaspadaan dan pemrosesan isyarat, ketajaman memori, konsentrasi, dan perhatian dalam jangka pendek. Reseptor nikotin mengatur sistem reseptor lain, sehingga efeknya bervariasi sesuai dengan suasana hati seseorang.

Ketika nikotin berikatan dengan reseptor di otak, ia akan melepaskan dopamin yang memainkan peran penting dalam modulasi perhatian, konsentrasi, nafsu makan, dan gerakan. Efek dopamin juga terbukti dapat meringankan penyakit parkinson dan alzheimer. Kondisi ini menjelaskan alasan orang menjadi lebih rileks atau gembira ketika merokok. Namun, bukan berarti rokok secara keseluruhan baik untuk meredakan stres. Tanpa rokok, nikotin dapat ditemukan dalam kandungan beberapa tumbuhan.

“Nikotin memang membikin kecanduan, tapi tidak memicu berbagai penyakit yang lazim disebutkan pada kemasan rokok,” ujar Amaliya, PhD, tim peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia.

Keamanan nikotin dalam jangka panjang telah diamati dari hewan dan manusia yang menggunakan nikotin selama bertahun-tahun. Peneliti menyimpulkan tak ada zat karsinogen pada tubuh responden yang menggunakan nikotin obat seperti permen karet, pelega tenggorokan, inhaler, dan semprotan. Zat tersebut juga tidak meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, bahkan pada orang dengan penyakit jantung sebelumnya.

Pada tumbuhan, konten nikotin yang dilaporkan paling tinggi pada kembang kol adalah 3,8-16,8 nanogram/gram, terong 100 nanogram/gram, kulit kentang 4,8 nanogram/gram, bubur kentang 15,3 nanogram/gram, kentang 7,1 nanogram/gram. Semakin dimasak, kandungan nikotin dalam tumbuhan semakin berkurang. Misal kandungan pada tomat hijau adalah 42,8 nanogram/gram, tomat yang dihaluskan 52 nanogram/gram, dan tomat 10,7 nanogram/gram. Sementara tomat matang hanya 4,1-4,3 nanogram/gram.

“Ini yang belum banyak diketahui masyarakat, nikotin itu adanya di tumbuhan, tembakau, dan bahkan sayuran.”

Penelitian Sahar Taghavi, dkk pada 2012 yang menghitung jumlah nikotin yang terkandung dalam rokok menunjukkan kisaran kandungan antara 1,23-3,82 mg per batang rokok. Sementara itu, sebatang rokok memiliki berat antara 1-1,9 gram. Artinya, jika dirata-rata, kandungan nikotin dalam sebatang rokok bisa mencapai 1-2 mg/gram.

Artinya, nikotin yang terkandung dalam rokok bakar lebih besar dibandingkan jumlah nikotin dalam tumbuhan. Takaran ini menjelaskan alasan orang lebih mungkin kecanduan rokok dibanding memakan tomat, misalnya.

Bahaya Tar

Pada 1988, para ahli bedah di Amerika menggolongkan merokok sebagai aktivitas yang membikin kecanduan. Hal ini diakibatkan adanya kandungan nikotin dalam rokok. Namun, nikotin bukan komponen faktor risiko berbagai penyakit seperti jantung, kanker, dan paru-paru. Tertuduhnya adalah tar, senyawa yang dihasilkan dari proses pembakaran. Artinya, selama tembakau tidak dibakar, dia aman.

Tar, seperti dicatat National Cancer Institute Amerika Serikat, merupakan zat kimia yang dihasilkan saat tembakau dibakar. Ia mengandung sebagian besar penyebab kanker dan bahan kimia berbahaya lainnya dalam asap tembakau. Ketika asap rokok dihirup, tar dapat membentuk lapisan lengket di bagian dalam paru-paru. Kondisi tersebut dapat merusak paru-paru, menyebabkan kanker, emfisema, atau masalah paru-paru lainnya. Menghirup asap tembakau juga menyebabkan jenis kanker lain, termasuk kanker mulut dan tenggorokan.

Penelitian terdahulu pada 1982 mengevaluasi faktor risiko terkuat dari batuk kronis, dahak kronis, mengi, dan dyspnea. Mereka mengamati kondisi tersebut pada perokok tar berat, yakni 25 batang per hari (22 mg) dengan perokok ringan 1-14 batang per hari (7 mg). Peneliti menyimpulkan kandungan tar rokok adalah faktor risiko independen yang signifikan terhadap batuk dan dahak kronis. Asap pembakaran juga menjadi faktor risiko yang signifikan untuk batuk dan dahak kronis. Sementara itu, gejala mengi dan dyspnea lebih terkait oleh uap asap rokok.

“Tapi selain pembakaran tembakau, tar juga dihasilkan dari pembakaran batubara, minyak bumi, gambut, dan kayu,” jelas Amaliya. Tar pada batubara dihasilkan dari pemanasan hampa udara dengan suhu berkisar 900 hingga 1.200 °C.

Public Health England (PHE), sebuah badan kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan Inggris Raya, melakukan penelitian pada 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan dapat menurunkan risiko kesehatan hingga 95 persen. Tak ada tembakau yang dibakar dalam penelitian ini, itulah sebabnya tar tak terbentuk.

Selain itu, sebuah studi dari Georgetown University Medical Center Amerika Serikat yang diterbitkan dalam jurnal To***co Control mengungkapkan ketika perokok beralih ke produk tembakau alternatif, sebanyak 6,6 juta orang di Amerika Serikat terhindar dari kematian dini.

Penelitian Jonathan Foulds dari Penn State University College of Medicine juga menyebutkan perokok yang beralih ke v**e lebih mudah meredam kecanduannya, dibanding saat mereka merokok secara konvensional. Sebab, takaran nikotin dalam v**e lebih rendah dibanding rokok bakar.

Aktivitas merokok masih menjadi penyebab kematian terbesar yang sejatinya dapat dicegah. Merokok mempengaruhi perkembangan janin, secara signifikan meningkatkan risiko kanker tertentu, serangan jantung, stroke, dan memperparah kondisi orang dengan diabetes. Namun, bukan berarti beralih ke produk tembakau tanpa pembakaran aman dari risiko kesehatan.

Perlu diingat, selain nikotin, ada sekitar 6.000 bahan kimia lainnya dalam asap rokok, sehingga sulit mengetahui komponen mana yang paling menimbulkan risiko kesehatan. Karbon monoksida, nitrogen oksida, dan konstituen gas asap rokok lain, misalnya, telah terbukti mengurangi transportasi oksigen ke sel, meningkatkan pertumbuhan plak aterosklerotik dalam pembuluh darah, dan membuat platelet darah lengket sehingga membentuk gumpalan.

Source: https://tirto.id/nikotin-dan-tar-mana-yang-berbahaya-cME1

13/09/2018

Hi V**ers Indonesia,

Fyi, Rangkuman Singkat Riset Independen tentang Produk Tembakau Alternatif

Riset Terhadap Rokok Elektrik yang Dipublikasikan oleh Organisasi Kesehatan Secara Independen:
1. Public Health England (PHE), Evidence review of e-ci******es and heated to***co products 2018, 6 Feb 2018:
• PHE menyimpulkan bahwa rokok elektrik (v**e) setidaknya 95% lebih aman daripada rokok konvensional;
• Efek kesehatan produk nikotin yang lebih bersih adalah hal yang penting, namun perbandingan efek kesehatan yang dihasilkan rokok elektrik ini haruslah dengan rokok konvensional, yang mana sejauh pengetahuan kami, tak seorangpun pakar kesehatan masyarakat merekomendasikan perbandingan efek kesehatan yang dihasilkan konsumen rokok elektrik dengan non-perokok. Bagi perokok, sistem pengantaran nikotin yang lebih bersih dan aman akan memberikan dampak kesehatan yang lebih aman p**a.
• Bukti yang ada sekarang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan mungkin jauh lebih tidak berbahaya dibandingkan rokok konvensional namun lebih berbahaya jika dibandingkan dengan rokok elektrik;
• Dibandingkan dengan rokok konvensional, produk tembakau yang dipanaskan cenderung mengekspos konsumen dan orang disekitarnya ke tingkat partikel dan senyawa berbahaya yang lebih rendah. Tingkat pengurangan yang ditemukan bervariasi antara satu studi dengan studi yang lain.

2. UK Department of Health: Towards a smoke-free generation: to***co control plan for England – July 2017. Departemen Kesehatan Inggirs menetapkan tujuan untuk mencapai smoke-free generation dengan cara:
• Mengakui bahwa di Inggris, rokok elektrik berperan dalam upaya pengurangan risiko kesehatan pada aktivitas merokok (harm reduction);
• Menyatakan bahwa Departemen Kesehatan menerima dengan senang hati dan akan mengevaluasi berbagai produk tembakau alternatif, termasuk inovasi-invoasi terbaru pada produk tembakau, yang berpotensi berkontribusi terhadap pengurangan bahaya tembakau;
• Menekankan pentingnya pembuatan kebijakan-kebijakan yang berbasis pada bukti ilmiah untuk terus meninjau kembali bukti tentang produk tembakau alternatif yang berpotensi mengurangi risiko berbahaya rokok.
• Selain itu, kami mengakui bahwa baru-baru ini ada berbagai macam inovasi teknologi pada produk tembakau yang memiliki klaim risiko kesehatan lebih rendah jika dibandingkan dengan rokok konvensional. Kami sangat terbuka dengan berbagai inovasi tersebut dan akan melakukan evaluasi apakah produk produk invovasi tembakau tersebut dapat berperan dalam upaya kami mengurangi bahaya dampak kesehatan rokok.

3. Canada’s To***co Strategy 2018:
• Rokok elektrik (v**e) memiliki risiko bahaya yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional. Beralih sepenuhnya dari rokok konvensional dengan produk va**ng akan secara signifikan mengurangi paparan perokok terhadap bahan kimia beracun dan penyebab kanker. Orang dewasa dapat mengakses produk va**ng yang mengandung nikotin sebagai alternatif yang memiliki resiko lebih rendah;
• Pendekatan penghentian tradisional bukanlah satu-satu nya cara yang bisa digunakan untuk membantu masyarakat berhenti dari aktivitas merokok. Pendekatan pengurangan risiko (harm reduction) juga harus dipertimbangkan guna mengurangi dampak negatif konsumsi rokok dengan cara mengenali berbagai potensi manfaat yang ditawarkan oleh produk-produk yang memiliki resiko lebih rendah sebagai alternatif.

4. New Zealand Ministry of Health Position Statement on E-Ci******es 2017:
• Kementerian Kesehatan Selandia Baru percaya bahwa rokok elektrik (v**e) berpotensi berkontribusi dalam pencapaian program Smokefree 2025;
• Potensi produk rokok elektrik untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat bergantung pada sejauh mana produk-produk tersebut dapat berfungsi sebagai jalan bagi perokok Selandia Baru yang sehari-hari mencapai 550.000, dan disaat yang sama tetap menjauhkan produk-produk tersebut dari jangkauan anak anak dan non-perokok;
• Pendapat para ahli terkait rokok elektrik menyatakan bahwa produk tersebut memiliki risiko dampak kesehatan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rokok konvensional yang dikonsumsi dengan cara dibakar, namun penting untuk diingat bahwa produk tersebut tidaklah sepenuhnya aman (harmless) karena ada juga berbagai penelitian lain yang menyatakan bahwa hasil uji riset pada rokok elektrik menyimpulkan adanya zat-zat beracun yang bisa memicu berbagai macam penyakit, namun kandungan zat-zat tersebut tetap pada tingkat yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan rokok konvensional;

5. Georgetown University Medical Center: Potential deaths averted in USA by replacing ci******es with e-ci******es 2017:
• Pada skenario terbaik, analisis kami menunjukkan bahwa secara hipotesis, perokok yang beralih dari rokok konvensinal ke rokok elektrik dapat memberikan potensi luar biasa untuk mencegah kematian dini akibat merokok, dengan jumlah kematian dini yang relatif kecil pada pengguna rokok elektrik. Di antara para perokok yang usia 15 tahun dan di atasnya pada tahun 2016 yang memutuskan untuk beralih ke produk rokok elektrik, dapat mengurangi jumlah kematian dini sebesar hampir 6,6 juta lebih penduduk dan pada Skenario Optimistis, jika seluruh perokok mau berpindah ke produk tembakau alternatif, sebanyak 86,7juta jiwa penduduk Amerika Serikat secara kumulatif dapat diselamatkan.
• Bahkan pada skenario tereburuk pun, penelitian kami menyimpulkan bahwa strategi yang berhasil mendorong perokok untuk beralih ke rokok elektrik akan memberikan dampak yang besar bagi kesehatan masyarakat.

6. UK Royal College of Physicians report: Ni****ne without smoke: to***co harm reduction – April 2016
• Rokok elektrik bukanlah pintu masuk untuk memulai aktivitas merokok - di Inggris, penggunaan rokok sangatlah terbatas hampir seluruhnya untuk mereka yang sedang atau pernah mengkonsumsi rokok konvensional;
• Rokok elektrik tidaklah menghasilkan normalisasi aktivitas merokok – tidak ada bukti bahwa rokok elektrik saat ini menarik penggunaan yang signifikan di kalangan orang dewasa yang tidak pernah merokok, atau menunjukkan bukti adanya perkembangan digunakannya rokok elektrik sebagai pintu masuk yang signifikan di kalangan anak muda;
• Peraturan yang diformulasikan seharusnya tidak boleh secara signifikan menghambat pengembangan inovasi dan penggunaan produk-produk tembakau alternatif - strategi pengaturan yang seimbang haruslah benar benar dipertimbangkan untuk memastikan keamanan produk, mendorong perokok konvensional untuk beralih, dan mendeteksi serta mencegah efek yang kontra produktif dengan keseluruhan tujuan kebijakan pengendalian tembakau yang ingin dicapai.

7. French Federation of Addictology report: Reducing Risks and Harm Associated with Addictive Behaviours – April 2016
• Kadar racun tinggi (toxicity) yang dihasilkan oleh rokok sepenuhnya terjadi karena adanya proses pembakaran dalam konsumsi rokok tersebut;
• Rokok elektrik (E-Ci******es) dapat dijadikan sebagai alat pelengkap dalam upaya pengurangan risiko dampak kesehatan rokok, sehingga memungkinkan sebagian besar penggunanya untuk beralih dan secara signifikan mengurangi efek berbahaya dari pembakaran rokok konvensional;
• objective of cessation;

8. Daniel P Giovenco et, al Prevaence of Pop**ation Smoking Cessation by Electronic Cigarette Use Status in a National Sample of Recent Smokers (Columbia University Mailman School of Public Health, 2018):
• Pengguna rokok elektrik memiliki kemungkinan untuk berhenti merokok 3 kali lipat daripada non-pengguna rokok elektri (perokok konvensional);
• Penelitian ini mengungkapkan hubungan yang bercampur antara mengkonsumsi rokok elektrik dan berhenti merokok, namun temuan ini menunjukan bahwa bagi sebagian orang, penggunaan rokok elektrik secara berkala dapat membantu upaya berhenti merokok.

9. Farsalinos et, al Effect Of Continuous Smoking Reduction And Abstinence On Blood Pressure And Heart Rate In Smokers Switching To Electronic Ci******es, 2016:
• Perokok yang mengurangi konsumsinya atau bahkan berhenti total dengan cara beralih menggunakan rokok elektrik dapat menurunkan Tekanan Darah sistolik mereka dalam jangka panjang, dan pengurangan ini sangat jelas pada perokok dengan Tekanan Darah yang tinggi.
• Dengan menunjukkan adanya pengurangan Tekanan Darah saat perokok mengurangi konsumsi rokok atau berhenti merokok pada jangka waktu yang cukup, penelitian ini semakin mempertegas bukti saat ini bahwa penggunaan rokok elektrik tampaknya menjadi alternatif yang memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Ayo share! Biar diketahui lebih banyak orang.

Address

Manado
95128

Opening Hours

Monday 08:00 - 21:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 21:00
Thursday 08:00 - 21:00
Friday 08:00 - 21:00
Saturday 06:30 - 22:00
Sunday 08:00 - 21:00

Telephone

+624318800412

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KaVZ Manado posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to KaVZ Manado:

Share